Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

5 Teknologi yang Tidak Dibutuhkan Lagi Padahal Dulu Idola Banget

Indri Penulis

Ada banyak teknologi unik yang viral pada masanya. Sayangnya sepertinya beberapa teknologi ini tidak dibutuhkan lagi karena terganti dengan yang lebih canggih.

Teknologi adalah salah satu aspek dalam kehidupan manusia yang selalu mengalami perubahan. Tak tanggung-tanggung, perubahan/perkembangan di dunia teknologi bergerak sangat cepat. Membuat orang-orang tak sadar kalau ‘zaman sudah berubah.’

Jujur artikel ini mungkin agak menarik. Kenapa? Karena saya bakal mengajak kamu time travel ke beberapa puluh tahun lalu, di mana waktu itu berbagai teknologi jadul sedang booming-booming-nya.

Sayang kabar buruknya walau teknologi-teknologi ini dulunya idola banget, tapi seiring canggihnya teknologi, keberadaan beberapa teknologi ini tak lagi penting dan tergantikan dengan perangkat yang lebih canggih.

Nah kira-kira apa saja teknologi canggih yang kini tidak lagi dibutuhkan? Kira cek bareng-bareng ulasannya yuk!

Mesin Ketik

Anak ‘zaman doeloe’ pasti familiar banget sama perangkat yang satu ini. Ya, mesin ketik adalah keyboard antik yang bisa langsung mencetak tulisan di atas kertas. Sebelum adanya mesin ini, semua dokumen dan surat ditulis manual pakai tulisan tangan/dicetak pada mesin cetak yang harganya mahal.

Mesin ketik yang ditemukan oleh Christopher Latham Sholes pada 1868 menjadi alternatif terjangkau. Mesin ketik memiliki kunci mekanis yang menempel pada permukaan logam seperti tuas, dengan tombol huruf dan karakter yang didesain super tinggi. Saat kamu menekan tombol, pita bertinta yang diapit di antara kertas dan permukaan logam akan mencetak tulisan di atas kertas.

Sayangnya sejak adanya komputer, penggunaan mesin ketik mulai berkurang. Pasalnya keyboard yang ada di komputer dinilai lebih praktis dan efisien. Kalau ada salah pengetikan, pengguna bisa menghapus ketikan saat itu juga sebelum dokumen dicetak. Sedangkan kalau pakai mesin ketik, sekali ketikannya salah, mau nggak mau pengguna harus mengulang pengetikan.

Telepon Umum

Sebelum ponsel ‘mengambil alih dunia,’ komunikasi via telepon umum adalah hal yang lumrah. Orang-orang dapat melakukan panggilan lewat telepon umum dengan membayar sejumlah koin atau pakai kartu. Biasanya telepon umum akan dipasang di dalam sebuah bilik untuk memberikan privasi bagi penggunanya.

Telepon umum pertama dipasang pada tahun 1881, dan pada tahun 1900-an, mereka mulai banyak terlihat di jalan-jalan yang sibuk, stasiun kereta api, dan tempat-tempat umum lainnya.

Sayang sejak adanya ponsel, jumlah pemakaian telepon umum menurun drastis. Tapi ya nggak heran sih. Pasalnya ponsel punya satu keunggulan yang nggak mungkin dimiliki oleh telepon umum, yakni menunjang mobilitas alias bisa dibawa ke mana saja.

Fotografi Film

Sekarang adalah eranya fotografi instan, di mana pas kamu mengklik gambar, kamu bisa langsung melihat hasil jepretannya. Sebelumnya, orang-orang menggunakan kamera diam dengan fotografi film.

Nggak cuma itu, sebelum ini, aktivitas fotografi juga hanya bisa dinikmati oleh kalangan orang kaya. Proses untuk mendapatkan hasil cetakan juga memakan waktu yang lama. Makanya sejak adanya kamera digital, fotografi film jadi jarang dipakai dan sekarang benda tersebut jadi barang antik super mahal di kalangan pengoleksi barang antik deh.

Sekarang beda jauh. Dengan adanya kamera digital, orang-orang bisa langsung melihat hasil jepretan mereka lewat kamera. Terus dengan makin canggihnya kamera ponsel, eksistensi fotografi film akan makin berkurang.

Pager (Bip)

Sebelum ponsel ditemukan, orang-orang hanya memiliki telepon rumah, dan nggak ada cara untuk mengirim pesan darurat kepada seseorang. Sebagai alternatif, Alfred J. Gross menemukan ‘pager’ di tahun 1949. Ia adalah perangkat komunikasi radio dengan nomor unik yang di atasnya.

Lalu bagaimana cara kerja pager? Jadi siapapun yang mengetahui nomor teleponmu, mereka bisa mengirim pesan ke pager-mu lewat telepon. Lalu saat kamu menerima pesan, pager-mu akan menampilkan notifikasi di sebuah layar LCD.

Pita Kaset

Hayo ngaku, siapa yang dulu sering narik-narik pita kaset sampai dimarahin emak? Hahaha. Sungguh kenangan yang sangat epic kan?

Sedikit nostalgia dulu sebelum adanya pita kaset, orang-orang menggunakan piringan hitam untuk mendengarkan musik atau audio. Tapi karena ukurannya terlalu besar, piringan hitam jadi nggak praktis dibawa.

Untuk mengatasi masalah ini, Philips menemukan pita kaset pada tahun 1962. Perangkat ini awalnya dipakai untuk perekaman dan pemutaran audio, tapi kemudian saat standar VHS muncul, pita kaset mulai mendukung pemutaran video juga.

Pita kaset pernah viral di zamannya, dan berhasil mengubah cara orang dalam mendengarkan musik. Dengan kaset, orang bisa membawa musik mereka ke mana pun mau pergi. Mereka booming sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an. Sayangnya mulai tahun 1991, keberadaan CD telah menggantikan kaset.

Oke itu tadi beberapa teknologi yang kini tidak dibutuhkan lagi. Dari kelima teknologi di atas, kamu udah pernah nyoba yang mana? Terus mana yang paling membekas di hatimu sampai sekarang?