Inilah 3 Kasus Cheat Terbesar di Turnamen eSports Tahun 2018

Tahun 2018 sebentar lagi akan berakhir. Selama tahun 2018, tidak sedikit pertandingan eSports yang diselenggarakan.

Dimulai dari turnamen dengan tier minor dengan total hadiah fantastis, sampai turnamen besar dengan total hadiah yang super fantastis.

Sebut saja seperti The International untuk Dota 2, sampai The Worlds untuk League of Legends, serta masih banyak turnamen seru lainnya.

Sementara itu, dari banyaknya turnamen eSports yang diselenggarakan, tidak sedikit peserta maupun pro player bermain secara ‘fair.’

Namun tidak sedikit pula pemain yang berlaku curang saat bertanding. Demi mengincar kemenangan, terkadang mereka menghalalkan berbagai cara. Misal seperti menggunakan cheat, maupun tindakan curang lainnya.

Hal tersebut dilakukan semata-mata demi kemenangan, juga agar bisa mendapat hadiah fantastis. Namun mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi dengan karirnya kedepan.

Tidak sedikit tim yang dengan tegas memecat pemainnya. Hal tersebut karena pemain tersebut terbukti menggunakan cheat.

Bukan hanya itu, karena kasus cheat tersebut, membuat komunitas sampai ikut memberikan suara. Yaitu berupa ujaran kebencian di dunia maya karena ulah para cheater.

Kasus kecurangan dalam pertandingan eSports memang kerap terjadi. Dan inilah beberapa kasus cheat dalam turnamen eSports selama tahun 2018:

NateHill serta FunkBomb – Turnamen Fall Skirmish Fortnite

Sumber Gambar : Dexerto

Peristiwa ini terjadi pada bulan September lalu. Ada dua pemain Fornite dengan nickname NateHill serta FunkBomb.

Kedua orang itu tengah mengikuti turnamen Fall Skirmish Fornite. Dalam kasus tersebut, tindakan curang yang dilakukan adalah stream snipe (mengintip) livestream resmi dari Epic Games.

Setelah itu, mereka berdua membeberkan informasi yang didapat kepada rekan satu tim. Tidak heran jika salah satu pemain bisa bermain dengan leluasa, karena sudah mendapat informasi dari rekan satu timnya tersebut.

Namun pada akhirnya, mereka terbukti melakukan tindakan curang. Sebagai akibat dari perbuatannya, NateHill dan FunkBomb didiskualifikasi.

Tidak sampai disitu, karena banyak penonton dan komunitas menginginkan mereka berdua untuk di-banned permanen dari game.

Nikhil ‘forsaken’ Kumawat, Optic India – Turnamen Counter Strike: Global Offensive eXTREMESLANDS

Sumber Gambar : VPEsports

Nikhil ‘forsaken’ Kumawat berasal dari tim CS:GO Optic India. Dia tertangkap basah ketika menggunakan cheat dalam turnamen LAN, dan menjadikannya buah bibir beberapa bulan ini.

Menariknya, cheat yang digunakan dia samarkan menggunakan aplikasi, yang biasa kita gunakan untuk mengetik, yaitu ‘Word.exe.’

Kecurigaan lain juga muncul pada saat admin turnamen melihat forsaken melakukan ‘alt+tab’, ketika turnamen tengah berlangsung. Hal tersebut dilakukan pada saat dia melawan tim Revolution.

Investigasi kemudian dilanjutkan, dan ditemukan ada sebuah aplikasi mencurigakan yang berjalan dalam background.

Agar tidak ada bukti, Forsaken tidak mau tinggal diam. Dia segera menutup program cheat tersebut dan menghapusnya.

Kemudian tim admin melakukan tindakan lanjutan lagi. Hingga mereka akhirnya berhasil menemukan aplikasi bernama ‘Word.exe’, yang memudahkannya untuk melakukan ‘aim.’

Karena kejadian tersebut, OpTic India terpaksa didiskualifikasi dari turnamen. Sementara tim Revolution berhak maju ke babak selanjutnya.

Tidak hanya sampai disitu, pihak OpTic India bahkan langsung memecat forsaken. Sementara komunitas yang geram, menuntut forsaken di-banned selamanya dari CS:GO.

[irp posts=”57440″ name=”4 Alasan Kenapa eSports Adalah Sebuah Olahraga”]

Tim Chinese Taipei – Kualifikasi Hearthstone Global Games

Sumber Gambar : RedBull

Tidak hanya game MOBA saja yang bisa dimanfaatkan pemain untuk berbuat curang. Karena game TCG seperti Hearthstone juga bisa dimanfaatkan pemain untuk berlaku curang.

Hearthstone Global Games menjadi salah satu turnamen besar, yang resmi diselenggarakan oleh Blizzard.

Walaupun masih dalam laga kualifikasi, namun Tim Chinese Taipei justru melakukan tindakan curang ketika melawan Tim Singapore.

Hal tersebut terbongkar ketika Tim Chinese Taipei memanfaatkan siaran live streaming, untuk stream snipe.

Mereka kemudian memberikan informasi ke rekan satu tim. Hal ini dilakukan untuk membantu tim mengambil keputusan.

Karena kejadian inilah, Tim Chinese Taipei harus didiskualifikasi. Berbeda dengan rivalnya, Tim Singapore justru berhak melaju ke babak selanjutnya.

%d blogger menyukai ini: