Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Tips Mudah Membayar Pajak Menggunakan ATM

Pajak yang dibayar oleh masyarakat merupakan sumber utama pendapatan negara, yang nanti digunakan untuk pembangunan nasional.

Pemerintah harus mencapai target pajak yang sudah ditetapkan setiap tahun. Hal ini dilakukan demi kelancaran pembangunan suatu negara. Dan tujuan utamanya tentu demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Terdapat beberapa jenis pajak yang harus dibayar oleh masyarakat seperti, pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, hingga jenis pajak lain yang telah diatur oleh pemerintah.

Dengan membayar pajak tepat waktu, maka masyarakat telah berperan aktif dalam pembangunan negara. Namun selama ini tidak sedikit masyarakat merasa malas membayar pajak.

Beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut adalah tempat pembayaran pajak sangat jauh, hingga malas antre menjadi alasan seseorang enggan membayar pajak.

Namun karena teknologi sudah semakin maju, dan segala sesuatu bisa dilakukan secara online, maka urusan membayar pajak kini bukan lagi perkara rumit.

Sumber Gambar : Turbo Tax

Selain itu, pembayaran pajak juga bisa dilakukan melalui ATM. Ini adalah cara alternatif pembayaran pajak yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), untuk menuntaskan wajib pajak.

Apabila dibandingkan dengan metode pembayaran pajak lainnya seperti melalui teller bank persepsi atau kantor pos, pembayaran pajak melalui ATM memberikan keuntungan tersendiri.

Salah satunya adalah waktu pembayaran pajak tidak dibatasi oleh jam pelayaran teller bank/kantor pos yang terbatas. Kalian bisa membayar pajak kapanpun.

Namun sebelum membayar pajak melalui ATM, kalian harus membuat ID Billing terlebih dahulu. Ingatlah jika pajak yang akan kalian bayarkan itu lebih dari satu.

Oleh sebab itu wajib pajak harus memastikan telah membuat ID Billing, untuk setiap jenis pajak yang akan dibayarkan. ID Billing terdiri dari deretan angka atau kode unik, yang dibutuhkan untuk menyetorkan pajak melalui ATM.

Setelah membuat ID Billing, baru kalian bisa menggunakan ATM untuk menyetorkan pajak. Berikut cara membayar pajak melalui ATM dari tiga bank ternama yaitu BRI, Mandiri dan BCA:

Membayar Melalui ATM BRI

Pertama masukkan kartu debit dan ketik PIN. Kemudian pilih menu Transaksi > Pembayaran > Lainnya > MPN. Setelah itu masukkan ID Billing, konfirmasi pembayaran, dan cetak Bukti Penerimaan Negara.

Membayar Melalui ATM Bank Mandiri

Masukkan kartu ATM Bank Mandiri dan masukkan PIN. Selanjutnya pilih menu Bayar/Beli > Lainnya > Penerimaan Negara > Buat ID Billing Pajak.

Setelah itu masukkan NPWP kalian. Pilih β€˜Jenis Pajak Masa’ sesuai dengan KAP dan KJS yang tertera dalam daftar. Kemudian masukkan nominal pajak yang akan dibayarkan.

Lanjutkan dengan memasukkan masa serta tahun pajak yang akan dibayarkan. Setelah itu akan muncul rincian pembayaran pajak. Periksa dan pilih β€˜YA’ untuk konfirmasi pembayaran.

Membayar Melalui ATM BCA

Masukkan kartu debit BCA dan ketik PIN kalian. Kemudian pilih menu Transaksi Lainnya > Pembayaran > Pajak > Penerimaan Negara > Masukkan Id Billing.

Kemudian klik pada menu Konfirmasi Pembayaran. Bila sudah, selanjutnya kalian hanya perlu mencetak Bukti Penerimaan Negara.

Selain melalui ATM, wajib pajak juga dapat dibayarkan secara online. Untuk membayar pajak secara online, sudah ada beberapa aplikasi atau fitur yang bisa dimanfaatkan seperti internet banking, hingga fitur Pajakpay milik OnlinePajak.

Karena kini pembayaran pajak sudah semakin mudah, semoga kedepan masyarakat lebih rajin lagi membayar pajak. Selain itu, tidak ada lagi alasan untuk telat membayar pajak. Hal ini untuk mendukung kesuksesan pembangunan negara.

More Stories
Agoda: Aplikasi Reservasi Online Hotel