Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Tipe Aplikasi yang Harus Dihapus di Android

Indri Penulis

Ada beberapa tipe aplikasi yang harus dihapus di ponsel Android. Beberapa di antaranya ada yang karena punya fungsi sama, nggak berguna, dll.

Menghemat memori penyimpanan dalam ponsel adalah hal yang sangat penting. Pasalnya kalau kapasitas memoris menipis, hal tersebut bisa mempengaruhi kinerja ponsel nantinya.

popculture.id

Nah salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk menghemat kapasitas memori adalah dengan menghapus beberapa aplikasi yang nggak berguna.

Khusus buatmu pengguna Android, kali ini saya akan bocorkaan beberapa tipe aplikasi yang harus dihapus dari ponsel Android. Dengan menghapus aplikasi-aplikasi ini, memori ponselmu akan lebih lega dan penyimpanan jadi lebih efisien.

aplikasi yang harus dihapus android

Aplikasi Bloatware Bawaan

Salah satu hal yang paling dibenci pengguna Android adalah aplikasi bloatware. Apa itu aplikasi bloatware? Aplikasi bloatware adalah aplikasi bawaan yang langsung terpasang di ponsel, ketika kamu menghidupkan ponsel yang pertama kali kamu beli. Walau beberapa aplikasi bloatware bisa berguna, tapi sebaiknya hapus saja aplikasi yang nggak kamu perlukan.

Oya ada yang perlu kamu tahu. Setiap skin Android yang berbeda juga memiliki jumlah dan jenis aplikasi bloatware yang berbeda pula. Ada beberapa skin Android yang jumlah aplikasi bloatware-nya lebih sedikit seperti OxygenOS dan Pixel UI. Tapi ada juga yang skin yang menyajikan banyak sekali aplikasi bloatware seperti One UI dan MIUI.

Bagaimana cara menghapus bloatware? Jujur nggak semua aplikasi bloatware bisa kamu hapus. Beberapa hanya bisa kamu nonaktifkan. Tapi kalau mau ‘maksa’ buat hapus aplikasi-aplikasi tersebut, kamu bisa coba cara uninstall aplikasi bloatware di sini.

Aplikasi Utilitas Jadul

Android telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak 2008. Waktu itu, kamu mungkin harus mengunduh aplikasi utilitas terpisah seperti senter, pemindai QR, perekam layar, pemutar media, sampai peredup layar, karena fungsi-fungsi tersebut belum ada di ponsel Android.

Untung keadaannya sudah lebih baik saat ini. Semua hal yang disajikan aplikasi utilitas di atas sudah menjadi fitur bawaan ponsel Android kekinian.

Walau sudah ada fitur bawaan yang lengkap, percaya nggak percaya, di luar sana mungkin masih ada orang yang tetap mengunduh aplikasi utilitas tambahan. Nahi kalau kamu salah satunya, mending mulai sekarang hapus saja aplikasi tersebut. Biar pengaturan di ponselmu lebih efisien, dan menghemat memori tentunya.

Aplikasi Produktivitas Jadul

Mirip dengan aplikasi utilitas, mungkin di ponselmu saat ini masih ada beberapa aplikasi produktivitas pihak ketiga yang sebenarnya ‘sudah bisa kamu musnahkan,’ karena ponsel modern saat ini sudah secara otomatis sudah mendukung fitur Gmail, Google Calendar, dll.

Google telah merancang berbagai aplikasi produktivitas dengan sangat baik. Sehingga kamu sebenarnya nggak perlu mencari aplikasi utilitas tambahan di tempat lain.

Aplikasi Buat Nge-boost Performa Ponsel

Kebanyakan aplikasi penguat performa menjanjikan banyak hal ‘yang nggak masuk akal’ untuk menarik minat pengguna. Aplikasi penguat performa seperti pembersih RAM, penghemat baterai, dan pengoptimalan game justru dapat mengurangi performa ponselmu. Bukannya menguntungkan, memakai aplikasi-aplikasi ini malah bisa dibilang sangat merugikan.

Kita ambil contoh aplikasi penghemat baterai. Aplikasi ini nggak berguna karena sebagian besar ponsel Android sekarang sudah dibekali mode penghemat daya yang malah bisa bekerja lebih bagus.

Aplikasi Duplikat dengan Fungsi Sama

Nggak jarang orang punya lebih dari satu aplikasi di ponsel mereka yang menjalankan fungsi sama. Contohnya bisa browser, aplikasi catatan, aplikasi cadangan, aplikasi perpesanan, dll.

Kalau pakai dua aplikasi dengan sifat yang sama (sama-sama untuk chat) tapi menyediakan fitur yang sangat berbeda (contoh seperti WhatsApp dan Telegram), mungkin masuk akal kalau pengguna mempertahankan keduanya.

Tapi kalau salah satu aplikasi jelas lebih bagus, mau nggak mau kamu harus menyingkirkan aplikasi yang lainnya. Contoh kamu pakai ponsel Samsung Galaxy dan di ponselmu ada browser Samsung Internet dan Google Chrome, maka copot pemasangan salah satu aplikasi yang menurut kamu nggak penting.

    %d blogger menyukai ini: