Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

3 Alasan Resmi Ditutupnya Google+

Akhirnya salah satu platform dari Google, yaitu Google+ resmi ditutup pada tanggal 8 Oktober 2018 kemarin.

Melalui website resminya di www.blog.google, Google secara resmi memberitahukan bahwa mereka sudah menutup layanan media sosial mereka itu.

popculture.id

Setelah berkiprah di dunia internet selama 7 tahun, akhirnya Google+ menutup keeksistensinya pada tahun 2018  ini.

Ditutupnya layanan Google+ ini, tak serta merta tanpa alasan. Berbagai alasan sudah dipertimbangkan hingga akhirnya Google+ benar-benar resmi ditutup.

Penasaran apa saja yang menjadi alasan ditututupnya Google+? Di bawah ini adalah beberapa alasannya.

Pengguna yang semakin sedikit

Sumber Gambar : alphadigits.com

Sebagai layanan media sosial, tentu banyaknya pengguna platform tersebut adalah hal utama yang harus diperhatikan.

Lalu apa jadinya jika pengguna media sosial tersebut terlalu sedikit? tentu pelayanan dari Google+ tidak berjalanan dengan maksimal bukan?

Sebagai sebuah media sosial, Google+ harus menjadi tempat dimana pengguna bisa melakukan interaksi sosial sesama penggunanya.

Dengan adanya pengguna yang sedikit, membuat Google+ jarang sekali dijadikan tempat berinteraksi sesama pengguna.

Bahkan pada tahun 2014 kemarin, Google+ dikabarkan memiliki pengguna sebanyak 100 juta orang, namun ternyata hanya ada sekitar 3,5 juta orang yang menggunakan layanan ini.

Rata-rata pengguna hanya menggunakan Google+ kurang dari dua detik

Sumber Gambar : palembang.tribunnews.com

Alasan yang lebih parah lagi adalah pengguna Google+ hanya menggunakan layanan ini kurang dari 2 detik saja, bisa dibilang hanya membuka layanan ini kemudian langsung ditutup lagi.

Oleh sebab itu, ini menjadi salah satu alasan Google untuk menutup layanan Google+ ini. Bayangkan saja apa yang bisa dilakukan seseorang jika hanya membuka layanan ini selama 2 detik saja?

Bisa jadi seseorang tidak sadar telah membuka Google+ ini, kemudian ia segera menutupnya kembali,benar-benar parah bukan?

Data pengguna yang bocor

Sumber Gambar : Serambi Indonesia – Tribunnews.com

[irp posts=”58280″ name=”5 Besutan Produk dari Google yang Dinilai Gagal”]

Dan ini dia alasan kuat ditutupnya layanan Google+, yaitu data dari para penggunanya yang telah bocor.

Bahkan jumlah data yang bocorpun tidak bisa dibilang main-main, sebanyak 500 ribu data pengguna telah bocor.

Bocornya data pengguna ini menyebabkan protes hebat dari masyarakat. Dan tak disangka-sangka, ternayata kebocoran data ini sudah terjadi sejak 3 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2015 silam.

Bagaimana bisa hal ini tidak segera ditangani, dan terjadi selama 3 tahun lamanya. Harusnya Google sudah sejak awal mengumumkan kebocoran data tersebut, agar tidak bertambah banyak data yang bocor.

Namun kenyataannya Google justru baru mengumumkannya di tahun ini. akibat kebocoran ini memungkinkan ratusan aplikasi lainnya untuk mengakses informasi yang ada di akun pribadi pengguna Google+.

Efek dari kebocoran data ini tentu sangat merugikan para penggunanya, coba bayangkan bagaimana jika data pengguna yang bocor dimanfaatkan oknum lain untuk menebar kejahatan?

Wajar sekali jika banyak orang meminta layanan Google+ ini segera ditutup lantaran kecemasan mereka terhadap data pribadi mereka yang bocor.

Menanggapi perihal tersebut, akhirnya Google pun perlahan-lahan akan mulai menutup Google+ selama delapan bulan kedepan.

Dan rencananya Google+ akan benar-benar ditiadakan pada Agustus 2019 tahun depan.

Melihat Google+ akhirnya ditutup, adakah kenangan yang kalian miliki dengan adanya layanan ini selama 7 tahun terakhir?

    %d blogger menyukai ini: