Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Sisi Lain Karyawan Google yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Indri Penulis

5 bulan yang lalu, tepatnya pada bulan Maret, LinkedIn sempat menempatkan perusahaan induk Google, Alphabet pada posisi kedua. Posisi ini ditujukan untuk perusahaan yang paling banyak diincar orang Amerika Serikat sebagai tempat bekerja.

Tentunya, bekerja di Google dipandang pekerjaan yang sangat membanggakan. Selain bisa masuk ke perusahaan IT terbaik di dunia, mendapatkan gaji yang besar, karyawan juga bisa menikmati beragam fasilitas mewah di dalam kantor.

popculture.id

Namun dibalik hingar bingar bekerja di perusahaan IT raksasa tersebut, ada sisi lain yang belum banyak diketahui orang lain. Salah satu laporan dari Bloomberg, menyatakan bahwa Google lebih banyak merekrut pekerja kontrak dibanding pekerja tetap.

Ini terbukti dengan laporan jumlah karyawan kontrak melebihi karyawan tetap. Hal tersebut untuk pertama kali terjadi selama sejarah 20 tahun berdirinya Google.

Data tersebut diperoleh dari sumber dalam, yang mengakses basis data internal perusahaan search engine tersebut. Pegawai kontrak Google biasa ditandai dengan lencana berwarna merah. Sedangkan karyawan tetap, ditandai dengan lencana putih.

Sumber Gambar : Wccftech

Karyawan tersebut mengisi berbagai posisi seperti menyajikan makanan, membersihkan kantor, menuliskan kode, menangani panggian sales, merekrut pegawai, melakukan screening Youtube, uji coba mobil tanpa awal milik Google, dll.

Sekilas mereka memang bekerja di perusahaan IT terbesar nomor 3 di dunia versi Fortune. Namun sebenarnya peluang karir dan keuntungan pribadi sangat sedikit bila dibandingkan karyawan tetap.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat lingkungan kerja di Google terbagi menjadi dua kelas. Yaitu pekerja tetap di kelas atas, dan pekerja kontrak di kelas dua.

Mereka (pekerja kontrak) merasa terisolasi dan seperti warga kelas kedua,” tutur salah satu advokat grup Coworker.org, Yana Calou.

Secara pendapatan, pegawai kontrak hanya mendapatkan sedikit imbalan. Hal tersebut jauh lebih sedikit bila dibandingkan karyawan tetap.

[irp posts=”55204″ name=”Pengguna Kaget, Google Ancam Android Tidak Akan Lagi Gratis”]

Maria Noel Fernandez, direktur kampanye Silicon Valley Rising, sebuah kelompok serikat pekerja yang mengadvokasi buruh mengatakan, bisa dikatakan mereka bekerja di perusahaan kaya. Namun mereka tidak bagian dari kekayaan Google.

Banyak pekerja yang tidak mempunyai suara. Mereka belum tentu mendapatkan manfaat dari bekerja di perusahaan teknologi besar dan megah ini,” kata Fernandez.

Dilansir dari Seattle Times, Rabu (1/8/2018), Google telah memberi nama khusus bagi pekerja kontrak. Yaitu TVC atau kepanjangan dari “Temps, Vendor anad Contractors”.

Mereka dipekerjakan oleh pihak agensi luar, termasuk dari Adecco Group, Cognizant Technology Solution, serta Randstad. Namun sayang, Google kini menolak secara blak-blakan soal berapa agensi yang diguankan untuk merekrut pekerja kontrak.

Sementara itu, mantan pekerja kontrak maupun tetap Google menolak untuk memberikan keterangan lengkap. Hal tersebut karena mereka tidak mau membahayakan pekerjaan saat ini.

Namun untuk saat ini, mantan pekerja tidak ingin tinggal diam akan isu pekerja kontrak. Mereka berencana untuk mendiskusikan isu pekerja kontrak ke manajemen Google.

Bahkan beberapa perusahaan Silicon Valley lain seperti Facebook dan Apple, hingga kini masih bergantung pada pekerja kontrak. Hal tersebut disebabkan karena, merekrut pekerja kontrak dapat menekan jumlah pekerja tetap.

Selain itu, biaya yang dimiliki bisa dialirkan ke bidang utama. Misal untuk pengembangan kecerdasan buatan. Para investor rupanya berharap perusahaan tetap bisa meningkatkan peforma, yaitu dengan menekan jumlah pegawai.

Juru bicara Google berdalih bahwa perekrutan TVC hanya terjadi, bila Google tidak mempunyai ahli khusus. Misal supir shuttle bus, dokter, atau penguji berkualitas yang punya asuransi.

Alasan lain, pekerja kontrak yang direkrut biasanya digunakan untuk mengisi posisi yang saat itu tengah kosong. Misal posisi kosong karena ditinggal cuti oleh pegawai tetap.

Walaupun demikian, hingga kini masih ada pekerja kontrak yang berada di Google. Menurut rumor yang beredar, walaupun sistem kerja kontrak, namun itu bisa dijadikan sebagai batu loncatan karirnya.

Isu lain yang menjadi sorotan banyak pihak adalah, hak asuransi kesehatan pekerja kontrak. Jika pun ada, asuransi yang ditawarkan Google tidak memadai dan bahkan tidak ada penawaran sama sekali.

Banyak pekerja kontrak yang telah bekerja selama lebih dari 2 tahun. Beberapa dari mereka ada yang melakukan pekerjaan di beberapa bidang. Hal tersebut dilakukan dengan harapan supaya bisa diangkat menjadi pegawai tetap.

Nasib pekerja kontrak di level atas cukup bagus. Setidaknya, mereka diberi izin menyematkan nama ‘Google’ pada akun LinkedIn sebagai pegawai kontrak.

Belum diketahui pasti, apakah isu pegawai kontrak masih ada di Google hingga saat ini atau tidak. Mengingat pada kuartal-II 2018, Google berkata mempunyai 89.058 pegawai tetap, tanpa menyebut jumlah pegawai kontrak.

    %d blogger menyukai ini: