MUI Keluarkan Wacana Game PUBG Haram, Begini Tanggapan Netizen

PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) merupakan salah satu game populer di dunia. Game battle royale ini telah dimainkan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

Namun lagi-lagi game ini tengah menjadi perhatian banyak pihak. Banyak pihak menyorot PUBG pasca terjadi penembakan brutal yang dilakukan oleh teroris, di dua masjid Selandia Baru.

Game berbasis online ini sempat disebut menjadi inspirasi pelaku teror dalam melancarkan aksinya. Dan informasi tersebut ditanggapi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Kini MUI Jabar tengah melakukan kajian secara mendalam, untuk menjadi dasar pertimbangan dalam mengeluarkan fatwa kedepan.

Tentu kita perlu teliti dulu tentang dampak dari game ini. Kami belum melakukan fatwa, tapi secara umum kalau (PUBG) berdampak merusak jadi tidak boleh. Akan kami pertimbangkan untuk membuat fatwa demi menutup kejahatan,” kata Ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei.

Sementara itu Sekretaris MUI, Rafani Achyar juga menjelaskan wacana mengeluarkan fatwa haram itu bermula dari aksi teror di Selandia Baru. Menurutnya, pelaku melakukan aksi teror karena terinspirasi dari game PUBG.

Ternyata pelaku (teroris Selandia Baru) ini terinspirasi oleh game PUBG. Ini tentu jadi fenomena menarik jika PUBG dapat melahirkan tindakan (keji). Menarik dikaji untuk game ini,” ucapnya.

Sumber Gambar : YouTube

Selain itu, MUI pusat juga turut merespon wacana fatwa haram yang pertama kali diajukan oleh MUI Jabar. Oleh sebab itu, MUI pusat kemudian turut melakukan kajian mendalam terkait informasi ini.

Kita akan lakukan kajian mendalam tentang konten, serta dampak yang ditimbulkan game PUBG. Saya sudah berkomunikasi dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi terkait masalah ini,” ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh.

Tidak hanya MUI, Gubernur Jawa Barat, Ridwal Kamil juga turut mendukung fatwa haram MUI terhadap game PUBG. Sosok yang terkenal gaul ini mengutarakan bahwa, fatwa tersebut ia dukung untuk bisa melindungi masyarakat.

Selama tujuannya untuk melindungi masyarakat, melindungi umat, saya selalu mendukung,” kata Ridwan Kamil, di Gedung DPRD Jabar.

Sementara itu ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari juga turut angkat bicara mengenai fatwa MUI tentang PUBG. Dia menilai bahwa fatwa tersebut diperlukan, apabila PUBG memang bisa menginspirasi seseorang melakukan kejahatan.

Permainan atau game dan sebagainya, jika terus menimbulkan inspirasi melakukan kejahatan maka saya kira perlu,” kata Ineu Purwadewi.

Game PUBG sendiri pertama muncul pada Maret 2017. Mengusung tema battle royale, pemain harus menghadapi puluhan lawan untuk dapat menjadi pemenang.

Game ini berhasil mendulang kesuksesan pada platform PC serta konsol. Hingga pada akhirnya Tencent Games merilis PUBG dalam versi mobile pada awal Februari tahun lalu.

Dan rupanya wacana MUI untuk mengeluarkan fatwa haram untuk PUBG mengundang beragam respon dari netizen. Berikut ini beberapa reaksi netizen mengenai wacana fatwa haram game PUBG:

Tidak dipungkiri, PUBG memang punya andil besar dalam perkembangan dunia eSports di Indonesia, selain Mobile Legends. Hal ini diutarakan oleh salah satu netizen.

Pertimbangan fatwa haram PUBG memang menimbulkan banyak perdebatan. Hal ini diutarakan oleh akun @yunazfitra di bawah ini. Penggemar game Subway Surfers ini menjadi suka loncat-loncat di rel kereta api.

https://twitter.com/yunazfitra/status/1108622004314230785

Reaksi yang diberikan oleh netizen bernama @tariSambra ini memang sedikit menggelitik. Sebab dia turut menganalogikan kejadian di alam baka nanti jika seseorang bermain PUBG.

Kalau netizen yang satu ini membandingkan PUBG dengan game lainnya. @DimasFthL memaparkan bahwa pelaku penyerangan lebih dulu terpapar paham radikal sebelum melakukan aksi teror.