4 Video Game dengan Kisah Sejarah yang Sama Sekali Tidak Akurat

Bukan hanya didasarkan dari fiksi atau ide original seorang developer saja, video game nyatanya juga berkembang menjadi sebuah karya alternatif tentang suatu sejarah yang kemudian ditranslasikan menjadi kemasan yang lebih menarik dan enak dilihat.

Namun sayangnya, karena kebutuhan untuk mengkreasikannya menjadi semakin menarik, membuat nilai sejarah yang terkandung didalam video game tersebut menjadi lebih condong ke arah bualan daripada fakta.

Rupanya ada cukup banyak game yang seperti ini, dan akhirnya menjadi produk dengan cerita khayalan meskipun didasarkan pada sejarah yang notabennya fakta atupun memang pernah terjadi.

Dan berikut adalah beberapa video game dengan kisah sejarah yang sama sekali tak akurat.

Ryse: Son Of Rome

Sumber Gambar : Steam

Ketika mengembangkan game Ryse: Son Of Rome ini, Crytek mengatakan bahwa mereka sangat menghargai sejarah. Namun disaat yang bersamaan, mereka juga ingin lebih bermain-main dengan itu.

Hasilnya adalah tokoh mitologi Yunani seperti nemesis dan Damocles turut diikutsertakan, padahal Ryse: Son Of Rome memiliki cerita yang jauh dari kata fiksional.

Kemudian, entah karena alesan apa kaisar Commodus berhasil menjadi anak dari tokoh protagonis utama. Sedangkan Nero digambarkan sebagai seorang lelaki tua, padahal didalam sejarahnya ia telah meninggal di usia 30 tahun.

Prince Of Persia: The Sands Of Time

Sumber Gambar : YouTube

Memiliki latar tempat di abad ke-9, game Prince Of Persia: The Sands Of Time ini telah diisi dengan banyak anomali sejarah, terutama dari gaya pergerakan karakter utamanya yaitu parkour.

Mengapa seperti itu? Hal ini karena ide dasar parkour baru saja dirintis dan ditemukan oleh seorang perwira angkatan laut Prancis yang bernama Georges Hebert di awal tahun 1900-an.

Selain itu, Babel yang menjadi kota utama pada The Sands of Time juga digambarkan memiliki gorden gantung yang terkenal.

Namun fakta yang sebenarnya adalah, gorden gantung tersebut telah hancur ribuan tahun sebelumnya.

L.A Noire

Sumber Gambar : YouTube

Team Bodi telah berusaha dengan sangat baik dalam memoles apapun pada game L.A Noire, termasuk detail-detail kecil seperti pola lalu lintas dan rute angkutan umum yang mungkin dibaikan oleh sebagian besar pemain.

Namun dari semua detail-detail yang diperhatikan, mereka melewatkan satu hal yang ternyata sangat jauh dari kenyataannya, yaitu langit.

Pada tahun 1947, yaitu masa dimana L.A Noire berlangsung, Los Angeles dikenal sebagai kota dengan populasi yang sangat buruk karena dipenuhi dengan kabut asap.

Sedangkan cerita yang terjadi pada L.A Noire adalah kualitas langit yang diterapkan begitu sangat cerah dengan warna biru jernih yang sangat mendominasi.

Meskipun ini adalah hal kecil, namun kenyataannya sangat berbeda jauh dengan fakta yang sebenarnya.

Seluruh seri Assassin’s Creed

Sumber Gambar : TribunStyle.com – Tribunnews.com

Ubisoft mungkin merupakan developer sekaligus publisher yang sangat luar biasa, namun sayangnya mereka sangat gemar dalam hal menipu sejarah.

Buktinya adalah, hampir setiap judul seri Assassin’s Creed diisi dengan konten sejarah yang tidak akurat.

Contohnya saja, hampir semua tokoh kunci pada revolusi Prancis di AC Unity disalahtafsirkan, bendera Amerika yang terlihat pada seri Assassin’s Creed 3 tidak digunakan sampai tahun 1776.

Dan yang lebih buruknya lagi, Templar dan Assassin yang jadi dua kubu penting pada seri AC tidak benar-benar terbentuk sampai  4 abad sejak era dimana judul Assassin’s Creed berlangsung.

Itulah beberapa video game yang hadir dengan kisah sejarah tidak akurat. Lalu, bagaimana dengan kalian? Apakah kalian termasuk gamer yang kurang merasa nyaman dengan sejarah yang terasa fiksi? Atau justru yang sebaliknya?

banner cybersport
%d blogger menyukai ini: