Fitur Shorts Bakal Bisa “Comot” Audio dari Semua Video YouTube

Sebentar lagi pengguna fitur Shorts bakal bisa mengambil audio dari video YouTube apa pun. Bakal untung atau justru rugi nih?

Popularitas TikTok yang kian meningkat membuat berbagai perusahaan teknologi bikin aplikasi/fitur buat menyainginya, salah satunya YouTube dengan fitur Shorts-nya.

Fitur seumur jagung ini menawarkan cara kerja mirip TikTok. Kita dapat membuat video vertikal dengan beragam filter dan animasi menarik.

Meski tampak sama, namun YouTube Shorts masih punya kekurangan. Fitur ini hanya menyediakan playlist audio yang masih sedikit. Berbanding dengan TikTok yang daftar audio-nya sudah ‘bejibun’ (bisa dibilang inilah kekuatan terbesar TikTok).

Tapi TikTok sepertinya perlu sedikit waspada. Sebab YouTube mengumumkan kalau mereka sebentar lagi bakal memperluas fitur Shorts. Nantinya pengguna fitur Shorts bakal bisa mengambil sampel suara/audio dari semua video YouTube.

Fitur Shorts Bisa Ambil Audio dari Video YouTube

Untuk sementara, opsi anyar ini bakal tersedia di Inggris, Kanada dan beberapa negara Amerika Latin. Lanjut beberapa minggu yang akan datang, tools ini bakal diluncurkan ke wilayah lain.

Sebenarnya selama ini orang-orang sudah bisa mencicipi audio dari video Shorts lainnya. Cuma pembaruan ini bakal lebih memperluas ketersediaan audio.

Nantinya, kita bisa mengakses tools anyar ini di tombol “Create” (tombol buat bikin Shorts) di aplikasi YouTube seluler. Tombol ini bakal muncul di bawah video, tepatnya di sebelah tombol suka dan tidak suka.

Sumber : Google

Saat tombol itu diklik, kita akan menemukan opsi untuk mencomot audio video di Shorts. Sementara penonton Shorts bisa mengetuk label audio yang ada dalam video untuk kembali ke sumber aslinya.

Di sisi lain, opsi anyar ini rupanya menimbulkan polemik lho. Khususnya buat konten kreator yang sering bikin audio populer. Mereka khawatir dengan adanya opsi ini, karya mereka bakal gampang dicuri orang lain.

Untuk mencegah ‘pencurian’ terjadi, YouTube menyediakan sebuah kotak izin yang bisa dimanfaatkan sebelum pengguna Shorts mengambil sampel suara dari video YouTube. Hanya saja saat ini konten kreator perlu mengaturnya secara manual (alias satu per satu).

Namun Ketua Produk YouTube untuk Shorts, Todd Sherman, mengatakan kalau YouTube berusaha mengembangkan fitur tersebut agar konten kreator bisa melakukan penyeleksian massal.

%d blogger menyukai ini: