Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Beginilah Teknologi Mengontrol Smartphone Dengan Pandangan Mata

Anom Penulis

Universitas Carnegie Melon mengembangkan cara mengontrol smartphone menggunakan pandangan mata dan gestur sebagai cara baru berinteraksi dengan perangkat. Bagaimana prosesnya ya?

Yah, sudah sejak lama mata menjadi salah satu obyek yang dipertimbangkan sebagai sarana interaksi dengan perangkat. Misalnya, dulu, Microsoft pernah menerapkan membaca retina mata untuk Windows Hello (sekarang kelihatannya lebih ke pengenalan wajah).

Sebagai sarana untuk melihat, tentu mata menjadi bagian yang langsung berhubungan dengan smartphone, obyek yang dilihat. Tidak heran kalau para insinyur kemudian berpikir bagaimana kalau mata juga bisa kita pakai untuk mengoperasikan smartphone.

Demikianlah Universitas Carnegie Melon mengembangkan apa yang mereka sebut sebagai EyeMU. EyeMU merupakan teknologi yang menggabungkan arah pandangan mata dan gestur gerakan tangan untuk mengontrol apa yang ada di layar smartphone. Misalnya memilih dan membuka aplikasi.

Software akan melacak arah pandangan mata pengguna dan mengubahnya menjadi kontrol kursor di layar. Pandangan mata akan menentukan titik fokus tindakan. Tim pengembang teknologi ini juga memanfaatkan Face Mesh tool buatan Google yang akan menambah akurasi pelacakan.

Kemudian gestur tangan akan menentukan tindakan lainnya. Misalnya menggerakkan ponsel mendekat akan membuka aplikasi atau menggerakka ponsel ke samping akan menutup notifikasi.

Kontrol dengan gerakan tangan seperti ini tentu bukan hal baru. Bagaimanapun sudah banyak game yang menggunakan sensor gyro yang membaca gerakan untuk melakukan kontrol. Sebut saja game balap seperti GRID Autosport atau game menembak seperti T3 Arena.

Dari apa yang terlihat, nampaknya cara mengontrol smartphone dengan pandangan mata ini lebih cocok kita pakai ketika memang sedang bersantai. Karena kelihatannya butuh waktu agar arah pandangan terbaca dan mengunci pada sebuah obyek.

Tapi kalau kamu tidak sabar, nampaknya jari masih tetap menjadi sarana yang paling efisien. Yah, perintah suara pun sejauh ini masih belum optimal. Toh, akan menarik melihat bagaimana teknologi ini berkembang nantinya.