Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Indonesia, Pertaruhan Masa Depan BBM

 

Tak bisa dipungkiri, aplikasi chat BlackBerry Messenger (BBM) masih sangat populer di Indonesia. Dengan 50 juta pengguna lebih di Indonesia, BlackBerry mempertaruhkan masa depan perusahaan mereka di pasar tanah air.

Perusahaan asal Kanada tersebut paham benar, untuk bisa mengerti pasar Indonesia, mereka harus menggandeng perusahaan asal Indonesia pula, agar bisa lebih memahami apa keinginan pengguna BBM di Indonesia. Oleh karena itu, secara resmi, pada tanggal 27 Juni 2016, BlackBerry mengumumkan kerjasama mereka dengan Elang media Teknologi (Emtek).

Dalam press release yang di publikasikan di laman web resmi BlackBerry, kedua perusahaan tersebut akan bekerjasama untuk membuat aplikasi BBM baru yang berjalan di platform iOS, Android dan Windows Phone. BBM membuka API mereka kepada Emtek untuk bisa dieksplorasi lebih jauh agar bisa digunakan untuk menambah fitur-fitur dan layanan yang ada di aplikasi BBM.

Beberapa layanan yang mungkin akan di integrasikan oleh Emtek (yang memiliki beberapa aset dan portofolio penting) adalah layanan konten (musik dan video streaming, game, olahraga, kanal berita, blog selebriti dll), commerce (belanja, gift, kupon), booking film, travel, layanan kesehatan, pekerjaan serta keuangan (pembayaran, transfer dll).

Jika kalian pengguna BBm aktif, tentu beberapa layanan yang kami sebut di atas sudah bisa kita temui. Namun permasalahannya adalah, konten dan layanan yang saat ini ada kurang memiliki pendekatan lokal, entah dari penyajian ataupun isi kontennya sendiri. Sebut saja BBM Money yang sudah lama diperkenalkan, namun terlihat bahwa penetrasinya masih jauh dari harapan.

Mengapa Indonesia?

ikon bbmSudah jelas, jumlah pengguna aktif adalah alasan utama. Meskipun jika dibandingkan dengan pengguna total di seluruh dunia, jumlah pengguna BBM di Indonesia tidak ada apa-apanya, tapi jika ‘sedikit’ pengguna ini bisa di layani dengan baik, tentu hitung-hitungan keuntungan selalu ada.

Tak bisa dipungkiri, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang masih memiliki penetrasi pengguna BBM yang tinggi. Di negara lain, BBM sudah bersimpuh di hadapan aplikasi chat seperti WhatsApp, LINE, WeChat dan bahkan Telegram.

Jadi, jika di Jepang aplikasi chat identik dengan LINE, di Korea Selatan mayoritas menggunakan KakaoTalk dan di Tiongkok aplikasi WeChat menjadi brand, sepertinya Emtek dan BlackBerry akan menjadikan BBM sebagai aplikasi chat-nya orang Indonesia.

Apa nanti bakal muncul iklan ‘BBM, karya anak bangsa?’

Apakah langkah BBM menjadi aplikasi chat ‘orang Indonesia’ ini akan berjalan mulus? jika Emtek benar-benar tahu karakter para pengguna BBM, tentu hal ini akan mudah. Dengan menyatukan portfolio yang telah mereka miliki (SCTV, Indosiar, O-Channel, Nexmedia, Liputan.com, Vidio.com, Bola.com, Karir.com, Bintang.com dll) harusnya BBM versi baru ini akan memiliki konten lokal yang cukup menarik.

Mereka juga harus bisa mengakomodir para pelaku bisnis UKM yang sangat bergantung pada platform ini. Bisa menyediakan implementasi sistem pembayaran yang mudah pada mereka tentu akan menjadi nilai yang sangat besar.

Hal yang membuat WeChat sangat digandrungi di Tiongkok. WeChat bukan hanya sekedar aplikasi pesan saja, namun sudah menjadi sebuah platform yang bisa digunakan untuk melakukan pembayaran. Pasti menarik jika para pedagang online tersebut bisa mengirim dan menerima uang tanpa harus keluar dari aplikasi BBM.

Tantangan lain yang harus dihadapi oleh BBM adalah dari platform sejenis, yaitu LINE. Saat ini, mudah dijumpai anak-anak muda yang tidak memiliki PIN BBM dibandingkan dengan akun LINE. Tampilan yang segar, konten digital yang beragam, serta sudah terintegrasi dengan layanan lokal seperti Gojek, merupakan senjata ampuh untuk melawan para kompetitornya. terlebih, LINE sering memberikan penawaran berupa diskon secara rutin untuk penggunanya.

Nah mari kita lihat babak baru perang antar platform yang akan segera terjadi di Indonesia, BBM vs LINE, dengan WhatsApp dan Telegram yang mengintip untuk kemudian menikung keduanya.

Bagaimana menurut kalian? apakah kolaborasi Emtek dengan BlackBerry akan mengembalikan kejayaan mereka di Tanah Air?

UPDATE: BBM berhenti beroperasi pada bulan Mei 2019