3 Hal dari EA yang Membuatnya Dibenci Para Gamer

Sumber Gambar : beyond-gaming.net

Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas mengenai fakta buruk dari salah satu perusahan besar di Amerika. Yaitu Electronic Arts atau biasa kita menyebutnya EA.

Ternyata EA ini merupakan perusahan terburuk yang ada di Amerika, bahkan EA jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan.

Perusahaan EA ini seringkali berperilaku mengenaskan terhadap game-game buatan mereka sendiri, seperti yang dilakukan pada game Mass Effect: Andromeda dan Star Wars Battlefront 2 .

Kedua judul game tersebut adalah beberapa contoh dari sekian banyak gamenya yang rusak sendiri karena praktis bisnisnya yang terkenal ‘mata duitan’.

Hampir semua keputusan yang diambil terhadap game-game baru mereka, selalu memiliki akhir yang tidak baik dan semakin memperburuk reputasi perusahaan ini sebagai sebuah publisher besar.

Dan untuk mengetahuinya lebih lanjut, dibawah ini adalah beberapa hal terburuk yang pernah dilakukan EA hingga menyebabkan para gamer membencinya.

Pembunuh studio/developer

Perusahaan EA ini sangat terkenal dengan predikatnya sebagai ‘studio-killer’ yang mereka sandang selama ini.

Hampir rata semua studio atau developer berbakat yang telah dibeli EA, selalu berakhir ditutup tanpa adanya alasan yang jelas.

Beberapa contoh studio atau developer yang berhasil jatuh ditangan EA adalah Pandemic, Bullfrog, Mythic dan juga Visceral. Mereka semua akhirnya terperangkap kedalam jurang kesadisan EA.

Lalu lebih buruknya lagi,ketika EA sudah berhasil memiliki studio atau developer tersebut, ia dengan sengaja mengotak-atik kebijakan di dalamnya. Kemudian ia membuat segala sesuatunya menjadi lebih buruk.

Contoh halnya seperti ia memasukan microtransaction ke dalam game Dead Space 3, dan tu hanya memperburuk keadaan game tersebut.

Origin

Sumber Gambar : GameSim

Yang kedua adalah dengan diluncurkannya sebuah layanan penyedia game yang diberi nama dengan Origin.

EA dengan sengaja meluncurkan Origin sebagai layanannya mereka sendiri. Dengan tujuan setiap pemain dapat membeli game buatan mereka dan memainkannya melalui layanan tersebut.

Origin ini sebenarnya memiliki konsep yang hampir serupa dengan Steam, namun Origin ini bersifat lebih buruk dan cenderung memaksa.

Bagaimana tidak ?  dengan sifat buruknya tersebut, EA mencoba membatasi gamer agat tidak dapat menemukan game buatan mereka di layanan lain. Jadi secara otomatis para gamer hanya bisa memainkan game buatan EA di Origin saja.

Dengan keputusan seperti ini, tentu bisa dibilang sangat tidak masuk akal untuk diimplementasikan ke dalam bisnis industri video game.

Sikap EA ini benar-benar dianggap sangat tidak pantas, dan sangat terlihat jika mereka hanya mencari tambahan uang lebih banyak lagi.

Online-Pass

Sumber Gambar : Polygon

Untuk hal yang ketiga ini memang sebenarnya sudah dihilangkan dari EA, namun fakta pernah diterapakannya Online-Pass ini cukup membuktikan betapa buruknya EA di zaman dulu.

Secara sederhana, game dengan Online-Pass ini dibekali dengan kode yang hanya dapat diunduh satu kali saja, untuk dapat mengakses aspek multiplayer dari game-nya tersebut.

Ini berarti, ketika game tersebut dijual kembali, aspek multiplayer yang ada didalamnya seluruhnya terkunci dan tidak dapat diakses kembali. Benar-benar sangat licik kan?

Dan hampir semua judul game dari EA Sport, dibekali dengan fitur serakah seperti Online-Pass ini.

Bahkan lebih parahnya lagi, EA pernah benar-benar gila dengan menerapkan fitur Online-Pass ini ke dalam game Kingdoms Of Amalur: Reckoning, yang sebenarnya notabene dari game tersebut adalah game single-player.

Dengan adanya praktik-praktik binis yang licik dan mata duitan seperti beberapa hal diatas, tak heran jika game dari EA ini sangat dibenci para gamer.

Ada komentar?