Nintendo Switch: Lebih Dari Sekedar Video Game

nintendo switch

Nintendo Switch secara resmi dipresentasikan di Tokyo pada tanggal 12 Januari 2017 waktu setempat (11:00 WIB, 13 Januari 2017 di Indonesia). Di presentasi ini Nintendo menunjukkan kemampuan konsol baru tersebut dan game apa saja yang akan hadir di sana.

Setelah melihat presentasi tersebut, saya tiba-tiba tersadar bahwa Nintendo mungkin akan merubah bagaimana kita bermain game di konsol atau konsol genggam (karena Nintendo Switch adalah keduanya). Lucunya, justru bukan dari sisi game itu sendiri.

Begini, ketika Nintendo Switch diumumkan pada bulan Oktober 2016, sempat beredar beberapa meme yang mengkritiknya. Terutama adegan di trailer yang menunjukkan seorang gadis yang sedang bermain game, lalu diajak teman-temannya nongkrong, dan membawa konsol Switch ke sana. Adegan itu dikritik karena Switch dianggap mengganggu acara nongkrong. Yah, seperti kita berkumpul di kedai kopi tapi semua asik dengan gadget-nya masing-masing.


Baca juga: 5 Hal yang Bikin Switch Unik


Di presentasi ini, Nintendo menjawabnya dengan permainan 1-2-Switch. Sebuah sistem permainan dengan Joy-Con (kontroler Switch) tanpa video game! Nintendo menunjukkannya dengan adegan video seperti dua koboi berduel yang ternyata adu cepat menembak dengan Joy-Con. 1-2-Switch jelas merupakan warisan dari Nintendo Wii.

Hal ini dimungkinkan dengan sensor canggih di dalam Joy-Con yang akan mendeteksi obyek dan gerakan, lalu memberikan reaksi balasan. Sensor itu merupakan gabungan antara kamera infra merah, accelerometer, gyroscope, dan haptic feedback canggih yang disebut HD Rumble. Teknologi itu begitu canggih sampai Nintendo memberikan analogi seperti kita bisa merasakan bagaimana gelas kosong diisi es batu dan air secara bertahap .

Teknologi yang ada di Joy-Con ini juga akan berfungsi untuk bermain video game. Nintendo menunjukkannya dengan game ARMS. Sebuah game yang menampilkan pertarungan dua jagoan dengan tangan yang bisa melesat menghantam. Game ini dikontrol dengan gerakan kita menggunakan Joy-Con.

Di samping kedua permainan di atas, Nintendo juga mengumumkan berbagai video game yang akan hadir di konsol Nintendo Switch. Mario, misalnya, akan punya petualangan baru yang berjudul Super Mario Odyssey. Lalu ada instalmen baru The Legend of Zelda: Breath of The Wild.

Selain itu, game Xenoblade Chronicles 2, Mario Kart 8, Sonic Mania, Super Bomberman R, Splatoon 2, dll akan tersedia. Bethesda pun sudah memberikan konfirmasi bahwa Skyrim akan hadir di Switch, seperti juga Electronics Arts menjanjikan FIFA.


Baca juga: Acer Predator 21 X: Laptop Game Paling Dahsyat


Walau tetap menghadirkan video game konvensional, Nintendo menunjukkan kecenderungan yang cukup unik sejak Wii dirilis. Kehadiran mereka di game mobile melalui Pokemon GO yang dibuat oleh Niantic, justru mengajak pemainnya bertualang di dunia nyata. Begitu pula dengan konsol Nintendo Switch ini yang memiliki aspek permainan yang melibatkan aktivitas fisik.

Di antara riuhnya tren augmented reality dan virtual reality, Nintendo menawarkan sesuatu yang sederhana, tapi menggebrak. Akan jadi menarik nanti ketika Nintendo merangkul teknologi AR dan VR itu dalam visi aktivitas game mereka. Sisanya, tentu saja bagaimana masyarakat–komunitas game dan pengembang game–menerima produk Nintendo.

Saat ini Nintendo Switch sudah bisa dipesan di Amerika dengan harga sekitar $299.99. Tersedia dua pilihan, warna abu-abu, dan warna Joy-Con Neon Blue dan Red. Rilis resmi produk ini direncanakan pada tanggal 3 Maret 2017.

SITUS RESMI

%d blogger menyukai ini: