Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

GPU Arm Immortalis – GPU Mobile Pertama Arm dengan Ray Tracing Berbasis Perangkat Keras

Indri Penulis

Arm resmi umumkan GPU Arm Immortalis untuk chipset seluler. Ini adalah GPU pertama dari Arm yang mendukung teknologi Ray Tracing berbasis perangkat keras. Selain itu, Arm juga turut mengumumkan GPU kelas bawah Mali-G715 dan Mali-G615.

GPU Arm Immortalis-G715 adalah GPU andalan terbaru Arm, yang menawarkan dukungan Ray Tracing berbasis perangkat keras yang dirancang untuk ponsel seluler.

popculture.id

Ini nih tantangannya. Ray Tracing terkenal bisa menyedot banyak daya dan energi di SoC. Tapi Ray Tracing di Immortalis-G715 cuma pakai 4% area inti-shader, sambil memberikan peningkatan kinerja lebih dari 300% lewat akselerasi perangkat keras.

Nah karena dalam pengumuman resminya baru-baru ini, Arm selalu menggembar-gemborkan Ray Tracing dalam kalimatnya. Kira-kira kamu udah tahu belum soal Ray Tracing?

Apa itu Ray Tracing? Ray Tracing adalah teknik grafis komputer yang menghasilkan pencahayaan dan bayangan realistis, dengan memodelkan jalur yang diambil dari masing-masing sinar cahaya di sekitar pemandangan. Pada dasarnya, Ray Tracing dirancang khusus untuk memberikan pengalaman gaming yang lebih realistis.

Sebelumnya, Arm sudah pernah menawarkan dukungan ray-tracing pada GPU Mali-G710. Tapi dukungan tersebut murni berbasis perangkat lunak. Sedangkan di kasus GPU Arm Immortalis, ini adalah pertama kalinya Arm menggunakan Ray Tracing berbasis perangkat keras dalam GPU yang dirancang untuk perangat Android.

Tapi walaupun Immortalis adalah GPU pertama Arm yang mendukung Ray Tracing di perangkat keras, tapi Immortalis bukanlah GPU pertama yang mendukung Ray Tracing ssecara langsung.

Sebelumnya, chipset Samsung Exynos 2200 juga pernah menyajikan kolaborasi built-in GPU dengan AMD, dan mendukung fitur Ray Tracing yang dipercepat untuk perangkat keras.

Nah karena Samsung dan Arm sekarang sama-sama ‘mendorong’ teknologi Ray Tracing ke perangkat seluler, bisa dibilang ini adalah berita yang cukup bagus buat penggemar game mobile. Pasalnya mau nggak mau, akan ada lebih banyak game Android yang mengadopsi dukungan Ray Tracing.

Di sisi lain untuk kemampuan lainnya, Arm Immortalis juga menawarkan kinerja tanpa kompromi. Desainnya dibangun di atas arsitektur Mali dan tersedia dalam 16-core. GPU ini juga diklaim mampu menyajikan peningkatan sekitar 15% dari GPU high-end sebelumnya, dan 15% jauh lebih hemat energi.

GPU ini juga mendukung Variable Rate Shading. Apa itu Variable Rate Shading? Variable Rate Shading adalah fitur grafis baru yang hadir di semua GPU modern. Teknologi ini mampu memberikan penghematan energi dan kinerja yang signifikan lewat pengoptimalan rendering.

Saat fitur ini aktif, area yang membutuhkan lebih sedikit fokus seperti bagian latar belakang akan dirender supaya terlihat lebih kasar. Sedangkan adegan yang butuh banyak fokus seperti perkelahian akan dirender agar kualitas visualnya tetap bagus.

Kapan GPU Arm Immortalis Rilis di Ponsel?

Lalu kapan GPU Arm Immortalis rilis di ponsel? Menurut keterangan Arm, kemungkinan besar ponsel pertama yang memakai CPU dengan Immortalis akan hadir secepat-cepatnya awal tahun 2023. Untuk CPU-nya sendiri, kemungkinan besar MediaTek yang akan menggunakan GPU ini. Pasalnya Qualcoom sepertinya masih betah dengan GPU Adreno internalnya.

    %d blogger menyukai ini: