Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Kenali Sekarang, Ini 5 Tanda HP Android Kamu Rusak atau Minta Ganti

Indri Penulis

HP kamu sering lemot atau tiba-tiba mati sendiri? Awas, jangan-jangan itu tanda kalau HP kamu sudah rusak atau minta ganti. Kenali tanda-tandanya di sini yuk.

Ketika kamu membeli HP Android baru, yang kamu inginkan tentu saja ponsel tersebut bisa awet kan? Ya, HP yang dibuat dengan baik memang harusnya bisa bertahan selama beberapa tahun.

Tapi seiring berjalannya waktu, kamu mungkin akan sadar kalau perlahan HP-mu mulai kehilangan ‘kilaunya,’ nggak peduli seberapa baik kamu merawatnya selama ini.

Lambat laun karena keadaan, ganti HP akan jadi satu-satunya hal yang perlu kamu lakukan. Apalagi kalau HP-mu sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Nah kali ini saya akan membocorkan beberapa tanda HP mulai rusak. Yah siapa tahu HP-mu sedang dalam kondisi seperti itu, jadi kamu bisa berjaga-jaga. Hehehe.

tanda hp minta ganti

Baterai Cepat Habis

Kalau HP-mu sering mati, mungkin itu salah satu tanda kalau sudah waktunya kamu buat upgrade HP. Memang sih, ada beberapa cara meningkatkan masa pakai baterai HP yang bisa kamu lakukan.

Tapi kalau kasusnya sudah parah (misal ponsel mati, padahal beberapa waktu lalu habis diisi penuh), cara-cara tersebut mungkin nggak akan mempan.

Terlalu Lemot untuk Digunakan

Ketika kamu menggunakan HP dalam durasi yang cukup lama dan tiba-tiba perangkatmu itu terasa benar-benar lemot, mungkin itu juga salah satu tanda HP-mu minta ganti.

Biasanya pas ponsel masih berjalan normal, nggak sampai sedetik kamu sudah bisa membuka aplikasi dengan lancar. Tapi saat performa ponsel sudah nggak optimal, kamu mungkin sampai perlu menunggu beberapa detik untuk membuka aplikasi.

Masalah tersebut biasanya terjadi karena kamu menggunakan versi Android terbaru. Kenapa? Karena versi terbaru bisa menuntut spesifikasi lebih tinggi dari yang ada di ponselmu.

Dengan begitu pemakaian RAM dan CPU yang lebih berat. Aplikasi atau game baru juga bisa menyebabkan masalah serupa, terutama kalau mereka memakan banyak memori.

Aplikasi Sering Crash

Aplikasi mogok juga bisa terjadi di ponsel Android. Biasanya sih kalau bukan gara-gara aplikasinya yang memang sudah ‘jelek’ dari sananya, berarti gara-gara kompatibilitas HP-mu yang bermasalah (biasanya beberapa aplikasi nggak bisa berjalan di OS jadul).

Kalau cuma 1 – 2 aplikasi sih nggak masalah. Tapi kalau kamu menemukan banyak aplikasi yang crash di HP-mu, ini bisa jadi pertanda masalah besar. Aplikasi mungkin macet karena kapasitas memori penuh, atau beban kerja CPU terlalu berlebihan.

HP baru yang lebih canggih adalah solusinya. Karena mereka biasanya memiliki teknologi yang lebih baru pula, sehingga bisa mengatasi masalah tersebut.

Sudah Usang dan Kurang Pembaruan

Rilis versi terbaru Android biasanya terjadi setahun sekali, dan update tersebut bakal menghadirkan fitur-fitur segar yang bermanfaat. Tapi perlu kamu tahu, pembaruan OS yang kamu dapatkan tidak akan terjadi selamanya.

Biasanya kebanyakan ponsel cuma menawarkan pembaruan OS selama 2 – 3 tahun. Tapi ada juga yang menawarkan pembaruan sampai 4 tahun, contohnya seperti Samsung Galaxy S22 Ultra.

Nanti setelah masa pembaruan selesai, ponselmu bakal tetap menggunakan OS Android tersebut, walaupun sebenarnya Google sudah merilis beberapa versi OS Android terbaru.

Nggak cuma itu, kalau OS-mu benar-benar sudah jadul, biasanya beberapa aplikasi juga akan menghentikan dukungan pembaruan mereka. So, mau nggak mau kamu tetap perlu ganti HP untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

HP Kelihatan Aus

Teknologi mungkin tidak bisa dihancurkan. Tapi fisik HP tetap bisa aus seiring berjalannya waktu dan pemakaian. Contohnya layar HP yang pecah, lensa kamera yang retak, bodi belakang HP retak, cat pada bodi HP sudah mengelupas, dll.

Belum lagi kalau misalnya ada tombol yang longgar atau malah copot, hm.. Dengan beberapa tanda kerusakan tersebut, mungkin ini benar-benar sudah waktunya agar kamu ganti HP.

    %d blogger menyukai ini: