FaceApp Dianggap Rasis Karena Ubah Kulit Hitam Jadi Putih

Indri Penulis

Halo Urban people, kalian pasti tau kan aplikasi foto terkenal FaceApp. FaceApp ini sangat populer di kalangan banyak orang karena punya filter unik yang tidak dimiliki oleh aplikasi lain, akan tetapi aplikasi asal Rusia ini bisa membuat wajah terlihat jauh lebih muda, lebih tua, atau mengubah wajah pria jadi wanita dan sebaliknya.

Yang menarik lagi dari aplikasi ini adalah ketika kalian memakai filter, biasanya foto pengguna masih bisa terlihat realistis dan tidak berubah seperti wajah aslinya.

Sayangnya, ada salah satu filter yang membuat pengguna merasa kecewa dengan FaceApp.

Filter tersebut dinamakan ‘hot’. Filter ini diklaim pengguna FaceApp bisa membuat wajah jadi lebih putih dan bisa mengubah fitur wajah mereka. Dan menurut pengguna, seharusnya filter tersebut membuat wajah orang terlihat lebih keren maupun lebih ‘hotter’. Bukannya menjadi lebih putih, mengubah bentuk wajah dan warna kulit.

Sumber gambar: Trending All Day

Selain itu, masih ada tanggapan lain dari pengguna yang kecewa dengan filter satu ini. Menurutnya, FaceApp telah memutihkan wajah orang berkulit gelap dan mengubah hidungnya sampai mirip dengan hidung pria Kaukas.

Pengguna ini kemudian mengunggah cuitan di Twitternya sambil mengunggah foto sebelum dan sesudah menggunakan filterhot’ dari FaceApp. “#faceapp isn’t just bad it’s also racist… Filter bleach my skin and make my nose your opinion of European. No Thanks”.

Bahkan ada sebuah tulisan di Twitter dari salah satu pengguna FaceApp, “#faceapp removes glasses and replaces eyes. With white people eyes”. Tulisan tersebut diungguh disertai dengan fotonya yang telah dimodifikasi oleh FaceApp.

Sementara itu dalam foto yang sebelumnya, wanita tersebut tengah mengenakan kacamata, berwajah putih dan juga mempunyai mata khas dari wanita Asia. Sedangkan foto setelah diedit menggunakan FaceApp memperlihatkan perubahan wajah yang cukup signifikan. Semula foto memakai kacamata, kacamata dihilangkan dan bentuk mata wanita tersebut menjadi seperti mata wanita Kaukas dengan alis yang jauh lebih tebal.

[irp posts=”41909″ name=”Cara Menggunakan Dua Filter Instagram Sekaligus”]

Perubahan lainnya adalah yang dialami oleh pria yang satu ini. Cukup mencengangkan memang. Dia mengunggah foto di Twitter dan menulis caption, “So i downloaded this app and decided to pick the “hot” filter not knowing that it would make me white. It’s 2017, c’mon guys smh #faceapp”.

Jadi awalnya dia punya kulit wajah yang gelap. Kemudian setelah menggunakan FaceApp wajahnya jadi lebih putih karena menggunakan filterhot’.

Dan bukan hanya melakukan protes lewat media sosial lho guys. Netizen kebanyakan juga memberikan komplain tentang rasisme dalam kolom review FaceApp di App Store.

Salah satu protes dari netizen untuk FaceApp seperti, “Semua yang ada dalam aplikasi ini memang hebat. Kecuali salah satu filter di dalamnya. Filter ‘Hot’ menjadikan orang berkulit gelap jadi berkulit putih. Aku rasa hal tersebut benar-benar rasis”. Tulis salah satu netizen dalam kolom review.

Menanggapi banyaknya protes dari netizen ke FaceApp, pihak aplikasi ini kemudian merilis permintaan maaf yang disampaikannya dalam salah satu media sosial.

“Kami sangat menyesal atas masalah yang sangat serius ini. Ini merupakan efek samping yang patut disayangkan karena jaringan dasar yang disebabkan oleh perlengkapan latihan yang bias, bukan sebagai tindakan yang disengaja. Untuk mengurangi masalah ini, kami telah mengganti namanya untuk meniadakan konotasi positif yang berhubungan dengan itu. Kami juga saat ini sedang mengerjakan perbaikan secara lengkap”. Tulis pihak FaceApp.

Tuduhan rasisme yang dialami oleh FaceApp ternyata sebelumnya juga pernah terjadi pada Snapchat. Hal tersebut karena filter yang menggunakan wajah orang Asia Timur. Orang Asia Timur sendiri mempunyai ciri khas kulit kuning serta mata sipit. Dan masih ada lagi fitur wajah Bob Marley yang selama ini dianggap sebagai ‘digital blackface’.

Itu tadi anggapan netizen yang menilai bahwa aplikasi FaceApp rasis. Pendapat orang tentu berbeda-beda dalam menyikapi hal ini. Lalu bagaimana menurut kalian? Apa kalian berpendapat sama dengan netizen lain?

    %d blogger menyukai ini: