Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Untuk Google Mail yang Lebih Teratur, Gunakan Inbox

atur google mail di inbox

Google Mail (lebih dikenal dengan Gmail) terkenal karena fitur pengaturan email-nya yang lengkap. Namun Google masih merasa belum cukup. Untuk itu, hadirlah Inbox, sebuah layanan Gmail untuk email yang lebih teratur lagi.

Ada dua hal mendasar yang bisa membantu memahami bagaimana menggunakan Inbox. Pertama, email akan secara otomatis dimasukkan dalam kategori-kategori. Lalu kedua, email diperlakukan seperti daftar hal yang harus dilakukan (to-do).

Mari kita bahas.

[junkie-alert style=”white”] Artikel terkait: Tutorial Dasar: Cara Buat Email Baru [/junkie-alert]

Google sudah mempelajari pola proses menerima dan mengirim email. Kita sering menerima email dari media sosial, konfirmasi tentang tiket pesawat, menerima promo, atau yang berhubungan dengan pekerjaan. Inbox akan secara otomatis mengelompokkan email dalam kategori. Dengan demikian, kita bisa dengan mudah melacak sebuah email. Yah, setingkat lebih maju dari penggunaan folder. Kita juga bisa membuat kategori sendiri, atau istilahnya bundle.

Inbox juga memberikan fitur seperti snooze / reminder, pin, menandai selesai (done) di tiap email. Mirip seperti aplikasi to-do kan? Inbox memang ditujukan untuk lebih meningkatkan produktivitas. Tiap email dianggap sebagai sebuah tugas yang harus segera diselesaikan. Kalau sudah ditandai selesai (done), email akan hilang dari inbox. Inbox yang kosong berarti semua hal yang harus dikerjakan (atau mendapat perhatian) sudah dilaksanakan.

Lalu ke mana email-email tersebut? Ya masuk ke dalam arsip kategori. Kita tinggal melihat ke dalam kategori yang bersangkutan untuk melihatnya.

tampilan google mail di inbox

Oya, perlu saya sebutkan, ketika kita memutuskan menggunakan Inbox, layanan Google Mail milik kita akan beralih dari Gmail ke Inbox. Jadi mungkin kalau kamu baru mexncobanya, bisa sedikit bingung. Tapi jangan kuatir, pilihan untuk melihat Gmail tetap masih ada.

Ada satu hal lain yang menarik untuk disebutkan. Kalau kita mau menulis/mengirim email baru (di lingakaran merah dengan tanda +), Inbox akan memberikan pilihan penerima. Ya, pilihan itu berdasarkan kontak yang sering berkirim email dengan kita.

Kalau kamu menggunakan Google Mail untuk berkirim email, Inbox adalah pilihan yang cukup menarik dibandingkan Gmail. Kalau semua email sudah tertata, kita tidak perlu melihat dinding daftar email lagi. Hanya email baru atau email penting saja. Dengan begitu kita bisa lebih fokus.

Apa ada kekurangannya? Hm, saya akui, saya sendiri masih dalam masa bulan madu dengan Inbox. Jadi masih membiasakan diri dan belum menemukan hal yang terlalu mengganggu.

Inbox bisa dibuka melalui browser. Kalian bisa membukanya di google.com/inbox atau di inbox.google.com. Kalau kalian menggunakan aplikasi Franz, Inbox juga tersedia di sana. Selain itu, aplikasi Inbox bisa digunakan di iOS dan Android.

[junkie-alert style=”white”] Artikel terkait: Franz: Banyak Aplikasi Chatting di Satu Tempat [/junkie-alert]

Apakah kalian tertarik mencoba Inbox sebagai aplikasi layanan Google Mail? Ataukah masih lebih suka dengan tampilan ala Gmail? Hm, pepatah lama mengatakan: ‘Coba dulu, baru beli’. Jadi, selamat mencoba.

Untuk pengguna mobile:

DOWNLOAD dari App Store

DOWNLOAD dari Play Store

More Stories
Cara Mudah Mengembalikan Data Yang Hilang di Laptop