Inilah 4 Kasus eSports Menggemparkan di Indonesia Sepanjang 2018

eSports kini menjadi hal yang digemari banyak gamer. Bahkan karena mempunyai penggemar yang sangat banyak, digelar pula turnamen eSports di beberapa negara.

Dan salah satu negara yang menyambut antusias eSports adalah Indonesia. Ada banyak penggemar eSports yang ada di Indonesia.

Sepanjang tahun 2018, ada banyak hal menarik yang mewarnai dunia eSports di Indonesia. Baik itu hal menggembirakan, maupun hal yang kurang mengenakkan.

Berikut telah kami rangkum beberapa kasus eSports paling menggemparkan di Indonesia selama tahun 2018:

Kasus Kriminal Tim Head Hunter Cabang LOL

Perlu diketahui, bahwa tim Head Hunter terbilang cukup terkenal, dan sempat menjadi taring di ranah League of Legends dalam negeri.

Selain salah satu playernya yaitu ‘Cruzher’, berhasil terpilih menjadi pelatih tim League of Legends perwakilan Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2018 kemarin, Head Hunter nampaknya juga tidak terlepas dari kasus mengejutkan.

Adalah salah satu ex pemain Head Hunter, yaitu Malik “FakeFriend” Abdul yang sempat terlibat dalam suatu kasus kriminal.

Kemudian melalui fanspage resmi Facebook Head Hunter, mereka secara terang-terangan mengumumkan pelepasan Top Laner mereka, yaitu FakeFriend.

Hal tersebut terjadi karena FakeFriend melakukan suatu pelanggaran berat. Namun sayangnya, jenis pelanggaran dan kepada siapa dia melakukannya, tidak dijelaskan oleh Head Hunter secara detail.

Namun mereka menegaskan bahwa pelanggaran tersebut masuk sebagai kasus kriminal. Uniknya, kasus pemecatan tersebut mencuat satu bulan, setelah FakeFriends bertanding di Asian Games cabang League of Legends.

Potong Gaji Karena Recall Bigetron Melawan Aerowolf

Sumber Gambar : Revival TV

Dalam turnamen Mobile Legends Gameprime 2018, Jeel dari Tim Bigetron tiba-tiba mencuat. Hal tersebut dikarenakan tindakan tounting yang dilakukannya saat kompetisi berlangsung.

Kejadian tersebut bermula saat penghujung match, yang dilakukan di hari pertama antara tim Bigetron vs Aerowolf.

Saat itu, Jeel tiba-tiba melakukan recall di depan base musuh secara sengaja. Walaupun terlihat sederhana, namun hal tersebut tidak ditolerir oleh pihak manajemen Bigetron, yaitu timnya sendiri.

Hal ini dianggap sebagai tindakan taunting yang tidak terhormat. Dan sebagai balasannya, Bigetron juga melayangkan permintaan maaf secara terbuka melalui fans page mereka.

Namun sayang, postingan tersebut sudah dihapus pihak Bigetron. Dalam postingan tersebut, mereka menegaskan akan memotong gaji Jeel karena tindakan etis yang dia lakukan.

[irp posts=”62292″ name=”Inilah 3 Kasus Cheat Terbesar di Turnamen eSports Tahun 2018″]

Saling Gasak Player AOV saat Tournament

Sumber Gambar : YouTube

Poaching adalah hasutan kepada seorang player, yang dilakukan oleh player lain, owner maupun manajemen dengan maksud perekrutan.

Namun hal tersebut baru bisa disebut poaching, apabila player yang dihasut masih berada dalam kontrak tim lain, atau terdaftar di dalam Global Contract Database.

Kasus tersebut rupanya pernah terjadi dalam turnamen eSports Indonesia. Hal itu tepatnya terjadi pada 22 September ketika ASL Season 2.

Poaching yang terjadi melibatkan dua tim besar cabang game AOV, yaitu EVOS Esport dan GGWP.ID. Bermula ketika ada indikasi usaha perekrutan salah satu jungle milik GGWP.ID bernama Ilham Bahrul, oleh salah satu tim AOV bernama EVOS Esport.

Pihak GGWP.ID kemudian melaporkan kasus tersebut kepada pihak Garena. Setelah dilakukan investigasi serta pengumpulan bukti terkait, akhirnya EVOS terbukti bersalah.

Pihak Garena kemudian menjatuhkan hukuman verbal. Garena juga menegaskan, apabila kasus Poaching kembali terjadi, maka denda 100 juta sudah menanti pada pihak yang bersangkutan.

Cakar-cakaran Mobile Legends

Kasus ini menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat bagi banyak pemain Mobile Legends. Kasus tersebut melibatkan dua orang top global sekaligus veteran Mobile Legends.

Warpath serta Daylen merupakan dua orang top global, yang sempat bekerja satu tim di Saints Indo. Pada waktu itu di Balai Kartini sedang ada turnamen.

Konflik pecah saat terjadi adu mulut, hingga berujung saling tukar damage di dunia nyata. Konflik tersebut sebenarnya imbas dari pertikaian lama antara mereka berdua.

Dimulai dari pertikaian antar internal Saints Indo, sampai statement Warpath yang menuduh bahwa Daylen menggunakan Joki.

Namun kasus tersebut berakhir damai, dengan kedua belah pihak membuat video permintaan maaf. Mereka berdua juga berkomitmen supaya tidak terjadi kejadian serupa.