Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

3 Konsep Teknologi yang Bermanfaat untuk Mengurangi Kerusakan Gempa

Sebagai warga negara Indonesia, tentunya kita tahu jika beberapa waktu yang lalu telah terjadi  gempa di Lombok, dan yang baru-baru ini gempa juga terjadi di Palu, Sulteng.

Duka yang teramat dalam memang sedang dirasakan masyarakat Indonesia, begitu banyak korban jiwa dan harta benda yang hilang akibat gempa yang terjadi di Indonesia ini.

popculture.id

Begitu banyak teori  yang mencoba menjelaskan terjadinya fenomena alam tersebut, dan salah satunya terkait juga dengan pemanasan global.

Para ilmuwan pun sudah banyak memikirkan teknologi apa yang dapat mendeteksi dan menghindari terjadinya bencana alam ini.

Meskipun tidak dapat dilakukan 100 persen, namun setidaknya para ilmuwan dapat menciptakan alat untuk meminimalisir kerusakan dari gempa.

Sampai saat ini sudah ada beberapa konsep teknologi yang setidaknya dapat diterapkan untuk bangunan-bangunan agar dapat bertahan terhadap gempa. Namun teknologi ini belum berfungsi sepenuhnya.

Dengan adanya berbagai perkembangan, diperkirakan teknologi ini dapat  sukses terus berjalan setelah beberapa tahun kedepan.

Ini dia konsep-konsep teknologi untuk mengurangi kerusakan gempa bumi.

Pondasi melayang

Sumber Gambar : Diary Arsitek – WordPress.com

Konsep pertama yang akan diiterapkan adalah pondasi bangunan yang akan dibuat melayang. Konsep teknologi ini pertama kali dikembangakan oleh para ilmuwan Jepang.

Sitem kerja dari pondasi melayang ini adalah, ketika gempa terjadi maka pondasi bangunan akan dapat terangkat secara otomatis.

Didalam konsep ini juga terdapatnya sensor yang akan mendeteksi sebuah gempa, sensor tersebut akan tersambung dengan kompresor udara. Dan kompresor tersebut akan memompa udara yang akan mengangkat pondasi, sehingga secara otomatis pondasi dan bangunan akan terangkat ketika gempa terjadi.

Dengan konsep seperti ini, maka diperkirakan akan dapat mengisolasi bangunan dari tenaga yang dapat menghancurkan. Dan saat gempa berakhir, kompresor yang ada didalamnya akan mati dan bangunan kembali seperti awal.

Penyerap goncangan

Sumber Gambar : Kaskus

Konsep yang kedua adalah penyerap goncangan. Sebenarnya konsep yang satu ini telah lebih dulu diterapkan pada mobil dan kendaraan yang lainnya, namun sayangnya pada bangunan masih juga belum diterapkan.

Sistem kerja dari konsep penyerap goncangan ini adalah  menggunakan sistem kerja hidrolik, yaitu ketika gempa terjadi maka getaran gempa akan disalurkan kepada penyerap goncangan, sehingga akan memperlambat dan melemahkan getaran magnitudo gempa, dengan demikian bangunan akan tetap aman.

Teknik yang diterapkan dari konsep ini diberi nama damping, dan biasanya teknik ini dapat kita temukan pada arsitek-arsitek modern.

Tenaga pendulum

Sumber Gambar : The Tower Info

Konsep selanjutnya yang harus diterapkan adalah tenaga pendulum. mungkin kalian pernah melihat cara kerja pendulum yang ketika digoyang-goyangkan sebagaimanapun dan pada akhirnya ia tetap saja kembali ke tengah.

Dan itulah konsep yang diterapkan para ilmuwan pada suatu bangunan untuk mengurangi kerusakan gempa yang terjadi. Konsep ini lebih khusus digunakan untuk gedung pencakar langit yang meiliki tinggi bak langit.

Ketika gempa terjadi, maka pendulum yang ada pada pondasi bangunanan akan bergerak melawan arah, sehingga mengurangi energi pada gempa.

Konsep  teknologi ini telah diterapkan untuk gedung Taipei 101, gedung ini memiliki tinggi 508 meter dan dilengkapi dengan jumlah lantai  yang sesuai dengan namanya.

Dengan adanya konsep teknologi seperti diatas, semoga segera dapat direalisasikan untuk seluruh negara maupun kota yang rawan akan terkena gempa bumi.

Mungkin teknologi ini tidak bisa 100% membuat korban atau bangunan terselamatkan, namun paling tidak dengan adanya teknologi canggih yang seperti ini, korban jiwa dan kerugian barang maupun bangunan dapat diminimalisir.

    %d blogger menyukai ini: