20+ Hal Menarik Tentang ASUS Zenfone 3

review asus zenfone 3

ASUS Zenfone 3 resmi diperkenalkan di Indonesia pada acara Zenvolution 2016 beberapa hari lalu, bersamaan dengan 12 produk ASUS lainnya. Zenfone 3 merupakan salah satu produk yang menarik perhatian saya, selain Zenbook 3 dan Transformer 3.

Nah inilah 6 hal yang membuat saya tertarik terhadap ASUS Zenfone 3.

zenfone-img_01

Desain Elegan

Hal pertama yang membuat saya tertarik dengan Zenfone 3 adalah desain yang sungguh berbeda dari versi Zenfone sebelumnya. Jujur saja, desain dari Zenfone 3 ini terlihat menarik dan elegan, berbeda dengan desain Zenfone sebelumnya yang terlihat membosankan. Desain yang tipis dengan lengkungan yang cukup pas, membuat ponsel pintar ini terlihat mewah dan mahal.

Full Glass

Desain yang elegan tidak hanya form factor-nya saja. Pemilihan material yang digunakan juga berpengaruh. Penggunaan kaca Corning Gorilla Glass yang membungkus keseluruhan device. Material full glass ini rumornya juga akan digunakan oleh Apple di iPhone 8 nanti. Buat para fashionista, Zenfone 3 sudah pasti akan masuk dalam kriteria.

desain-asus-zenfone-3

Selain itu, bagian depan yang biasanya terdapat logo ASUS, kini dihilangkan. Secara pribadi saya menyukai langkah dari ASUS, dimana itu membuktikan bahwa ASUS sudah percaya diri dengan merek mereka tanpa harus menempelkan logo di bagian muka.

Material premium

ASUS ZenFone 3 menggunakan metal dan kaca untuk sentuhan akhirnya. Dan menggunakan material alumunium yang biasa digunakan di industri pesawat terbang pada bazel yang melingkari bodi dari ponsel ini.

Variasi Warna

ZenFone 3 hadir dengan empat warna menarik untuk dipilih. Yaitu, Sapphire Black, Moonlight White, Shimmer Gold, dan Aqua Blue.

zenfone-3-color

Layar Jernih

ZenFone 3 hadir dengan dua jenis layar, yaitu 5.2 inchi dan 5.5 inchi. Kebetulan yang saya review adalah ZenFone 3 berlayar 5.2 inchi. Resolusi layar yang sudah full HD (1920×1080) dengan teknologi IPS mampu menghadirkan ketajaman dan akurasi warna yang bagus. Ditambah lagi, lapisan Corning Gorilla Glass-nya akan menjaga layar dari goresan benda-benda tajam.

RAM Mumpuni

Android membutuhkan RAM tinggi agar bisa digunakan dengan optimal. ZenFone 3 hadir dengan dua jenis, yaitu RAM 3 GB dan RAM 4 GB. Keduanya sudah sangat cukup untuk menjalankan OS Android dan banyak aplikasi sekaligus tanpa mengalami kendala.

Memori Internal Lega

Memori internal dari ZenFone 3 cukup lega, yaitu 32 GB. Dengan memori sebesar ini, kita bisa menginstall banyak aplikasi di memori internal. Hal itu berimbas pada performa aplikasi yang berjalan dengan mulus.

Mendukung micro-SD

Meski menggunakan teknologi hybrid, kita masih bisa menyusupkan microSD hingga 128 GB di ponsel ini. Jadi kalian tak perlu khawatir dengan banyaknya file foto atau video yang dihasilkan dari ZenFone 3

Dual-SIM

Jika kalian sudah cukup puas dengan kapasitas memori internal dari ZenFone 3, maka jatah slot micro-SD bisa kalian ganti dengan kartu nano SIM. Kalau saya sih, lebih suka menggunakan fungsi dual-SIM daripada micro-SD.

USB Type-C

Dengan menggunakan port baru ini, kita bisa melakukan transfer file dengan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Keuntungan lain dari USB Type-C adalah, kita ga perlu bingung untuk colokin kabel, karena bentuknya yang sama.

zenfone-3-usb-type-c

Baterai Awet

Lagi-lagi, ada dua versi baterai di ZenFone 3, yaitu kapasitas 2650 mAh dan 3000 mAh. Saya mendapatkan yang versi 2650 mAh. Pengalaman menggunakan, daya tahan baterai dari ponsel ini cukup lama. Dengan catatan, sinyal internet dari operator yang kalian gunakan stabil. Pemakaian sehari-hari (telpon, sms, email, sosial media aktif, Pokemon Go, Clash Royale dan Sim City, Chat), ZenFone 3 mampu bertahan seharian (kira-kira dari jam 7 pagi hingga 7 malam).

Charging Cepat

Saya bisa melakukan charging ZenFone 3 dengan cepat. 15 menit pertama, saya mendapatkan daya baterai meningkat sekitar 30%. Cukup untuk melakukan charging cepat. Untuk sampai pada daya 100%, dibutuhkan waktu tak lebohd ari 2 jam. Meski bukan fitur quick charging, charging cepat milik ZenFone 3 sudah cukup membantu.

4G-LTE

Saat ini, teknologi 4G-LTE sudah mulai merata di Indonesia. Dukungan terhadap jaringan 4G sudah menjadi pertimbangan tersendiri bagi kita untuk memilih ponsel. Apalagi, paket internet 4G lebih murah dan menawarkan banyak kuota.

Kamera Utama

ASUS berani menjual Zenfone 3 dengan tagline ‘built for photography’. Dengan lensa Sony Exmor RS™ IMX298 dan kemampuan sebesar 16 megapixel untuk kamera utama, hasil bidikan dari Zenfone 3 cukup memukau. Teknologi PixelMaster, aperture f/20, lensa pelindung menggunakan saphire, mendukung OIS dan EIS membuat kamera dari ponsel ini layak diandalkan. Kemampuan mengambil gambar dalam kondisi lowlight juga patut diacungi jempol.

kamera-asus-zenfone-3

Kamera Selfie

Kamera depan dari ZenFone 3 juga sudah mumpuni. Buat kalian pecinta selfie, ZenFone 3 sudah lebih dari cukup. Ditambah lagi, ASUS membenamkan fitur beautification untuk menjadikan foto selfie kamu terlihat lebih cantik.

Pilihan Mode Kamera

ASUS juga menyediakan dukungan software untuk menambah kemampuan dari kamera dengan ASUS Pixelmaster 3.0. Ada banyak mode kamera yang bisa kalian gunakan, yaitu Back Light (HDR), Low Light Mode, Real Time Beautification Mode, GIF Animation Mode, Panorama Selfie Mode, Manual Mode, Super Resolution Mode, Night Mode, Depth of Field Mode, Photo Effect Mode, Selfie Panorama, GIF Animation Mode, Panorama Selfie Mode, Miniature Mode, Time Rewind Mode, Smart Remove Mode, All Smiles Mode, Slow Motion Mode dan Time Lapse Mode. Banyak kan.

Video 4K

Selain mampu menghasilkan foto dengan kualitas bagus, Zenfone 3 sudah mendukung pengambilan video dengan reoslusi 4K.

Sensor sidik jari

Beberapa ponsel flagship saat ini sudah dibekali dengan sensor sidik jari. Rata-rata mereka menempatkan sensor ini pada tombol home. Zenfone 3 berbeda. Sensor sidik jari dari ponsel pintar ini terletak di belakang, di bawah posisi kamera. Bagi saya, itu penempatan yang sangat nyaman, karena  sesuai dengan kebiasaan ketika pertama kali mengangkat ponsel yang jari telunjuk menempel di belakang bagian ponsel.

zenfone-3-finger-print

Respon dari sensor sidik jari yang diberikan Zenfone 3 juga cukup cepat. Untuk membukanya, saya tidak merasakan lag atau delay. Ketika jari menyentuh sensor sidik jar, maka ponsel langsung siap digunakan.

Notifikasi LED

Bagi beberapa orang, fitur ini tidak terlalu penting. Tapi bagi beberapa orang lainnya, notifikasi LED ini cukup menarik sebagai gimmick.

Sensor Lengkap

Selain sensor sidik jari, ZenFone 3 hadir dengan banyak sensor lain, yaitu sensor Accelerator, E-Compass, Gyroscope, Proximity, Hall, Ambient light, RGB dan IR.

Masih Ada Audio Jack

Ha! buat kalian yang punya headphone mahal dengan jack audio 3.5 mm, jangan khawatir. Kalian masih bisa menggunakan headphone tersebut di ZenFone 3.

zenfone-3-jack-audio

ZenUI 3.0

Selama ini, hanya ada 3 tampilan Android yang saya suka, Google launcher, HTC Sense dan ZenUI. Pada ZenUI 3.0, saya merasakan tampilan yang lebih bersih dan rapi. Banyak pilihan kustomisasi yang bisa kita pilih, mulai dari themes, ikon hingga wallpaper.

Bloatware bisa dihapus

Hal yang paling menyebalkan di kebanyakn ponsel Android adalah hadirnya bloatware atau aplikasi bawaan yang terlalu banyak. Terkadang aplikasi-aplikasi bawaan tersebut berguna, namun seringkali, kita tidak membutuhkan kegunaan dari aplikasi tersebut. Di Zenfone 3, saya bisa menghapus aplikasi-aplikasi bawaan yang tidak saya inginkan.

Game Genie

Zenfone 3 sudah dibekali dengan fitur Game Genie, dimana kita bisa merekam layar dan bahkan menyiarkannya secara langsung melalui akun YouTube atau Twitch. Bagi saya yang memiliki blog, fitur ini sangat membantu untuk membuat tutorial aplikasi atau game dalam bentuk video.

Spesifikasi Zenfone 3

Model ASUS ZenFone 3 ZE552KL / ZE520KL / ZE520KL
CPU Qualcomm Snapdragon 625 octa core 64-bit 2GHz
GPU Adreno 506 650MHz
RAM 4GB / 4GB / 3GB RAM
Storage 64GB / 32GB / 32GB + 5GB ASUS Webstorage gratis
Micro SD Yes (up to 128GB)
Connectivity WIFI 802.11ac, MiMO Wi-Fi, Bluetooth 4.2, USB Type-C, Fingerprint sensor
Network GSM 850 / 900 / 1800 / 1900, HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100, LTE band 1 (2100), 2 (1900), 3 (1800), 5 (850), 8 (900), 26 (850), 28 (700), 39 (1900), 40 (2300), Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE Cat6 300/50 Mbps
SIM Card Micro SIM slot + Nano / MicroSD slot
Navigation GPS, AGPS, GLONASS, Beidou
Display 5.2” / 5.5” FHD 1920 x 1080, Super IPS+ display with 178’ wide view angle,  Corning Gorilla Glass 3 display
Video Video Recording MPEG-4 1080 @30fps, Playback MPEG-4 up to 1080p
Battery Lithium-Polimer 3.000 mAh / 2600 mAh non removable
Main Camera 16MP Sony Exmor RS IMX298, f/2.0, Laser/Phase Detection AF, OIS (4-axis), dual-LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR
Front Camera 8MP, f/2.0, 1080p
Sensor Fingerprint, accelerometer, gyro, proximity, compass
Audio Dual Microphone dengan Noise Cancellation, ASUS SonicMaster untuk suara lebih jernih dan bass lebih dalam dengan 5 magnet sound chamber
OS Android M with next-gen ZenUI 3.0
Dimension 146.9 x 74 x 7.7mm / 152.6 x 77.4 x 7.7mm
Weight 144g / 155g
Warna Ocean Blue, Moonlight White, Shimmer Gold

Itulah 6 hal yang menarik dari Zenfone 3 menurut saya. Tentu saja, Zenfone 3 bukan tanpa cela. Hal-hal yang saya butuhkan seperti quick charging dan NFC tidak ada disana. Selain itu, material dari kaca membuat hands-on dari Zenfone 3 ini terasa cukup licin. Agar lebih aman, kalian bisa menggunakan bumper atau case yang tersedia.

Namun kedua hal tersebut masih bisa ditutupi dengan fitur-fitur lain yang cukup membuat saya senang. Apalagi, harga yang dibanderol untuk Zenfone 3 sepadan dengan apa yang di dapat.

Tertarik dengan Zenfone 3? kalian bisa membelinya disini:

 

%d blogger menyukai ini: