Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Inilah 4 Berita Hoaks yang Paling Menggemparkan Sepanjang 2018

Indri Penulis

Beberapa waktu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sudah mengindentifikasi 4 berita hoaks yang paling menggemparkan sepanjang tahun 2018.

Konten-konten hoaks tersebut memberikan berbagai dampak seperti keresahan, ketakutan bagi sebagian kelompok masyarakat, bahkan hingga ramai diberitakan banyak media massa.

popculture.id

Dalam halaman resmi Kominfo, Plt Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan, untuk mengindentifikasi kelima konten tersebut.

Berikut ini beberapa berita hoaks paling menggemparkan di tahun 2018:

Hoaks Penculikan Anak

Sumber Gambar : Pusat Informasi Anti Narkoba

Hoaks penculikan anak banyak beredar di media sosial seperti Twitter, Facebook serta WhatsApp. Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat, terutama orang tua yang mempunyai anak dibawah umur.

Di Twitter, hoaks yang beredar mengatakan bahwa pelaku penculikan anak sudah tertangkap. Dan pelaku dibekuk pihak berwajib di Jalan Kran Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tidak menunggu lama, berita tersebut langsung dibantah Kapolsek Kemayoran, Kompol Saiful Anwar. Beliau mengatakan apabila kebar penangkapan pelaku penculikan tidak benar.

Dia juga mengatakan jika laki-laki yang ada dalam video tersebut, merupakan tukang parkir yang mengidap penyakit jiwa.

Sebenarnya berita serupa tidak hanya di Kemayoran. Namun di beberapa daerah juga beredar kasus serupa, yang ditambah ilustrasi gambar bervariasi. Hoaks ini menjadi berita nasional yang sangat meresahkan masyarakat.

Hoaks Rekaman Black Box Lion Air JT610

Sumber Gambar : YouTube

Tentu kecelakan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat masih belum hilang dari ingatan kita. Berita kecelakaan pesawat tersebut banyak diperbincangkan berbagai ruang publik dan media sosial.

Selama pemberitaan tentang kecelakaan pesawat, banyak muncul video dan foto hoaks beredar. Kabar hoaks tersebut bahkan menimbulkan banyak spekulasi, serta keresahan di kalangan masyarakat.

Salah satu konten hoaks yang populer adalah, beredarnya video isi rekaman black box Lion Air JT610. Video tersebut berisi detik-detik Lion Air JT610 hilang kontak. Namun hal tersebut telah diklarifikasi Kominfo sebagai berita hoaks.

[irp posts=”53025″ name=”Atasi Berita Hoax, Facebook Gandeng Ahli Penerbit Berita”]

Hoaks Gempa Susulan di Palu

Kasus tersebut berawal dari pesan berantai yang beredar di WhatsApp. Pesan tersebut berisi gempa susulan yang akan terjadi di Palu. Seketika kabar tersebut sangat meresahkan warga Kota Palu.

Adanya berita hoaks ini berdampak langsung kepada korban gempa dan tsunami yang masih trauma. Dalam pesan berantai tersebut, tertulis bahwa Palu dalam keadaan siaga 1.

Informasi ini diperoleh dari seseorang yang bekerja di BMKG setempat, ketika selesai memeriksa alat pendeteksi gempa.

Pesan tersebut menyebutkan bahwa, akan terjadi gempa susulan berkekuatan 8,1 SR serta berpotensi tsunami besar.

Hoaks Ratna Sarumpaet

Sumber Gambar : Tirto

Berdasarkan pemantauan Kominfo, pemberitaan  penganiayaan yang dilakukan kepada Ratna Sarumpaet oleh sekelompok orang, pertama beredar di Facebook pada 2 Oktober 2018.

Kabar tersebut berasal dari akun Swary Utami Dewi. Unggahan tersebut juga disertai screenshot dari aplikasi WhatsApp, dan disertai foto Ratna Sarumpaet.

Konten tersebut kemudian menjadi viral di Twitter. Kemudian diunggah kembali, hingga dibenarkan oleh beberapa tokoh politik tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan, setelah mereka mendapat tiga laporan mengenai dugaan hoaks dalam pemberitaan tersebut.

Dan berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap bahwa Ratna tidak dirawat di 23 rumah sakit, serta tidak pernah melapor ke 28 Polsek di Bandung, dalam kurun waktu 28 September – 2 Oktober 2018.

Setelah kejadian yang disebutkan pada 21 September, Ratna rupanya tidak berada di Bandung. Kemudian hasil penyelidikan juga menunjukkan bahwa, Ratna sedang ke Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Jakarta Pusat, 21 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan keterangan dari polisi, Ratna melakukan perjanjian operasi tanggal 20 September 2018, kemudian dia tinggal di rumah sakit sampai tanggal 24 September.

Pihak kepolisian juga menemukan bukti lain, yaitu berupa transaksi dari rekening Ratna ke rumah sakit tersebut.

Dari beberapa konten hoaks tersebut, Ferdinandus menghimbau masyarakat untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu, sebelum menyebar informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    %d blogger menyukai ini: