5 Teknologi Populer yang Ternyata Buatan Orang Muslim

Saat ini telah ribuan teknologi yang ditemukan oleh manusia. Mayoritas teknologi yang ada di dunia, merupakan penemuan orang barat.

Namun rupanya, tidak semua penemuan yang saat ini digunakan manusia berasal dari negara barat. Tidak sedikit ilmuwan muslim yang sangat membantu kemajuan teknologi saat ini.

Berikut ini, 5 teknologi populer di dunia yang ternyata buatan muslim:

Jam

Sumber Gambar : Zikri Husaini

Pada awalnya, jam ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Al-Jazari. Al-Jazari berasal dari Diyarbakir, Turki Tenggara. Pria ini merupakan seorang muslim, sekaligus insinyur yang sangat terampil dalam menciptakan mesin otomatis.

Pada tahun 1206, Al-Jazari telah membuat berbagai jam dari berbagai bentuk dan ukuran. Hal tersebut bukan hal yang aneh.

Mengingat orang muslim membutuhkan jam untuk mengetahui kapan waktu Sholat wajib, dan kapan mereka harus mengumandangkan Adzan di Masjid.

Kamera

Sumber Gambar : Tribun Jogja

Ibn Al-Haitham merupakan seorang revolusioner optik. Beliau mengambil subjek yang tengah dibahas secara filosofis, dan mengubahnya menjadi ilmu aktual melalui eksperimen.

Beliau pernah menolak gagasan Yunani, perihal cahaya tidak terlihat yang memancar dari mata menyebabkan penglihatan. Sebaliknya, beliau justru mengemukakan bahwa penglihatan disebabkan oleh cahaya yang memantulkan objek, dan kemudian memasuki mata.

Ibn Al-Haitham kemudian menggunakan ruang gelap, dengan lubang jarum yang ada di sisi, serta selembar kain putih di sisi lainnya. Kemudian beliau memberikan bukti mengenai teori tersebut.

Cahaya yang datang melalui lubang, kemudian akan dapat memproyeksikan gambar terbalik, dari benda di luar ruangan pada lembar berlawanan.

Beliau kemudian menyebut hal tersebut sebagai ‘qamara.’ Dan qamara merupakan kamera obscura pertama yang ada di dunia.

Kopi

Sumber Gambar : Meet Doctor

Telah lebih dari dua ratus tahun lalu, banyak buruh di seluruh dunia harus bekerja keras. Tidak seperti sekarang, dimana orang bekerja lembur akan menggunakan bantuan kopi untuk menghalau rasa kantuk. Orang dulu justru bekerja keras tanpa bantuan kopi.

Hal tersebut terus berlanjut, hingga pada akhirnya ada orang Arab yang bernama Khalid. Pria tersebut menemukan substansi yang sederhana, namun dapat mengubah kehidupan saat ini.

Pada waktu itu, kambing-kambing Khalid tengah merumput di lereng Ethiopia. Khalid kemudian menyadari bahwa kambing miliknya dapat lebih kuat dan bersemangat, setelah memakan biji-bijian tertentu.

Pria tersebut kemudian mengetahui, bahwa biji-bijian yang dimakan kambingnya adalah biji kopi. Khalid tidak hanya memakan biji kopi, namun juga merebus biji kopi untuk menciptakan ‘al-qahwa.’

[irp posts=”1252″ name=”Melihat Waktu Shalat dan Arah Kiblat dengan we.Muslim”]

Parfum

Sumber Gambar : Face to Feet

Hampir semua menyukai parfum. Hal tersebut membuat banyak produsen parfum saat ini berlomba-lomba, untuk menciptakan parfum berkelas bagi pembeli.

Namun bila menelisik sejarah parfum, mungkin tidak disangka bila penemunya merupakan orang Muslim. Penemu parfum bernama Al-Kindi.

Sebelumnya, Al-Kindi dikenal sebagai seorang filsuf, apoteker, dokter mata, ahli matematika, fisikawan, ahli geografi, astronom, serta kimiawan.

Beliau pernah menulis tentang parfum, dalam buku “Book od the Chemical of Perfume and Distillations.” Buku tersebut berisi lebih dari seratus resep pembuatan minyak wangi, air aromatik, beserta salep.

Terdapat tradisi lama pembuatan parfum yang dilakukan oleh kimiawan Muslim. Mereka menggunakan metode distilasi, yaitu menyuling tanaman serta bunga untuk membuat parfum serta zat apotek terapeutik.

Musik

Sumber Gambar : Boombastis

Mungkin banyak penyanyi saat ini, yang belum mengetahui bahwa musik ditemukan oleh orang Islam pada abad ke-9.

Orang Muslim yang menemukan notasi musik untuk pertama kali adalah Al-Kindi. Dalam menggunakan notasi musik, beliau menamai nada dari skala musik dengan suku kata, bukan huruf. Hal tersebut kemudian dinamakan sebagai solmisasi.

Suku kata tersebut akan membentuk skala dasar dalam musik. Dan hingga kini manusia dapat akrab dengan do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Sementara itu, dalam alfabet Arab, solmisasi akan menjadi Dal, Ra, Mim, Fa, Sedih, Lam, Sin.

More Stories
Cara Mudah Transfer File Menggunakan Bluetooth