Microsoft Word Bisa Ubah Audio Jadi Teks, Cocok Banget Buat Jurnalis!

Aplikasi Microsoft Word sekarang bisa mengubah audio menjadi teks. Fitur ini bakal mempermudah pekerjaan, khususnya untuk kalangan jurnalis.

Microsoft Word selama ini sering dipakai untuk keperluan pengetikan. Bisa dibilang, Microsoft Word adalah aplikasi pengetikan dengan fitur terlengkap.

Walau telah dibekali ratusan fitur, tapi masih ada satu yang belum dimiliki Microsoft Word. Yakni fitur untuk mengubah audio menjadi teks.

Namun sekarang ada angin segar bagi pengguna Microsoft Word. Karena aplikasi tersebut saat ini sudah memiliki fitur transkip audio.

Sumber Gambar : Microsoft 365 Blog

Fitur Microsoft Word untuk Ubah Audio Jadi Teks

Fitur baru ini diumumkan langsung oleh Microsoft pada tanggal 26 Agustus 2020. Microsoft mengatakan, fitur ini Word bisa mentraskripsikan suara (saat wawancara atau unduhan) menjadi teks.

Transkripsi ini bakal ditulis langsung ke dalam Word. Uniknya, setiap transkripsi akan diberi penanda waktu. Fungsinya untuk memudahkan pengguna memeriksa bagian yang mereka inginkan.

Sumber Gambar : Twitter/Instazood

Lalu bagaimana fitur ini bekerja saat ada banyak orang berbicara? Fitur ini cukup pintar kok. Word bakal mendeteksi semua suara yang ditangkap. Selanjutnya, Word akan membaginya menjadi beberapa transkripsi. Keren ya.

Karena masih baru, jadi fitur transkripsi Word masih punya beberapa batasan. Kalian hanya bisa mengunggah rekaman berdurasi maksimal 5 jam per bulan.

Selain itu, setiap unggahan dibatasi sampai 200MB. Oya, saat ini fitur transkripsi hanya mendukung Bahasa Inggris. Itu artinya, fitur ini hanya bisa mengubah suara berbahasa Inggris menjadi teks.

Tapi tidak perlu khawatir. Karena Microsoft kedepan akan menambah bahasa lainnya. Selain itu, batasan-batasan yang ada pada fitur ini perlahan akan dihilangkan.

Walau masih dalam kondisi terbatas, tapi fitur ini pasti sangat bermanfaat. Terutama untuk rekan-rekan jurnalis. Di mana mereka sering mengandalkan alat perekam audio, terlebih saat wawancara atau siaran pers.

Kalau wawancara atau siaran pers-nya cuma sebentar sih tidak masalah. Tapi kalau lama, pasti mereka butuh waktu lama untuk mendengar hasil rekaman dari awal sampai akhir.

Jika memakai fitur ini, jurnalis atau wartawan bisa langsung mendapatkan hasil wawancara. Mereka tidak perlu mendengarkan rekaman ulang audio. Inti dari wawancara atau siaran pers juga bisa dengan mudah disimpulkan.

Yah kita tunggu saja. Semoga fitur transkripsi audio ini bisa mendukung Bahasa Indonesia juga.

%d blogger menyukai ini: