Kasus Hacking Data Mengerikan Sepanjang Sejarah

Indri Penulis

Beberapa waktu belakangan, Facebook tengah diterpa isu bocornya data yang melibatkan hampir 50 juta lebih data penggunanya. Sedangkan Mark Zuckerberg selaku pendiri sekaligus yang menggawangi media sosial paling populer ini juga telah memberikan ucapan maaf terkait insiden tersebut.

Selain Facebook, ternyata selama ini telah ada banyak insiden lain yang bahkan jauh lebih parah. Dan berikut ini kami telah merangkum beberapa insiden hacking yang paling mengerikan sepanjang sejarah buat kalian.

Dalam era digital saat ini, banyaknya isu kebocoran data pengguna memang telah menjadi perhatian khusus yang mendalam. Dan inilah beberapa kasus hacking mengerikan yang pernah terjadi, dilansir dari beberapa sumber terpercaya.

Anthem – 80 Juta Data

Sumber gambar: CBS Denver

Anthem merupakan sebuah lembaga asuransi kesehatan. Tentu saja sebagai lembaga asuransi kesehatan, mereka membutuhkan data pelanggan berupa nama, alamat serta tanggal lahir. Sayangnya, situs mereka pernah diretas di tahun 2015. Setidaknya 60 juta data pengguna telah berhasil diretas dan bahkan kian meningkat hingga 80 juga pada laporan terakhir. Cukup banyak bukan?

Rambler – 98 Juta Data

Sumber gambar: Businness Rander

Ternyata bukan hanya website berbahasa Inggris saja yang terkena serangan hacker. Rambler, sebuah website yang mirip dengan Yahoo namun berbahasa Rusia ini juga ikut terkena imbasnya. Situs ini sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sebanyak 98 juta data pengguna mereka telah diretas pada bulan Maret 2014 silam.

Sony Online Entertainment Service – 102 Juta Data

Sumber gambar: Latest News Explorer

Di tahun 2011 yang lalu, hacker mempunyai target untuk bisa meretas PlayStation Network yang saat itu terhubung dengan jaringan Sony Online Entertainment. Karena hal itu, sebanyak 102 juta data pengguna jadi sasaran hacker dan berhasil bocor. Hacker mengambil username, alamat, nomor telepon, serta email pengguna.

Target Stores – 110 Juta Data

Sumber gambar: Star Tribune

Untuk kasus Target Stores ini, hacker menyerang lebih dari 40 juta data. Dimana yang berhasil mereka retas itu merupakan data kartu kredit serta debit pengguna. Bahkan pada tahun 2014, Target mengkonfirmasi bahwa sudah lebih dari 70 juta data pengguna lain misalnya alamat, email, dan kontak ikut diretas. Mengerikan sekali ya.

Heartland Payment Systems – 130 Juta Data

Sumber gambar : Glassdoor

Yang selanjutnya adalah Heartland Payment Systems. Perusahaan ini melayani 250 ribu lebih bisnis yang ada di Amerika Serikat. Nah, hacker telah berhasil mengambil sebanyak 130 juta data kartu debit serta kredit dengan menggunakan malware yang sebelumnya ditanam dalam jaringan milik perusahaan tersebut.

Equifax – 145 Juta Data

Sumber gambar: KELOLAND

Pada bulan September 2017 yang lalu, Equifax dilaporkan telah mengalami kebocoran data. Setidaknya sebanyak 145 juta data pengguna telah menjadi korban. Hacker sendiri melakukan peretasan dengan mengambil informasi berupa tanggal lahir, alamat dan juga nomor identitas rahasia yang ada dalam perusahaan.

LinkedIn – 165 Juta Data

LinkedIn merupakan salah satu situs pencarian kerja yang sangat populer. Walaupun begitu, nyatanya situs ini juga masih rentan terkena serangan hacker. Buktinya, sekitar 6,5 juta akun pengguna telah menerima notifikasi bahwa ada penggantian password. Bukan hanya itu saja, bahkan dalam notifikasi tersebut menjelaskan bahwa akun mereka telah terinfeksi. Sementara untuk ratusan juta pengguna lain, belum dikonfimasi secara jelas oleh LinkedIn.

MySpace – 360 Juta Data

Sumber gambar: Rock Feed

Buat kalian nih yang dulu suka bermain media sosial bahkan sebelum adanya era Instagram seperti saat ini, pasti bakalan kenal dengan yang namanya MySpace. Tapi, sejak dikonfirmasinya 360 juta data hilang pada Mei 2016, membuat peminat dari media sosial satu ini kian berkurang. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa kebocoran data memang telah terjadi sejak pertengahan tahun 2000-an. Sayang sekali bukan?

FriendFinder – 412 Juta Data

Selanjutnya ada FriendFinder nih. Situs Ini merupakan suatu layanan dengan konten dewasa yang dulu pernah mengalami hacking data di tahun 2016. Data pengguna misalnya saja seperti username serta password walaupun telah terenkripsi dengan baik, tapi masih bisa diretas oleh hacker.

Yahoo – 3 Milyar Data

Yahoo telah menjadi salah satu penyedia layanan email yang dulu pernah mengalami kebocoran data paling besar sepanjang masa. Bagaimana tidak, hingga saat ini sudah lebih dari 3 milyar data pengguna Yahoo bocor. Kebocoran data itu dimulai sejak 2013 dan mereda di tahun 2016. Jumlah ini semakin meningkat semenjak ditemukannya 1 juta data pengguna yang di hack pada tahun 2013 yang lalu.

Nah itu tadi beberapa kasus hacking data paling mengerikan sepanjang sejarah. Zaman sekarang, era digitalitas memang kian maju. Tentu saja untuk isu keamanan data juga harus selalu ditingkatkan agar mendapatkan

    %d blogger menyukai ini: