Kenali Cara Kerja Insurtech Yang Mempermudah Pembelian Asuransi

Anom Penulis

Kemajuan teknologi berdampak pada seluruh bidang, termasuk asuransi yang kini hadir lewat insurtech alias insurance technology. Semakin berkembangnya teknologi dan perubahan pola perilaku konsumen, insurtech mengubah industri asuransi lewat inovasi teknologi digital.

Pasalnya, insurtech kini hadir sebagai proses pemasaran produk asuransi secara digital atau online.

Lewat insurtech, produk asuransi dan teknologi berkolaborasi untuk membantu masyarakat mengakses perlindungan asuransi, baik itu asuransi kesehatan, asuransi jiwa atau asuransi mobil dengan lebih cepat, mudah dan terjangkau.

Kehadiran insurtech semakin bisa mempermudah dan memperluas akses masyarakat terhadap asuransi.

Baik untuk mengetahui pilihan terbaik asuransi jiwa, hingga tahu lebih dalam premi asuransi yang dipilih.

Nah, buat lebih jelasnya mengenai apa itu insurtech hingga bagaimana cara kerjanya, mari simak dalam artikel berikut.

Mengenal Lebih Dalam Insurtech

Penyelenggara insurtech terdiri dari lembaga jasa keuangan dan atau pihak lain yang melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan, berbentuk badan hukum berupa perseroan terbatas atau koperasi.

Kehadiran insurtech semakin mendorong efisiensi bisnis asuransi. Sebab, dapat meminimalisasi beban operasional dan mempermudah proses underwriting, dan klaim.

Dengan insurtech dan digitalisasi, perusahaan asuransi dapat memberikan akses yang luas ke masyarakat, menyediakan produk asuransi sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta meningkatkan literasi keuangan dan asuransi masyarakat.

Meski begitu, insurtechs dianggap “mengganggu” model bisnis tradisional incumbent yang mengembangkan proposisi nilai pelanggan yang inovatif yang mampu menarik dan melibatkan klien.

Namun, insurtech menghidupkan rantai nilai perusahaan incumbent dengan menawarkan teknologi dan solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Penyelenggaraan Insurtech di Indonesia

Di Indonesia, insurtech dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu Corporate Venture, Indonesian Startup, dan Global Startup.

Corporate Venture adalah insurtech yang didanai atau dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

Sementara Indonesian startup adalah insurtech startup yang memerlukan pendanaan dari venture capital.

Dan terakhir, ada global startup yaitu insurtech dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Klasifikasi insurtech di Indonesia harus terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memasukkannya ke dalam klasifikasi Inovasi Keuangan Digital (IKD).

OJK membagi IKD ini ke dalam 19 kluster seperti aggregator, insurtech, claim handling, insurance broker marketplace, dan kluster-kluster keuangan lainnya.

Berikut beberapa contoh bentuk penyelenggaraan InsurTech :

1. InsurTech Aggregator/ Marketplace

Aggregator ini secara langsung menawarkan produk dan layanan asuransi kepada konsumen. Melalui Aggregator, calon Tertanggung dapat membandingkan harga, ketentuan, kebijakan dari berbagai produk dan layanan perusahaan asuransi.

Perusahaan InsurTech Aggregator tidak melakukan kegiatan underwrite, mengeluarkan kebijakan asuransi dan atau kontrak asuransi, namun hanya menyediakan platform untuk memfasilitasi transaksi (pasif).

Misalnya: Lifepal.co.id, Cekaja.com, Rajapolis.com, Pasarpolis.com, Premikita.com, Bukalapak.com, Tokopedia.com, dan lainnya.

2. InsurTech Intermediaries – Brokers/ Agents

Merupakan aggregator yang telah memiliki izin broker/agen asuransi yang harus memiliki perjanjian dengan perusahaan asuransi terkait wewenang dan tanggung jawab serta hak dan kewajibannya.

Intermediaries menjalankan bisnis (aktif) bertindak untuk para pihak dalam memberikan saran dalam memilih asuransi sesuai kebutuhan Tertanggung dan mengatur transaksi asuransi.

Misalnya: Futureready.com, Cekpremi.com dan www.premi.co.id.

3. The Full Stack InsurTech

Perusahaan yang memiliki izin penyelenggaran asuransi dan telah membangun platform digitalnya untuk memberikan pelayanan dan pengalaman unik kepada pelanggannya mulai dari promosi produk, penjualan, analisis risiko, pelayanan transaksi pembayaran langsung premi maupun klaim.

Misalnya: website perusahaan asuransi yang dapat diakses oleh calon Tertanggung yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara melakukan pembelian asuransi atau mengajukan klaim asuransi secara online.

Cara Kerja Insurtech

Terdapat berbagai pilihan jenis asuransi. Ada asuransi kesehatan, asuransi mobil, asuransi jiwa, asuransi properti, asuransi perjalanan, dan sebagainya.

Calon nasabah hanya perlu mengisi data diri secara online, lalu klik bandingkan untuk mendapatkan berbagai pilihan asuransi yang manfaatnya dapat sesuai dengan kebutuhan calon nasabah.

Setelah itu, polis asuransi akan dikirimkan melalui email secara langsung setelah melakukan pembayaran.

Dapat dikatakan, konsep pembelian asuransi ini mirip dengan konsep pembelian tiket atau hotel secara online.

Namun, yang namanya asuransi tentu akan selalu ada premi yang perlu dibayarkan tiap bulannya sesuai dengan ketentuan yang disetujui.

Besar premi ini disesuaikan dengan jenis, waktu, dan besar perjanjian uang pertanggungan yang akan diberikan nantinya.

Itulah penjelasan lebih dalam dan cara kerja insurtech. Semoga bermanfaat!

    %d blogger menyukai ini: