5 Alasan Mengapa Harus Membeli Smartphone Android Stock

bc01ab14139b8ee2773732c0999f801cd610fec4

OS Android dipakai oleh ratusan merek smartphone. Merek besar seperti Samsung, LG, dan Xiamoi berlomba-lomba memproduksi smartphone Android dengan kostumisasi OS dengan tujuan untuk memanjakan penggunanya.

Beberapa kustomisasi Android yang terkenal antara lain Xiaomi dengan MIUI, Huawei dan Honor dengan EMUI, Oppo dan Realme dengan ColorOS, Asus dengan ZenUI, hingga VIVO dengan Funtouch OS-nya.

Meskipun custom OS punya tampilan keren, nyatanya smartphone dengan Android stock tetap digemari banyak orang. Bahkan sebagian menyebut Android Stock tanpa kustomisasi adalah versi terbaik dari Android.

Buat yang belum pernah coba, ini dia alasan mengapa harus beli smartphone dengan Android stock. Penasaran? Yuk, simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Masalah keamanan

Sumber Gambar : androidauthority.net

Isu keamanan seperti malware sering menyerang perangkat Android. Untungnya Google menutupi celah keamanan dan malware pada Andorid tersebut dengan merilis security patch update secara berkala.

Kabar baiknya jika smartphone kamu menggunakan OS Android Stock maka rilis security patch update dapat segera kamu dapatkan.

Hal ini berbeda jika kamu menggunakan smartphone dengan OS Android Custom. Kamu harus menunggu terlebih dahulu dikarenakan pabrikan smartphone harus menyesuaikan rilis update dengan hasil kustomisasinya agar kompatibel atau cocok.

Upgrade sistem Android maupun aplikasi Google terbaru

Sumber Gambar : androidpcreview.com

Isu lain yang menerpa smartphone dengan sistem operasi hasil kustomisasi ini adalah lambatnya dalam mengadopsi upgrade sistem Android atau aplikasi Google terbaru.

Bahkan beberapa produsen smartphone tidak menggulirkan update OS sama sekali supaya kamu beli smartphone keluaran lebih baru.

Untungnya, smartphone dengan stock Android mendapatkan priotitas update dari Google. Liat aja smartphone Android One, meskipun murah tapi update software yang diberikan sangat cepat.

Tidak adanya aplikasi yang berfungsi ganda dan bloatware

Sumber Gambar : pxhere.com

Produsen smartphone meracik tampilan antarmuka sesuai standar mereka, bahkan menyertakan aplikasi yang otomatis terpasang pada smartphone. Aplikasi tersebut biasa dinamakan dengan bloatware.

Sebut saja misalkan untuk berselancar internet sudah ada Google Chrome. Namun, sistem operasi hasil kustomisasi juga menyematkan Internet Browser racikan mereka sendiri seperti Mi Browser (Xiaomi) dan Samsung Internet Browser (Samsung).

Selain itu, yang membuat kita kesal adalah kebanyakan aplikasi tersebut tidak dapat di-uninstall. Hal tersebut tidak akan kalian temukan jika menggunakan smartphone berbasis android stock. Hasilnya memori lebih lega dan tidak membebani kinerja RAM.

Performa lebih cepat dan kapasitas memori lebih lapang

Sumber Gambar : pixnio.com

Selain jarang dipakai, adanya bloatware pada smartphone hasil kustomisasi tentunya memberikan dampak pada berkurangnya kapasitas memori, hal tersebut tentunya akan mengurangi performa dari smartphone kamu sehingga lebih lambat.

Banyaknya aplikasi bawaan produsen ini akan memenuhi ruang penyimpanan smartphone, lebih menyeballkan lagi jika smartphone kamu tidak disertai dengan slot microSD.

Jika kamu menggunakan Android Stock, permasalahan di atas tidak akan kamu temukan. Pasalnya, kamu tidak akan menemukan bloatware yang akan menghabiskan jatah kapasitas memori. Alhasil, kapasitas memori smartphone kamu lebih lapang dan performanya lebih cepat.

Tampilan dan cara penggunaan yang mudah

Sumber Gambar : pxhere.com

Smartphone dengan Android Stock ROM dikenal minim kustomisasi dari sisi tampilan hingga cara pemakaian yang sangat sederhana.

Hal tersebut  tentunya tidak akan kalian temukan jika menggunakan smartphone Android Custom dari pabrikan tertentu.

Bagi kamu yang sering mengalami kesulitan mengoperasikan smartphone Android Custom, mungkin sekarang saatnya kamu mencoba beralih menggunakan smartphone Android Stock ROM.

Memilih sistem operasi pada smartphone Android tentunya membutuhkan pertimbangan. Salah satunya dengan memilih sistem operasi berbasis Android Stock yang tentunya menawarkan beberapa keuntungan.

Jadi, bagaimana pendapatmu? Apakah kamu tertarik mengganti smartphone-mu menjadi berbasis Android Stock?