Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Kamera Polaroid: Review FujiFilm Instax SQ1

Kamera Polaroid mulai menjadi tren, seiring banyaknya anak-anak jaman sekarang yang kembali menggandrungi tren klasik.

Buat yang masih asing, kamera Polaroid sendiri banyak disebut kamera instant atau kamera langsung jadi.

popculture.id

Kita bisa menjepret obyek dan hasil nya bisa langsung dicetak melalui kamera tersebut pada saat itu juga.

Dengan kembalinya tren klasik, peminat kamera yang pertama kali diciptakan oleh Edwin Land ini semakin meningkat.

Ketika saya membeli FujiFilm Instax SQ1 di salah satu toko offline di Jogja, penjualnya mengatakan bahwa series tersebut bisa terjual 5 unit per hari!

Informasi penjualan tersebut cukup mengagetkan. Saya tidak menyangka, ternyata minat membeli kamera Polaroid sebesar itu saat ini.

Kenapa Membeli Kamera Polaroid

Satu alasan saya, keinginan masa lalu!

Jaman saya masih sekolah dasar, saya pernah sekali dipinjami saudara untuk melakukan satu “tembakan” menggunakan kamera Polaroid.

kemudian, sama seperti anak-anak pada saat itu, keinginan untuk memiliki sebuah kamera Polaroid muncul.

Keinginan masa lalu tersebut masih terbawa hingga saat ini. Akhirnya kuputuskan untuk membeli FujiFilm Instax SQ1

Kenapa FujiFilm Instax SQ1

Sebenarnya, FujiFilm Instax SQ1 bukanlah pilihan pertama saat saya ingin membeli sebuah kamera Polaroid. Saat itu, saya lebih tertarik dengan Polaroid OneStep 2 karena desainnya mirip dengan logo Instagram jaman dulu.

Tapi setelah beberapa kali mencari tahu dan membandingkan beberapa jenis kamera instant, FujiFilm Instax SQ1 ini menjadi kamera Polaroid pertama saya.

Tentu saja, saya masih ingin membeli satu lagi kamera instant di masa datang.

Jadi kenapa memilih FujiFilm Instax SQ1?

Kamera Polaroid
Desain kotak nan jadul

Pertama, desain yang cukup klasik. Saya menyukai desain kotak dengan bulatan yang menonjol. Terkesan eye-catchy aja sih.

Adanya hand grip yang proporsional dengan tangan juga menjadi nilai lebih saat saya membandingkan dengan beberapa model lain.

Kedua, FujiFilm Instax SQ1 ini masih membawa pengalaman jadul kamera Polaroid.

Viewfinder harus kita intip, suara “cekrek” saat memencet tombol shutter, dan adanya layar kecil untuk menampilkan jumlah sisa film pada kamera merupakan beberapa hal “jadul” yang bisa saya dapatkan pada kamera ini.

Ada beberapa tipe kamera instant yang menyediakan viewfinder digital, penyimpanan internal dan aplikasi untuk editing sebelum dicetak. Namun, kesan tidak praktisnya inilah yang membuat saya suka.

Saya harus berhati-hati dalam memilih obyek, angle, dan momen saat ingin memfoto.

Ketiga, kertas filmnya mudah ditemukan. Nama besar FujiFilm yang identik dengan fotografi menjadikan ekosistem buatannya mudah untuk ditemukan.

Kertas film untuk kamera Instax SQ1 bisa gampang ditemukan di toko offline dan online. Jadi ketika kita kehabisan kertas film, maka tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkannya.

Review Kamera Polaroid FujiFilm Instax SQ1

Saya sudah menggunakan FujiFilm Instax SQ1 beberapa kali. Desainnya cukup besar, agak menyulitkan ketika ditenteng saat perjalanan. Jadi perlu tas untuk membawanya ketika kita jalan-jalan dalam waktu lama.

Handgrip nya nyaman saat digunakan untuk memfoto obyek. Membantu tangan tetap steady saat pengambilan gambar.

hasil kamera fujifilm instax sq1

Untuk hasil foto, terlihat mirip ketika kalian menggunakan filter pada Instagram atau Hipstamatic. Warnaynya bisa sangat berbeda dengan aslinya, terlihat lebih gelap. Maklum saja, namanya juga filter jadul.

Tidak ada fitur anti-shaking, sehingga tangan kita harus steady, tidak boleh goyang. Jika tidak, maka hasilnya akan blur. Sayang kertas filmnya.

Meski mengusung konsep jadul, namun FujiFilm Instax SQ1 menyediakan fitur dambaan banyak orang: selfie!

Kamera ini memiliki cermin yang bisa digunakan sebagai viewfinder jika ingin memotret diri sendiri. Jadi jangan khawatir, selfie masih bisa terlihat bagus.

boros tapi menyenangkan

Kesimpulan FujiFilm Instax SQ1

Bermain kamera instant memang tidak murah. Harga kertas film nya bisa ratusan ribu hanya untuk 10-20 lembar saja.

Maka dari itu kamera instant ini tidak bisa kita gunakan untuk kebutuhan harian.

Saat kalian traveling, kumpul keluarga, reuni atau momen-momen spesial lainnya, kamera instant ini bisa digunakan.

baterai kamera polaroid
Baterai CR2

Yang bikin sedikit kecewa adalah jenis baterai yang digunakan bukanlah baterai umum (tipe CR2) yang tidak bisa didapatkan di Indomart atau Alfamart.

Jadi jika kalian berencana menggunakan kamera tersebut untuk perjalanan yang cukup lama, pastikan untuk membawa baterai cadangan.

Jadi, kesimpulan pengalaman saya setelah beberapa lama menggunakan kamera Polaroid ini adalah: boros tapi menyenangkan!

    %d blogger menyukai ini: