Pertama Kali Dalam 1 Dekade, Netflix Kehilangan Banyak Pelanggan!

Indri Penulis

Pertama dalam 1 dekade, Netflix melaporkan jika mereka telah kehilangan banyak pelanggan selama kuartal pertama (Q1 2022).

Aktivitas streaming film/acara favorit sekarang bukan hal yang sulit diakses. Dengan model koneksi internet dan uang, kamu bisa menikmati berbagai konten menarik di layanan streaming film dan serial.

Btw, ngomongin soal layanan streaming konten dan film populer, nama Netflix mungkin akan pertama muncul di benak banyak orang. Maklum saja, Netflix adalah raksasa layanan streaming film dan serial terpopuler di dunia. Apalagi sejak Netflix menginvestasikan banyak dana buat bikin drama dan film Korea, beuh pengguna Netflix langsung mengalami lonjakan yang signifikan.

Netflix Kehilangan Banyak Pelanggan

Baru-baru ini ada satu fakta mengejutkan tentang Netflix nih. Jadi beberapa waktu lalu, Netflix merilis laporan pendapatan mereka di kuartal pertama tahun 2022. Dalam laporan tersebut, Netflix kehilangan 200.000 pelanggan selama kuartal pertama 2022. Nah yang cukup mengejutkan, ini adalah pertama kalinya Netflix kehilangan banyak pelanggan selama 1 dekade terakhir.

netflix kehilangan banyak pelanggan

Dilansir dari Reuters, penurunan pelanggan juga diprediksi akan mengalami peningkatan hingga 2 juta orang dalam 3 bulan ke depan, terhitung dari bulan April – Juni 2022.

Jumlah pelanggan Netflix dilaporkan turun dari 221,84 juta menjadi 221,64 juta selama periode bulan Januari sampai Maret 2022.

Padahal sebelumnya jumlah pelanggan Netflix diprediksi bakal mengalami peningkatan sampai 2,5 juta di periode tersebut. Jadi penurunan yang cukup signifikan ini benar-benar ‘kejutan’ yang sama sekali nggak terduga buat Netflix.

Apa Penyebabnya?

Nah kamu mungkin penasaran, kira-kira apa yang menyebabkan Netflix bisa kehilangan pelanggan sebanyak itu kan?

Jadi dalam laporan pendapatannya, Netflix mengatakan kalau setidaknya ada 4 faktor yang membuat mereka kehilangan banyak pelanggan dan angka penjualan mengalami penurunan. Keempat faktor tersebut diantaranya:

Pertama, Netflix mengatakan kalau laju pertumbuhan ke pasar utama mereka (home broadband), sebagian bergantung pada faktor yang tak bisa mereka kendalikan secara langsung. Contohnya penggunaan TV yang tersambung, penerapan hiburan berdasarkan permintaan, dan juga biaya data.

Kedua, selain 222 juta pengguna yang ikut berlangganan, Netflix yakin kalau ada lebih dari 100 juta akun telah dibagikan secara cuma-cuma oleh pelanggan ke orang lain.

Ya, aktivitas bagi-bagi akun Netflix secara gratis memang telah menjadi tradisi pengguna selama beberapa tahun terakhir. Contohnya dalam satu keluarga, ada satu orang yang berlangganan Netflix. Terus dia membagikan akun Netflix-nya ke anggota keluarga lain, sehingga mereka bisa nonton acara Netflix gratis pakai satu akun.

Nah ternyata ini bikin Netflix rugi. Makanya beberapa waktu lalu, Netflix mengumumkan kalau mereka bakal membatasi aktivitas pengguna yang suka bagi-bagi akun ke orang lain. Sebagai solusinya, Netflix bakal membebankan biaya tambahan untuk aktivitas berbagi akun.

Ketiga, Netflix mengatakan jika persaingan nonton pakai TV linier dan platform streaming lain seperti YouTube, Amazon dan Hulu sangat kuat selama 15 tahun terakhir. Bahkan sekarang setiap platform kini berlomba-lomba menyajikan fitur menarik untuk menggaet minat masyarakat. Ini jugalah faktor yang membuat pengguna Netflix mulai berkurang dan mungkin hijrah ke platform lain.

Keempat, faktor makro seperti pertumbuhan ekonomi yang lamban, inflasi yang meningkat, serta peristiwa geopolitik seperti perang Rusia dan Ukraina, sampai beberapa gangguan lanjutan dari COVID-19 juga turut memberikan dampak negatif ke angka penjualan Netflix sehingga mereka sampai kehilangan banyak pelanggan.

    %d blogger menyukai ini: