Editorial

6 Novel Grafis Superhero Favorit

marvel dc komik

Untuk akhir minggu ini, saya mau membahas novel grafis superhero favorit. Selain karena saya memang suka baca komik, cerita superhero memang selalu digemari. Sebagai bukti, lihat saja film populer yang beredar beberapa tahun terakhir, dan beberapa tahun mendatang.

Nah, karena aslinya memang berasal dari komik, maka lebih afdol kalau kita bicara komik. Dalam hal ini novel grafis. Kenapa? Karena novel grafis biasanya memiliki satu cerita besar, entah itu dalam satu buku atau dalam beberapa buku. Sehingga jalan ceritanya lebih seru.


Baca juga:


Tidak mudah memilih novel grafis superhero favorit. Apalagi memilih novel grafis terbaik. Karena ada begitu banyak yang menarik. Ah, tapi biarlah saya mencoba menyajikan beberapa yang benar-benar menarik perhatian saya.

Watchmen

Novel grafis karya Alan Moore ini bercerita tentang sekumpulan mantan superhero yang bergabung kembali guna menyelidiki pembunuh rekan mereka. Berada di dunia alternatif kontemporer, Watchmen memberikan cerita drama psikologi dan konspirasi.

Mungkin komik satu ini tidak bisa dinikmati semua orang. Apalagi penggemar superhero klasik. Di Watchmen, satu-satunya yang punya kekuatan super hanyalah Doctor Manhattan. Gambarnya pun tidak bisa dibilang bagus. Menurut saya, kekuatan Watchmen memang terletak di ceritanya. Watchmen sering disebut sebagai salah satu novel grafis terbaik.

Oya, yang menarik, Watchmen membayangi DC Rebirth (dunia baru DC yang dimulai tahun 2016 ini). Ada beberapa simbol Watchmen (seperti smiley face-nya The Comedian), dan tangan Doctor Manhattan di salah satu sampul DC Universe: Rebirth.


The Dark Knight Returns

Novel grafis ini–yang sebagian diambil menjadi bahan film Batman vs Superman: Dawn of Justice–berisi tentang cerita alternatif Batman. Di sini, Bruce Wayne yang berusia 55 tahun kembali dari masa pensiun dan memakai jubah Batman lagi untuk melawan kejahatan. Di komik inilah Batman melawan Superman dengan menggunakan baju zirahnya.

Sama seperti Watchmen, novel grafis karya Frank Miller ini bukanlah komik superhero biasa. Jalinan ceritanya seperti tidak terikat, kompleks, dan bisa melelahkan bagi yang tidak terbiasa. Namun, The Dark Knight Returns memberi gambaran bagaimana sebenarnya komitmen Bruce Wayne bertarung melawan kejahatan (dan bagaimana Batman berbeda dengan Superman). Lalu, sama seperti Watchmen, The Dark Knight Returns juga dianggap sebagai salah satu novel grafis terbaik.


Batman: Hush

Komik ini ditulis oleh Jeph Loeb dan digambar oleh Jim Lee. Banyak orang berpendapat bahwa gambar Jim Lee di Batman: Hush luar biasa. Saya setuju dengan pendapat itu.

Tapi ceritanya pun tidak kalah menarik. Seorang tokoh misterius mengacau dunia Batman dengan memanfaatkan musuh dan orang-orang yang dekat dengannya (termasuk membuat Superman melawan Batman, dan mengangkat kematian Jason Todd, Robin kedua). Berbagai superhero dan supervillain bersilang sengketa di komik ini.

Selain karena gambarnya yang bagus, yang membuat saya suka dengan komik ini adalah Batman tampil sebagai hakikat aslinya, seorang detektif. Kedua hal itu menjadikan Batman: Hush sebagai salah satu novel grafis superhero favorit saya.


Marvel 1602

Komik ini ditulis oleh Neil Gaiman. Seperti karya Gaiman lain, cerita Marvel 1602 unik. Entah bagaimana, para superhero hadir di tahun 1602. Bukan sebagai sosok dari masa depan, tapi hadir sesuai tahun tersebut. Dr. Stephen Strange, misalnya, adalah penyihir kerajaan Inggris di bawah Ratu Elizabeth I. Mereka kemudian menyadari bahwa ada yang salah dengan dunia tersebut, dan harus memecahkan misterinya.

Marvel 1602 juga menyinggung soal Virginia Dare, anak pertama yang lahir di koloni Roanoke. Koloni ini merupakan usaha Ratu Elizabeth I membangun pemukiman Inggris di Amerika. Koloni Roanoke dikenal dengan nama the Lost Colony, karena koloni ini menghilang secara misterius. Gaiman dengan cerdik menggabungkan cerita ini dengan dunia Marvel.

Marvel 1602 selain memiliki cerita yang menarik, juga didukung oleh gambar sampul yang keren. Layak dikoleksi.


The Sandman

The Sandman merupakan salah satu novel grafis legendaris, dan salas sau dari sedikit komik yang masuk ke daftar best seller New York Times (bersama Watchmen, The Dark Knight Returns, dan Maus). Komik ini juga ditulis oleh Neil Gaiman. Bercerita tentang Dream yang dikurung selama 70 tahun, dan usahanya mengembalikan kekuatannya, novel grafis ini menyajikan cerita yang cukup kompleks.

Seperti juga Watchmen, tidak mudah mengikuti cerita The Sandman. Tidak heran komik ini diterbitkan oleh Vertigo, publisher DC untuk komik dewasa.


Batman: Whatever Happened to the Caped Crusader?

Komik ini juga ditulis oleh–ahem–Neil Gaiman. Aslinya cerita ini terpisah dalam dua bagian Batman (#686) dan Detective Comics (#853). Komik ini bercerita tentang kematian Batman.

Uniknya, cerita tentang kematian Batman ini berkembang dari kesaksian (eulogy) berbagai tokoh di dunia Batman. Mulai Selina Kyle (Catwoman) dan Alfred yang menarik, sampai The Riddler, Joker, Robin, R’as al Ghul, dll. Yah, bukan Neil Gaiman namanya kalau ceritanya tidak dipelintir di sana-sini.


Kalau diperhatikan, komik dari DC lebih sering disebut di jajaran novel grafis superhero favorit, dan bahkan masuk di jajaran novel grafis terbaik. Terutama seri Batman. Entah kenapa. Mungkin karena ia adalah orang biasa tanpa kekuatan super yang bisa bersanding dengan Superman dan Wonder Woman sebagai the Big Three-nya DC. Mungkin juga karena tokoh-tokoh yang ada di seri Batman memiliki karakter yang kuat.

Novel grafis DC lain yang layak disebut adalah: Batman: The Killing Joke, Batman: The Long Halloween, Batman: Year One, Batman: The Black Mirror, Identity Crisis, Kingdome ComeSuperman: Red Son, All-Star Superman, The Book of Magic, dll.

Sementara Marvel, walaupun punya beberapa story arc populer, tidak banyak disebut di jajaran papan atas novel grafis terbaik. Mungkin karena rata-rata story arc itu terlalu bombastis, melibatkan terlalu banyak tokoh, sampai garis besar ceritanya sendiri kurang kuat. Yah, tapi bisa jadi ini perasaan saya saja.

Novel grafis Marvel yang layak disebut adalah: The Infinity Gauntlet, Civil War, X-Men: Days of Future Past (aslinya Uncanny X-Men #141-142), Dark Phoenix Saga (aslinya Uncanny X-Men #129-138), Original Sin, Wolverine: Old Man Logan, dll.

Kemudian, ada juga beberapa novel grafis lain yang juga menarik, seperti The League of Extraordinary Gentlemen, dan Kick-Ass.

Seperti sudah saya bilang, susah menentukan yang terbaik. Semoga beberapa novel grafis superhero favorit saya ini bisa jadi pertimbangan untuk bahan bacaan. Kalau kamu punya favorit sendiri ya lebih oke.

2 Comments

Post Comment