5 Hal yang Bikin Sebuah Game Hancur

Indri Penulis

Hay Urban people, video game modern saat ini mempunyai grafis serta tampilan gameplay yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan game tempo dulu. Tapi, sayangnya kini ada banyak video game modern yang rusak karena ulah developer itu sendiri maupun gamer yang memainkannya.

Nah, daripada kalian penasaran dengan apa saja sih hal yang justru bisa bikin video game modern rusak. Mending simak penjelasan kami berikut ini.

[irp posts=”53409″ name=”5 Keunggulan Game Jaman Dulu vs Game Sekarang”]

Early Access Game

Ini merupakan sebuah istilah yang sering digunakan oleh developer untuk game buatannya yang belum siap seutuhnya, tapi sudah tersedia dalam marketplace seperti Steam.

Nah game yang belum siap ini sudah bisa diakses. Tapi keinginan developer menaruh game belum siap pakai ini di marketplace tidak jarang masih ada bug dan juga glitch di dalamnya. Tapi memang jika mengingat early access game sendiri merupakan game yang belum siap seutuhnya. Hal tersebut tidak masalah apabila gratis.

Tapi sayangnya saat ini ada banyak developer yang memasang game belum siap pakai di marketplace, dan tidak lupa mematok harga. Bukan hanya itu saja, ada juga developer yang memasang early access game berbayar di marketplace bertahun-tahun.

DLC (Downloadable Content)

Sumber gambar: Severus Games

Ini merupakan sebuah konten tambahan dari sebuah game yang hanya bisa kalian dapatkan dengan menggunakan uang asli. Jika dulu DLC menjadi sebuah konten yang hanya berisi cerita, namun kini DLC justru mirip seperti konten pelengkap yang berfungsi mengisi plothole dalam sebuah game.

Ya walaupun tidak semua game seperti itu, tapi kenyataannya hal tersebut sangat menjengkelkan untuk kalangan gamer. Hal itu bukan tanpa sebab. Karena untuk apa membayar game mahal-mahal tapi ternyata di dalamnya masih ada konten yang sengaja dihilangkan developer, kemudian dijadikan DLC untuk menambah pendapatan game tersebut. Menyebalkan bukan?

Cheat

Sumber gambar: Techno Buffalo

Hampir semua gamer yang memainkan game online sangat membenci cheater. Hal tersebut karena bisa merusak jalannya permainan yang lagi asik-asiknya. Bayangkan saja, disaat kalian, tim maupun musuh tengah berusaha untuk mendapatkan kill sebanyak-banyaknya justru cheater malah enak-enakan membunuh musuh dengan mudah. Hal tersebut karena cheat yang digunakan bisa membuatnya menjadi lebih kebal, atau dapat digunakan untuk melihat lokasi musuh, dll.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh si cheater ini tentu sangat meresahkan ya. Oleh karena itu, kini banyak developer yang melakukan berbagai cara untuk bisa mengatasi cheater. Tapi, sayangnya walaupun telah ada jutaan cheater yang di-banned tapi nyatanya mereka juga masih bisa muncul lagi dan lagi.

[irp posts=”53418″ name=”5 Kasus Balasan Developer untuk Gamers Curang”]

Microtransaction

Sumber gambar: Ultra GamerZ Zone

Ini merupakan praktek jual beli yang kerap dilakukan oleh developer dalam gamenya. Misalnya saja seperti menjual item, senjata, atau yang lainnya. Nah praktek yang seperti ini justru menjadi semacam virus dalam industri video game.

Kalian pasti sering menemukan game online terdapat microtransaction di dalamnya. Apabila praktek tersebut dilakukan dengan cara yang benar, tidak akan jadi masalah yang berarti. Tapi kini ada developer yang keterlaluan  dalam menerapkan sistem seperti ini. Bahkan gamenya juga terkesan memaksa kalian untuk membeli sebuah item dalam game atau kalian nanti akan kesulitan dalam bermain.

Tentu saja bermain game tidak jadi seru. Pada dasarnya saat kalian membayar game untuk bisa memainkannya, masa iya harus banyak membeli lagi item di dalamnya? Pasti kalian akan kecewa terlebih setelah mengetahui kalau game yang kalian bayar itu mahal tapi tidak mempunyai konten yang sepenuhnya utuh.

Gamer

Sumber gambar: Foundation Economic Education

Mungkin kalian percaya atau tidak, salah satu faktor utama yang bisa merusak video game modern adalah gamer itu sendiri. Nah karena gamer-lah yang berperan sebagai penentu dan pengarah kemana trend video game akan berlanjut nantinya.

Tapi sayangnya gamer saat ini terlalu tunduk dengan developer yang ingin meraup banyak keuntungan misalnya dengan adanya microtransaction. Percaya atau tidak, sistem jual beli semacam itu tetap berjalanan karena gamer yang masih mau memberikan uang mereka untuk bisa mendapatkan item dalam game yang seharusnya tidak perlu.

Karena bisnis seperti itu terbilang merugikan, ada banyak penggemar game yang tidak setuju dan bahkan memboikot gamenya. Misalnya saja yang dilakukan oleh fans Star Wars yang memboikot game Star Wars Battlefront II oleh EA.

Hal tersebut karena game ini mempunyai sistem microtransaction yang sama sekali tidak rasional. Bayangkan saja guys, jika kalian ingin bisa membuka setiap konten yang ada dalam game ini, maka kalian harus mengeluarkan uang hingga 20 juta rupiah. Tidak masuk akal bukan?

Itulah itu tadi beberapa hal yang justru bisa menghancurkan video game modern. Lalu bagaimana menurut kalian? Apa hal di atas bisa benar-benar menghancurkan video game modern? Atau menurut kalian masih ada faktor lain penyebabnya?

    %d blogger menyukai ini: