Diskon VPN terbaik: Klik di sini

AMD Radeon Siap Tunjuk Aksi untuk Platform Streaming Game, Google Stadia

Peluncuran Google Stadia telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Google Stadia sendiri merupakan platform game besutan Google. Peluncuran Google Stadia dilakukan dalam ajang Game Developers Conference (GDC) di San Francisco, California.

Untuk bisa streaming berbagai game di cloud, maka butuh proses dan dukungan teknologi canggih untuk menghadapi berbagai tantangan dari datacenter.

Oleh karena itu Google akhirnya memilih perusahaan AMD untuk bekerja sama. Kerjasama yang dilakukan kedua perusahaan resmi dilakukan pada tanggal 25 Maret 2019.

Perusahaan AMD telah mengumumkan GPU AMD Radeon telah dipilih Google, untuk menopang kinerja Google Stadia yang berbasis Vulkan dan Linux.

Tidak hanya dipercaya untuk mentenagai Google Stadia, AMD juga mempelopori Google dalam pengembangan perangkat lunak, serta driver Vulkan berbasis open-source.

Sumber Gambar : Medcom ID

Pengembangan tersebut diharapkan bisa membantu para pengembang game, ketika mereka akan mengoptimalkan game baru dimasa depan.

Dengan memadukan DNA gaming dan teknologi datacenter yang sejak lama berkomitmen untuk platform terbuka, AMD menawarkan teknologi dan keunggulan unik yang memungkinkan pengalaman gaming cloud kelas dunia,” ujar Ogi Brkic, Corporate VP & GM Datacenter GPU Business Unit AMD.

AMD dengan senang hati bekerja dengan Google dalam upayanya untuk menghadirkan pengalaman bermain yang luar biasa bagi banyak pemain di seluruh dunia dengan keandalan dan kinerja tanpa kompromi yang mereka harapkan,” lanjutnya.

Kami telah bekerja sama dengan AMD selama bertahun-tahun dalam proyek ini, yang mengarah pada pengembangan GPU khusus dengan fitur dan kinerja terdepan untuk Google Stadia,” kata Dov Zimring, Lead Google Stadia Developer Platform Product.

Google dan AMD telah berbagi komitmen untuk platform open-source yang fokus pada Vulkan, driver open-source GPU Vulkan, dan tool optimisasi grafis berbasis open-source,” lanjutnya.

Kami senang melihat semangat inovasi dan kolaborasi yang ada di seluruh industri game dan berharap dapat merintis masa depan teknologi grafis dengan pengembang game, berbasis open-source,” jelasnya.

Sumber Gambar : Wall Street Nation

Datacenter GPU AMD Diklaim Punya Kinerja Tinggi

Game adalah suatu media penuh grafis. Oleh karena itu, untuk bisa streaming game dan dapat dijangkau jutaan pengguna dalam waktu terbatas, tentu butuh kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi.

Hal ini dibutuhkan demi bisa meminimalisir latensi, dan juga dapat memaksimalkan kinerja suatu game. Selain itu, dibutuhkan pula teknologi yang bisa mengatasi tantangan datacenter yang unik seperti skalabilitas, pengelolaan, hingga keamanan.

Datacenter berbasis GPU AMD Radeon diklaim memiliki kinerja sangat tinggi. Dan mereka mampu menawarkan beberapa manfaat untuk Google Stadia kedepannya.

Yang pertama adalah High-Bandwidth Memory (HBM2) generasi kedua, yang bisa meminimalisir penggunaan daya dalam desain yang sederhana.

Datacenter GPU AMD Radeon juga mempunyai fitur penting seperti proteksi Error Correcting Code (ECC). Fitur tersebut dapat membantu memastikan keaslian data.

GPU AMD Radeon menawarkan performa yang cepat, serta bisa diprediksi dengan menggunakan fitur keamanan untuk gaming berbasis cloud.

AMD Radeon sendiri adalah GPU berbasis hardware pertama di industri, yang dibuat menggunakan teknologi standar industri SR-IOV (Single-Root I/O Virtualization).

Kelebihan lain dari AMD Radeon adalah, mereka mampu mendukung berbagai platform game masa kini, seperti PC hingga konsol game.

Menggunakan Developer Tool yang Tangguh

AMD Radeon yang tangguh bisa membuat pengembang lebih mudah mengoptimalkan game mereka. AMD juga memberikan banyak pilihan untuk para pengembang.

Banyaknya pilihan yang diberikan oleh AMD, membuat pengembang lebih fleksibel dalam mengoptimalkan kinerja aplikasi berbasis GPU untuk platform open-source.

Hal ini dapat dibuktikan dari driver berbasis Linux dengan dukungan untuk low-level API Vulkan, yang memberikan kontrol luas untuk efisiensi, kinerja hingga kemampuan GPU AMD Radeon.

Sementara itu untuk driver AMD open-source Linux, menjadikan Google serta mitra pengembang bisa memeriksa kode, serta mempelajari cara kerja driver secara rinci.

Driver ini juga berisi berbagai komponen pencari aplikasi. Bersama AMD Radeon GPU Profiler (RGP), mereka akan memberikan akses informasi lengkap mengenai beban kerja yang ditangani oleh GPU AMD Radeon.

Selain itu, driver tersebut juga bisa mengidentifikasi waktu yang tepat untuk optimasi. Secara tidak langsung, pengembang dapat membuat aplikasi berkinerja tinggi untuk GPU AMD Radeon.

Tidak hanya itu, AMD Radeon GPU Profiler juga bisa membuat pengembang game bisa menampilkan aplikasi mereka ketika menggunakan GPU. Misal ketika grafis tengah menghitung grup thread yang mengakses GPU.

Dengan kemampuan ini, pengembang bisa mengetahui waktu yang tepat untuk mengoptimalkan game mereka di Google Stadia.

Selain itu RGP juga beroperasi dengan tool debugging grafis berbasis open-source RenderDoc, yang terkenal bisa memberi informasi secara real-time ke pengembang tentang rendering setiap frame.

Tidak hanya itu, RGP juga bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk debug serta frame profil selama proses pengembangan.

RGP memang dapat memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi pengembang game. Bahkan RGP juga bisa beroperasi dengan cara yang sama, dalam lingkungan virtualisasi seperti saat dijalankan di PC-client.

More Stories
Foto Macro Nokia Lumia