Editorial

9 Film Superhero Marvel Terbaik Sejauh Ini

film superhero marvel terbaik

Seperti kita ketahui, sudah banyak beredar film superhero Marvel. Ada yang bagus, ada juga yang tidak. Kali ini kami mau membahas film superhero Marvel terbaik.

Sebelum ini, saya menilai Marvel agak lemah di kumpulan novel grafis. Menurut saya, DC berhasil mendominasi ranah novel grafis dengan berbagai komiknya, terutama seri Batman. Opini saya ini menyebabkan Mas Afit berpendapat bahwa artikel itu ditulis oleh fans DC. Bisa jadi.


Artikel terkait: 6 Novel Grafis Superhero Favorit


Namun untuk film, saya berpendapat sebaliknya. DC cukup terlambat mengadaptasi komiknya ke layar lebar. Mereka asik dengan membuat ulang (reboot) superhero andalannya (Batman dan Superman). Karakter lain terlambat digarap, dan kurang digarap dengan baik.

Sedangkan film superhero Marvel datang seperti tak bisa dibendung, dengan berbagai karakter komiknya. Mereka bahkan bernegosiasi ulang dengan berbagai studio yang sebelumnya sudah membeli hak tayang tokoh komik yang bersangkutan. Hasilnya, penonton–bahkan yang tidak suka baca komik–mengenal cukup banyak tokoh dari Marvel, dan gregetan menunggu film mendatang.

Bukan berarti tidak ada film superhero DC yang bagus. Secara perbandingan kuantitas dan kualitas, Marvel unggul jauh.

Harap diingat bahwa film yang saya daftar berdasarkan film yang sudah beredar sampai artikel ini ditulis. Mungkin juga nanti akan di-update. Tergantung apakah ada film superhero Marvel mendatang yang bagus atau tidak.

the Guardian of the Galaxy (2014)

Menurut saya, the Guardian of the Galaxy layak duduk di jajaran atas film superhero Marvel terbaik. Film ini memiliki alur cerita origin (asal mula) yang baik, menghadirkan semua karakter dengan baik (termasuk Yondu, yang juga ikut serta di sekuelnya mendatang), menghibur (baik aksi maupun humornya), dan secara visual juga menarik (kalau tengkorak kepala celestial sebesar itu, utuhnya seberapa?!?). Lalu, siapa yang tidak tersenyum melihat Groot kecil?


the Avengers (2012)

Film ini berhasil mengangkat kelompok superhero populer Marvel selain X-Men. Tokoh-tokohnya; baik Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Black Widow, dan Hawkeye; hadir secara seimbang berdasarkan karakternya masing-masing. Terbukti dengan karakter Black Widow dan Hawkeye, yang sebelumnya mungkin tidak banyak dikenal umum, tidak kalah dengan karakter besar lain. Selain itu, the Avengers memang menghibur dari segi cerita dan visual. Lalu, ingat bagaimana Hulk memukul Thor setelah sebelumnya bekerja sama?


Iron Man (2008)

Iron Man juga merupakan film berbasis cerita origin yang menarik. Di sini, kita melihat bagaimana baju zirah Iron Man dibuat, dan dibuat takjub melihat bagaimana hasil akhirnya. Robert Downey Jr juga sukses melekatkan karakter Tony Stark. Lucunya, pertarungan dengan Obadiah di akhir film justru tidak terlalu mengesankan. Tapi menurut saya, hal itu membuktikan bahwa film ini tidak sekedar aksi semata.


Ant-Man (2015)

Ha, mungkin ada yang tidak menduga film ini masuk di jajaran film superhero Marvel terbaik pilihan saya. Tapi Ant-Man berhasil memperkenalkan salah satu superhero yang tidak terlalu populer (dibanding Spider-Man, Wolverine, atau Iron Man) menjadi sosok yang menarik. Secara keseluruhan, baik cerita, konflik, visual, dan bumbu lain terjalin dengan bagus, dan membuat film ini enak ditonton.


Doctor Strange (2016)

Setelah kecewa dengan Deadpool dan Captain America: Civil War (juga tidak terlalu terkesan dengan X-Men: Apocalypse), saya merasa Doctor Strange seperti angin segar di dunia Marvel. Film ini menyajikan cerita origin bagaimana dokter Stephen Strange menjadi superhero Doctor Strange dengan baik. Visualisasi sihir dengan efek seperti film Inception tampil mengesankan (dan sedikit bikin pusing). Jalan cerita, dan karakter yang ada (termasuk the Ancient One, Mordo, dan Wong) dikembangkan dengan baik.


X2: X-Men United (2003)

Mungkin sudah ada yang agak lupa dengan film ini. Sekuel film X-Men ini bercerita tentang X-Men yang bekerjasama dengan Magneto melawan gerakan anti-mutan yang dipimpin oleh Kolonel William Stryker. Fans X-Men juga bisa melihat Kurt Wagner alias Nightcrawler pertama kali di sini (dan terlihat coolthanks to Alan Cummings–dibanding di Apocalypse yang masih remaja).


Spider-Man 2 (2004)

Mungkin juga sudah banyak yang lupa soal film ini. Terutama karena sudah reboot-nya yang diperankan oleh Andrew Garfield, dan sudah ada kemunculan baru oleh Tom Holland di Civil War (dan nantinya di Spider-Man: Homecoming, 7 Juli 2017). Spider-Man 2 memiliki jalan cerita, konflik (antara Peter Parker, Doc Oct, Harry Osborn, dan Mary Jane), juga pengembangan karakter (yang disebut tadi) dengan baik. Selain itu, yang saya suka dari trilogi pertama Spider-Man ini adalah J.K. Simmons yang memerankan J. Jonah Jameson persis seperti yang saya bayangkan di komik (seimbang dengan Patrick Stewart sebagai Charles Xavier).


X-Men: Days of Future Past (2014)

Film ini diangkat dari salah satu cerita di komik dengan judul yang sama, dan mendapat pujian sebagai salah satu story arc X-Men terbaik. Dengan bermodal segepok aktor dan aktris papan atas, Days of Future Past berhasil membawa cerita tersebut ke layar besar. Adegan yang paling asik menurut saya adalah ketika Quicksilver datang sebagai penyelamat saat hendak membebaskan Magneto.


X-Men: First Class (2011)

Setelah film X-Men: The Last Stand–yang walau dibekali salah satu cerita X-Men paling populer, the Dark Phoenix Saga, kurang memuaskan–First Class menjadi kebangkitan seri X-Men. Hal ini sesuai dengan cerita yang membawa kita ke masa ketika Charlies Xavier belum dikenal sebagai Profesor X, dan Eric Lehnsherr belum dikenal sebagai Magneto. James McAvoy dan Michael Fassbender juga menghadirkan kualitas yang tidak kalah dengan Patrick Stewart dan Ian McKellen.


Mungkin ada yang heran kenapa saya tidak memasukkan Captain America: Civil War, Captain America: The Winter Soldier, Avengers: Age of Ultron, atau Deadpool di dalam daftar film superhero Marvel terbaik ini. Yah, karena menurut saya memang kurang memuaskan. Terutama Civil War dan Deadpool. Seharusnya konflik di Civil War lebih dalam dari itu. Sedangkan Deadpool, walau pun sangat populer, yaaah… ceritanya sangat klise dengan bumbu anggota X-Men yang kurang fungsional.

Untuk tahun mendatang, yang saya harapkan adalah the Guardian of the Galaxy vol.2, dan Logan. Melihat perkembangan Age of Ultron dan Civil War, saya jadi agak ragu dengan Infinity War. Komik Infinity Gauntlet memiliki banyak tokoh yang cukup bombastis dan memainkan peran penting. Sementara sejauh itu, tokoh-tokoh itu belum nampak batang hidungnya. Entah bagaimana Marvel akan mengolah ceritanya supaya memiliki bobot yang sama dengan di komik.

2 Comments

  1. Toss ama Ant Man -nya. Saya juga demen ama ama pilem Marvel yg ini. Diputer berulang pun ya masih asyik. Cerita antara ayah-anak di pilem yg ini menarik.

    Reply

Post Comment