Inilah Beberapa Alasan Harga Paket Internet di Indonesia Mahal

Sebagai salah satu pengguna internet yang aktif, tentu kalian pernah bahkan sering mengeluhkan harga paket internet yang mahal.

Memang tidak dapat dipungkiri, harga paket internet khususnya di Indonesia dianggap masyarakat mahal. Walaupun terdapat beberapa provider telah menerapkan tarif lebih terjangkau, namun tetap saja ada masyarakat yang mengeluhkan jaringan lelet, dan sebagainya.

Terlebih mahalnya tarif paket internet, tentu membuat para pengguna merasa kesal. Selain itu, harga paket internet yang mahal tidak sebanding dengan layanan yang diperoleh. Beberapa orang mungkin penasaran, alasan mengapa harga kuota internet di Indonesia begitu mahal.

Sumber Gambar : Dictio Community

Bagi kalian yang belum mengetahui hal tersebut, berikut telah kami rangkum 5 alasan harga paket internet di Indonesia sangat mahal, antara lain:

Biaya Infrastruktur yang Relatif Tinggi

Tentu internet tidak akan menjangkau ke suatu wilayah, tanpa adanya infrastruktur yang memadai. Hal tersebut rupanya menjadi alasan mengapa internet di Indonesia sangat mahal.

Mayoritas infrastruktur di Indonesia sangat mahal. Hal ini karena dibutuhkan banyak biaya, untuk dapat membangun suatu infrastruktur internet.

Terlebih pada wilayah Indonesia yang luas, tentu jangkauan internet yang dibutuhkan juga harus semakin luas. Hal tersebut menyebabkan biaya pembangunan infrastruktur semakin membengkak.

Bukan hanya itu saja, masih ada biaya untuk membayar tenaga kerja, serta pengeluaran lain yang tidak terduga ketika membangun infrastruktur internet. Biaya tersebut berkisar antara ratusan hingga miliaran rupiah.

Terdapat Biaya Operasional

Hampir sama dengan bisnis lainnya, tentu terdapat perusahaan penyedia jasa layanan internet yang juga membutuhkan biaya operasional. Hal tersebut dibutuhkan, agar perusahaan tetap bisa menjalankan bisnis.

Selain itu, biaya operasional yang dikeluarkan tidak sedikit. Beberapa diantaranya untuk gaji pegawai, perbaikan, perawatan infrastruktur, serta biaya lain untuk memastikan bahwa perusahaan tidak mengalami kerugian dan berjalan semestinya.

Tentunya, bila semakin besar perusahaan penyedia internet, maka akan semakin besar pula biaya operasional yang mereka butuhkan.

Mahalnya Biaya Sambungan Internasional

Mayoritas situs besar yang diakses pengguna internet di Indonesia mempunyai server di luar negeri. Beberapa situs besar tersebut antara lain Google, Twitter, Facebook, dan lain sebagainya.

Hal inilah yang kemudian membuat internet di Indonesia, harus tersambung dengan server luar negeri. Sedangkan biaya sambungan internasional sangat mahal.

Selama ini penyedia internet dapat mengeluarkan biaya hingga ratusan bahkan miliaran rupiah, supaya pengguna bisa mengakses berbagai situs internasional.

[irp posts=”41744″ name=”Tips Memilih Paket Internet dan Provider yang Baik”]

Semakin Menurunnya Pengguna Telepon dan SMS

Pada zaman ini, dapat dilihat banyak orang yang enggan menggunakan kartu prabayar untuk melakukan panggilan telepon maupun SMS.

Pengguna smartphone cenderung lebih suka menggunakan aplikasi chatting seperti WhatsApp dan BBM. Hal ini karena aplikasi chatting tersebut dinilai lebih murah dan fleksibel, daripada saat menggunakan telepon seluler dan SMS.

Bisa dibayangkan, ketika pengguna smartphone menggunakan layanan SMS, SMS yang dikirim ke orang lain akan dikenakan tarif, dan hal ini berlaku per-SMS yang dikirim.

Sementara itu, bila pengguna menggunakan aplikasi chatting, mereka dapat mengirim ratusan chat ke orang lain tanpa membayar dengan pulsa. Selain itu, aplikasi chatting juga menyediakan fitur telepon dan video call.

Berbeda dengan operator, layanan telepon dan SMS merupakan sumber pemasukan mereka. Otomatis ketika orang jarang melakukan panggilan telepon seluler dan SMS, maka mau tidak mau mereka harus menaikkan tarif internet agar bisa dapat keuntungan.

Biaya Hak Penggunaan Frekuensi yang Mahal

Setiap operator yang menggunakan spektrum frekuensi radio, maupun wireless dikenakan wajib bayar hak penggunaan frekuensi.

Biaya tersebut dibayarkan di muka, setiap tahun dan kemudian disetorkan ke kas negara, sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Yang memberatkan operator adalah, biaya tersebut sangat mahal. Apalagi untuk layanan internet GSM 3G atau CDMA EVDO.

Salah satu operator di Indonesia, Telkomsel setiap tahun setidaknya perlu mengeluarkan biaya ratusan miliar. Hal ini mereka lakukan untuk membayar biaya hak frekuensi pada pemerintah.

Itulah 5 alasan tarif internet di Indonesia cenderung mahal. Dengan informasi tersebut, semoga masyarakat dapat memahami operator, dan tidak menghujat mereka seperti pada kasus-kasus sebelumnya.

Semoga informasi tersebut bermanfaat, terima kasih.

%d blogger menyukai ini: