Telegram Mulai Uji Coba Fitur Pesan Sponsor Biar Dapat Cuan

Telegram disebut-sebut tengah melakukan uji coba fitur Pesan Sponsor / Sponsored Messages. Inilah fitur yang nanti bakal memonetisasi Telegram.

Telegram adalah salah satu aplikasi perpesanan online yang masih gratis (hm setidaknya untuk saat ini). Di awal kemunculannya, Telegram berjanji kalau aplikasi akan ‘selalu gratis dan bebas iklan.’

Berbeda dengan aplikasi chat lain seperti WhatsApp, platform Telegram dibiayai oleh pendirinya, yakni Pavel Durov. Tapi untuk ukuran platform sebesar ini, nggak mungkin Telegram selamanya mengandalkan uang individu.

Makanya nggak heran kalau tahun lalu CEO Telegram, Pavel Durov, sempat mengatakan soal rencananya yang bakal memonetisasi Telegram.

Kalau kami memonetisasi saluran publik one-to-many lewat Platform Iklan, pemilik channerl tersebut akan menerima lalu lintas gratis sesuai ukurannya,” kata Pavel Durov (dikutip dari Tech Crunch).

Tahun ini sepertinya Telegram sudah mulai melancarkan aksi monetisasinya. Dimulai bulan lalu, Pavel Durov, sempat mengumumkan kalau Telegram sebentar lagi bakal meluncurkan fitur layanan berlangganan untuk channel dengan lebih dari 1000 pengikut.

Lalu pada tanggal 19 November, Telegram kembali mengumumkan fitur monetisasi lain yang bernama Pesan Sponsor atau Sponsored Messages.

Cara Kerja Fitur Pesan Sponsor Telegram

Menurut pengumuman resminya, Pesan Sponsor hanya akan muncul di channel. Itu pun cuma di channel one-to-many yang sudah memiliki 1000 pelanggan.

Setiap pesan sponsor akan dibatasi hingga 160 karakter. Nggak hanya itu, pengguna juga hanya akan melihat pesan sponsor yang sesuai dengan topik channel.

Jika Anda menggunakan Telegram sebagai messenger yang kami luncurkan pada tahun 2013 (versi lama), Anda tidak akan bisa melihat Pesan Sponsor. Fitur ini tidak dapat muncul di daftar obrolan, obrolan pribadi, atau grup Anda,” kata Durov dalam pengumumannya.

Beberapa admin saluran one-to-many di Telegram sudah mulai memasang iklan dalam bentuk pesan biasa. Kami harap pesan bersponsor akan menawarkan cara yang lebih ramah pengguna,” tambah Durov.

Untuk lebih meyakinkan penggunanya, Durov juga menegaskan kalau fitur ini nggak bakal mengumpulkan atau menganalisis data pengguna untuk menampilkan iklan bertarget (seperti yang dilakukan Facebook).

Telegram juga berjanji jika mereka nggak bakal melacak atau membuat profil pengguna, berdasarkan interaksi mereka dengan pesan bersponsor, aktivitas lain, atau mengizinkan tautan eksternal dalam pesan tersebut.

Saat ini fitur tersebut sudah mulai diuji ke beberapa pengguna. Untuk peluncurannya, Telegram mengatakan kalau mereka akan melakukannya dalam waktu dekat.

Nanti setelah fitur ini diluncurkan secara global, Telegram rencananya juga bakal mulai membagi pendapatan iklan dengan pemilik channel.

%d blogger menyukai ini: