Inilah Deretan Game di Tahun 2019 yang Paling Diragukan

Mengincar antusiasme gamer tentu menjadi tujuan semua developer maupun publisher. Semua cara dilakukan agar bisa membuat tujuan itu tercapai.

Dimulai dari memperlihatkan gameplay demo yang sangat menjanjikan, pers rilis ratusan kali, hingga menebarkan iklan dimana-mana. Menantikan suatu game hingga membuat diri sendiri tidak sabar memang wajar.

Namun sayangnya tidak semua game yang dirilis dapat sesuai ekspektasi. Karena itulah muncul anggapan bahwa game yang ditawarkan terlalu mengumbar janji.

Selain itu, gameplay yang diperlihatkan terkesan monoton. Juga pengembangan game semakin lama tidak pasti kapan akan berakhir.

Berbagai game yang tidak sesuai ekspektasi sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Dan hal ini mungkin saja terulang di tahun 2019. Tahun ini seolah dipenuhi dengan game besar yang memancing rasa penasaran.

Walaupun termasuk game besar, namun beberapa game ini justru tetap memberikan impresi meragukan untuk saat ini. Inilah beberapa game paling meragukan di tahun 2019:

Rage 2

Sumber Gambar : YouTube

Avalanche Studios beberapa tahun ini memang lebih fokus dengan pengerjaan beberapa proyek sekaligus, daripada fokus dengan satu proyek saja.

Karena itulah gamegame yang mereka rilis beberapa tahun ini seolah punya potensi besar. Namun ketika sudah dieksekusi, justru game tersebut terkesan setengah matang.

Sebut saja game seperti Just Cauve dan Mad Max. Dan game Rage 2 dikhawatirkan akan terpuruk dalam lubang yang sama. Walaupun proyek kali ini merupakan kolaborasi dari studio mereka dengan salah satu developer ternama FPS, ID Software.

Bloodstained: Ritual of the Night

Sumber Gambar : Kickstarter

Game dipandang meragukan disebabkan hal yang menimpa Mighty No.9. Kedua game itu dibuat oleh developer ternama, sama-sama meminta dana dari penggemar, dan juga sama-sama mengalami penundaan berkali-kali.

Bloodstained: Curse of the Moon adalah game spinoff yang rilis lebih awal dari Bloodstained: Ritual of the Night. Game tersebut mungkin berhasil memuaskan rasa nostalgia bagi para penggemar terhadap Castlevania lama.

Tapi hal ini tidak menghentikan kesan skeptis dari proyek utama itu sendiri. Sebab dari yang ditunjukkan sampai saat ini, Bloodstained: Ritual of the Night tidak terlihat buruk. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan sebelum game rilis.

Shenmue 3

Sumber Gambar : Kickstarter

Shenmue merupakan game yang terlalu ambisius dalam menyatukan dunia nyata dengan film secara bersamaan. Dan hasilnya justru membuat Shenmue  terasa sangat membosankan.

Sedangkan untuk Shenmue 3 mungkin agak berbeda dengan kedua game seri pertamanya. Namun tetap saja Shenmue 3 mempunyai impresi buruk.

Bila dilihat dari trailer serta teaser yang sudah dirilis, Shenmue 3 memang masih terlihat meragukan. Dimulai dari model karakter yang terlihat seperti boneka, hingga masih sedikitnya gameplay yang disajikan.

Tidak hanya itu, animasi dalam game ini juga terlihat masih kaku, serta visual karakter masih terlihat outdated. Sementara keberadaan Yakuza sebagai suksesor franchise ini juga masih diragukan, apakah bisa membawa Shenmue 3 menuju kesuksesan atau tidak.

Anthem

Sumber Gambar : Instant-Gaming

Anthem merupakan game sci-fi yang berfokus pada looting, PvE dan grinding. Pada dasarnya game Athem hanyalah Destiny versi Boiware.

Sampai saat ini Anthem memang belum bisa memperlihatkan keunikannya. Dan Anthem justru terlihat seperti kembaran dari game besutan Bungie itu.

Selain itu, reputasi EA sebagai publisher game sampai saat ini memang dikenal gamer sebagai ‘mata duitan.’ Dan kemungkinan, hal tersebut tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Sementara itu Microtransaction sudah pasti ada dalam game Anthem. Walau sudah dikonfirmasi bahwa Microtransaction hanya semacam pelengkap, namun dapat diperkirakan jika EA akan masukkan lebih banyak monetisasi dalam game ini.

%d blogger menyukai ini: