6 Game Terburuk di Tahun 2019 yang Tak Sesuai dengan Ekspektasi Para Gamer

Jika ada daftar game terbaik, sudah pasti ada daftar game terburuk bukan? Yah, mungkin tidak jelek sekali. Tapi bisa jadi jauh dari harapan semula. Kami akan membahasnya.

Bagi para gamer, hadirnya sebuah game baru yang terlihat begitu keren pasti akan disambut dengan antusias, akhirnya mereka menaruh harapan yang tinggi terhadap game-game tersebut.

Nah, ekspetasi yang terlalu tinggi akibat melihat trailer game yang terlau bagus, justru akan membuatnya sangat kecewa jika game tersebut tak sesuai dengan ekspetasinya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh game yang tak sesuai dengan ekspetasi para gamer. Sehingga bisa disebut game terburuk di tahun 2019.

Mobile Legends

Sumber Gambar : Mobile Legends

Penggemar Mobile Legends memang sudah tidak terhitung. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pemain Mobile Legends yang mencapai puluhan juta orang.

Namun disisi lain, Mobile Legends juga banyak dibenci orang. Selama ini Mobile Legends terkenal dengan Bocah AFK, komunitas toxic-nya, hingga Match Up yang tidak adil.

Tidak hanya itu, Mobile Legends memiliki terlalu banyak hero OP. Sistem pertandingan juga tidak adil bagi pemain baru, sehingga mereka kesusahan saat pertama kali bertanding.

Identity V

Sumber Gambar : PR Nordic

Game Identity V mengalami penurunan secara signifikan di Indonesia. Hal ini membuat Identity V seketika mendapat predikat game terburuk di tahun 2019.

Penurunan pamor Identity V karena koneksi dari server tidak stabil. Hal ini membuat pemain kerap mendapat lag, karena ping yang tinggi dan game tidak bisa dimainkan.

Fortnite

Sumber Gambar : Epic Games

Fortnite termasuk menjengkelkan karena tidak bisa diunduh bahkan dalam situsnya sendiri. Selain itu, game kurang bisa dimainkan di Indonesia karena server kurang stabil.

Fortnite banyak dinilai pemain sebagai game yang tidak adil. Hal ini karena pemain Mobile bisa bertarung dengan gamer PC atau Konsol, yang memiliki kontrol lebih mudah.

Dari awal perilisan sampai sekarang, masih banyak device yang belum di-support Fortnite. Hal membuat pemain harus membeli HP sekelas DEWA supaya bisa memainkan Fornite kapan saja.

Flying Face dari Instagram

Sumber Gambar : Wow Filters

Pengguna Instagram memang tengah ramai menggunakan Flying Face. Pengguna cukup mengedipkan mata untuk memainkan permainkan tersebut.

Tapi lama kelamaan hal ini justru terasa membosankan. Tidak hanya plagiat Flappy Bird, namun Flying Face juga menggunakan story feed orang lain.

AOV

Sumber Gambar : Garena AOV

Game ini disebut-sebut sebagai saingan terberat Mobile Legends. Tidak hanya populer, namun game AOV juga sama menjengkelkan seperti Mobile Legends.

AOV memiliki Ping tidak jelas, Bocah AFK, dan bug lain yang merepotkan. Hal yang menyebalkan adalah berbagai bug yang ada dalam AOV.

Salah satu bug di AOV adalah saat controller tiba-tiba tidak responsif. Hal ini membuat pemain cepat kalah, terlebih ketika war sedang berlangsung.

Brawl Stars

tips brawl stars moba
Brawl Stars

Brawl Stars adalah game MOBA buatan Supercell. Game yang kebanyakan berupa permainan 3v3 ini lumayan banyak memancing banyak peminat.

Namun beberapa permasalahan yang ada sejak rilis sapai sekarang masih ada. Lag dan stutter (padahal koneksi lancar), kontrol yang berpindah tempat, brawler (hero) dengan kemampuan tidak seimbang, dan matchmaking buruk mengacaukan permainan yang sebenarnya seru. Apalagi kemudian ditambah pemain yang trolling (tidak mau menang alias jadi traitor) dan kehadiran bot.

Terbukti dari rating yang aneh di Play Store. Elemen game (gameplay, kontrol, grafis) mendapat rating di sekitar 2,9 (dari pemain yang serius memberi review), tapi rating umum 4,5.

%d blogger menyukai ini: