3 Poin Penting Tentang Qualcomm yang Mungkin Terjadi di 2019

sd-what-is-qualcomm-20180220

Pada tanggal 30 Januari, Qualcomm telah mengumumkan hasil keuangan yang telah dicapai, yaitu untuk kuartal pertama di tahun 2019.

Pendapatan perusahaan tersebut sudah mencapai angka yang sangat fantastis, yaitu sebesar $ 4,8 miliar serta laba per saham non-GAPP miliknya mendapatkan $ 1,20.

CEO Steve Mollenkopf telah mengatakan bahwa pendapatan ini sudah sesuai dengan target perusahaan. Sementara dalam EPS telah mencapai $ 0,10 di atas titik tengah kisaran target.

Perusahaan mengharapkan pendapatan di kuartal kedua ini bisa diangka $ 4,4 miliar sampai $ 5,2 miliar, dengan EPS non-GAAP berkisar dari $ 0,65 hingga $ 0,75.

Dan di titik tengah rentang ini, perusahaan memperkirakan bahwa penurunan tahun-ke-tahun masing-masing mencapai 8% sampai 13%.

Dari hasil perkiraan di atas, apakah Qualcomm tetap bisa eksis di tahun 2019? Berikut ulasan selengkapnya:

Sumber Gambar : CNet

Smartphone Flagship Menjadi Kunci

Cristiano Amon adalah kepala bisnis chip di Qualcomm. Dan beliau telah menambah beberapa komentar terhadap tren di bisnis saat ini.

Seperti yang dikatakan oleh Google, kami melihat kelemahan di bagian bawah unit smartphone low spec. Namun kami terus mengembangkan campuran produk yang menguntungkan terhadap smartphone, dengan fitur yang lebih tinggi,” ujar Amon.

Ide Amon disini adalah bahwa smartphone kelas atas membutuhkan chip Qualcomm yang lebih canggih (lebih mahal). Hal ini akan membantu meningkatkan harga jual rata-rata perusahaan di chip tersebut.

Selain itu, Amon juga menambahkan bahwa Qualcomm berharap tren tersebut terus berlanjut. Hal ini juga menjadi momen penting terhadap peluncuran 5G kedepan, yang mungkin terjadi di akhir 2019 atau awal 2020.

5G Menjadi Harapan Baru Bagi Qualcomm

Eksekutif Qualcomm selama ini sering mengutip transisi industri smartphone, yang akan segera beralih ke teknologi 5G sebagai pertumbuhan utama dalam waktu dekat.

Oleh sebab itu tidak mengherankan jika, manajemen kemudian memberikan komentar terhadap topik selama proses wawancara.

Sementara itu, Mollenkopf juga memuji chip smartphone Snapdragon 855 premium Qualcomm yang akan datang. Rencananya, perangkat tersebut akan dipasang dengan modem eksternal perusahaan Snapdragon X50 5G.

Mollenkopf juga mengklaim bahwa platform tersebut mempunyai lebih dari 100 desain bagus, yang lebih unggul dalam hal pengembangan.

Tidak hanya itu, eksekutif itu juga mengatakan bahwa selama tahun 2019, Qualcomm mengantisipasi peluncuran jaringan 5G di Amerika Serikat, Jepang, Eropa, Cina, dan Australia.

Ada Celah Dibalik Kemunduran Apple

Seperti yang kita tahu selama ini, Qualcomm telah kehilangan bisnis chip modem Apple sepenuhnya. Hal ini dikarenakan perubahan siklus produk iPhone saat ini.

Hal tersebut juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penurunan pendapatan Qualcomm, tepatnya di kuartal pertama tahun fiskal 2019. Dimana Qualcomm mengalami penurunan penjualan chip hingga 15%.

Dan selama proses pendataan, Caso meminta manajemen untuk mengetahui bagaimana kinerja bisnis, namun tidak termasuk kerugian Apple.

Qualcomm benar-benar mempunyai posisi kuat dalam produk kami di tempat lain. Jika kita melihat adanya kelemahan dalam target ini, maka itu ada dalam produk kualitas rendah. Sebagian dari mereka adalah produk musiman dan menjadi refleksi ekonomi di Cina,” ungkap Caso.

Agar lebih memahami hal ini, kita harus paham bahwa smartphone yang dijual saat ini mempunyai rentang harga berbeda-beda.

Misal ada iPhone yang dijual dengan harga $ 999 untuk model kelas atas. Dan smartphone kelas menengah dengan harga $ 200 atau kurang, tergantung tingkat kecanggihannya.

Smartphone kelas atas biasanya menggunakan prosesor yang lebih kuat dan punya banyak fitur. Sedangkan untuk kelas rendah, cenderung mempunyai chip lebih lambat dan minim fitur.

Ada komentar?