Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

5 Besutan Produk dari Google yang Dinilai Gagal

Google adalah sebuah perusahan teknologi besar yang tak hentinya mengeluarkan produk-produk populernya. Berbagai  macam produk besutannya berhasil menguasai pasar teknologi, mulai dari Google Search hingga Android.

Google Search dan Android adalah produk Google yang sampai sekarang masih menjadi favorit masyarakat. Jadi tak heran jika Google mendapat julukan sebagai salah satu teknologi yang paling inovatif.

popculture.id

Namun dibalik produk-produknya yang selalu populer, ternyata ada juga produk besutan Google yang dinilai gagal. Tidak semua produk Google mendapat respon positif dari masyarakat.

Bahkan baru-baru ini salah stau produk Google yaitu Google+ dikabarkan akan ditutup karena memiliki bug yang membuat data penggunanya mengalami kebocoran. Sehingga banyak pihak yang merasa dirugikan dengan terjadinya masalah ini.

Selain Google+ ada juga produk dari Google lainnya yang dianggap sebagai produk gagal. Mesikipun terbilang perusahaan yang sangat canggih, tak menutup kemungkinn jika Google juga pernah menggarap produk yang  dinilai gagal.

Penasaran apa saja produk besutan dari Google yang dinilai gagal? Langsung saja ini dia ulasannya.

Google Lively

Sumber Gambar : Lifewire

Yang pertama adalah Google Lively, mungkin sebagian dari kalian masih asing dengan nama Google Lively ini.

Google Lively adalah dunia virtual yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini dibuat untuk membantu pengguna yang ingin berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu layanan Google Lively ini juga dapat digunakan untuk mengepresikan  para penggunanya secara berbeda didunia maya.

Setelah diluncurkan pada tahun 2008 yang lalu, ternyata Google Lively ini tidak begitu sukses, terbukti dari ditutupnya layanan ini di tahun 2008 juga.

Google Glass

Sumber Gambar : bladecreativebranding.com

Untuk yang kedua ini mungkin kalian tidak asing lagi dengan namnya, karena Google Glass digadang-gadang akan menjadi tren di masa depan dengan teknologinya yang canggih.

Namun kenyataannya layanan dari Google ini bisa dibilang sebagai produk gagal yang paling populer dari Google.

Diluar ekspetasi dari Google, ternyata produk ini mengalami masalah yang begitu banyak. Oleh sebab itu Google memilih menghentikan penjualan dari produk ini, sedangkan Google Glass sendiri baru diperkenalkan pada tahun 2012 yang lalu.

Google Buzz

Sumber Gambar : bustatech.com

Pada awalnya, Google Buzz ini dianggap sebagai cikal bakal terciptanya Google+.

Pada saat dirilis layanan Google Buzz ini diintergrasikan dengan Gmail, namun kenyataannya layanan ini justru memiliki masalah privasi yang sulit diselesaikan.

Dan pada akhirnya Google memutuskan menghentikan layanan Google Buzz ini pada Oktober 2011 silam.

Kemudian Google memilih Google+ sebagai penerus dari Google Buzz ini. dan terbukti Google+ berhasil bertahan hingga sekarang, walaupun kabarnya juga akan ditutup di tahun ini.

Google Video

Sumber Gambar : Google Blogoscoped

Rupanya sebelum akhirnya Google membeli YouTube, Google juga sempat memiliki layanan video streaming sendiri yang diberi nama Google Video.

Tapi ternyata Google Video tidak bertahan begitu lama, akhirnya Google memutuskan untuk tidak lagi menerima unggahan video baru pada tahun 2009 yang lalu.

Sebelumnya YouTube dan Google Video sempat menjadi layanan berbagi video yang terpisah, dan untuk mengurangi keribetan akhirnya Google Video resmi ditutup pada tahun 2012 silam.

Google Nexus Q

Sumber Gambar : Uncrate

Selanjutnya adalah Google Nexus Q, layanan ini dihadirkan untuk menjadi alat pemutar streaming media yang berguna untuk menghubungkan seluruh perangkat pintar di rumah.

Google Nexus ini diperkenalkan pertama pada konferensi pengembang di tahun 2012 yang lalu.

Namun sayangnya, Google Nexus ini belum sempat dijual di pasaran karena masih memerlukan begitu banyak pertimbangan.

Rencananya jika jadi dijual, layanan Google Nexus Q ini akan dibanderol dengan harga sekitar Rp. 4,5 juta.

    %d blogger menyukai ini: