Jual Senjata dan Narkoba, “Facebook Marketplace” Tuai Pro dan Kontra

Facebook memang terbukti merajai jejaring sosial di dunia sejak tahun 2007-an. Diikuti dengan banyaknya media sosial lain yang muncul dan berkembang, Facebook tidak pernah lekang dan terus digunakan oleh masyarakat modern sekarang.

Salah satu yang banyak dibicarakan dan sudah dirilis yaitu layanan sosial platform yang bernama “Facebook Marketplace”. Mark Zuckeberg selaku pemilik Facebook sebenarnya sudah melihat peluang ini. Facebook ingin dirancang dan menjadi tempat jual beli online bagi para penggunanya. Facebook mencoba memanfaatkan peluang di internet dan menghasilkan pundi-pundi uang.

Jual-Beli di Facebook

Sumber gambar : Valuewalk.com

Berbicara mengenai “Facebook Marketplace”, jejaring sosial ini sebenarnya sudah dijalankan sejak tahun 2007, saat Facebook baru berdiri dan berhasil mengambil hati banyak orang. Awalnya fitur ini dianggap tidak berhasil, karena tidak semenarik pengguna jejaring sosialnya.

Sehingga di tahun 2009 facebook memutuskan menyerahkan operasional fitur ini pada startup Oodle, di tahun 2014 fitur ini resmi ditutup karena kurangnya peminat. Namun seiring berjalannya waktu banyak pengguna Facebook yang memanfaatkan medianya untuk mempromosikan barang jualan dan menawarkan pada teman-temannya. Apalagi lebih mudah mempromosikannya lewat media sosial dengan fitur share pada Facebook.

[irp posts=”53025″ name=”Atasi Berita Hoax, Facebook Gandeng Ahli Penerbit Berita”]

Grup-grup jual-beli pun banyak bermunculan begitu juga dengan fanpage sebagai fitur khusus berkumpul ternyata dimanfaatkan untuk transaksi jual-beli. Dengan adanya peluang tersebut, Mark Zuckeberg kembali menghidupkan fitur jual-beli. Di Tahun 2015 bulan Oktober, Facebook kembali merilis fitur bernama “Local Market”.

Setelah berjalan beberapa waktu, ternyata fitur baru ini mendapat respon positif dan semakin banyak pengguna yang memilih tempat ini untuk berjualan, di bulan Agustus 2016 Facebook kembali membesarkan local market menjadi fitur “shop”. Di sini para pengguna bisa secara khusus mempromosikan dan memajang produk jualan tanpa tertimpa oleh unggahan lainnya.

Pro dan Kontra Penjualan Facebook

Sumber gambar : HardwareZone.com.ph

Walaupun Facebook terbukti bisa membangkitkan fitur yang dianggap sudah mati, namun ada saja pro dan kontra dari fitur ini. Terlebih setelah Facebook di rilis dan digunakan oleh banyak masyarakat di dunia, tak jarang masalah terjadi, baik kasus kriminalitas, hal buruk dan lainnya. Tetapi banyak juga keuntungan yang dirasakan, mulai dari bertemu pasangan, berbincang dengan sanak saudara tanpa batasan dan lainnya.

Kontra dari marketplace timbul saat adanya aduan dari pengguna Facebook akan fitur ini. Ditemukannya penjualan senjata ilegal dari akun yang dipalsukan dan tidak bisa dilacak pada pembeli di seluruh dunia. Selain itu, ada juga penjualan narkoba berbagai jenis dengan harga yang bersaing dan membuat banyak pecandu narkoba semakin menyebar luas.

Begitu masalah ini mencuat, pihak Facebook langsung mengeluarkan pernyataan bahwa Facebook akan terhindar dari masalah sejenis ini dan penjualan akan dipantau langsung. Mereka akan memastikan untuk mengidentifikasi produk yang dijual sesuai dengan kebijakan yang sudah ada. Awalnya, Facebook mengalami masalah mulai dari akun yang terseret ke Deep Web sampai adanya kasus pengancaman karena penjualan barang-barang ilegal dan berbahaya ini terkendala.

Meskipun sekarang ini sudah tidak ada masalah lagi dalam penggunaan fanpage dan penjualan produk di Facebook. Namun beberapa orang menyatakan penjualan barang ilegal dan berbahaya itu masih saja ada, hanya saja mereka lebih banyak melakukan di area deep web sehingga sulit untuk dilacak atau dihilangkan.

Sekarang ini Facebook menjelaskan bahwa semua kembali pada pengguna internet dan Facebook untuk berhati-hati dan juga menghindari jual-beli yang menjebak. Mengingat sulit sekali menghentikan penjualan barang-barang berbahaya secara online.