Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Viral Simon Leviev, Ini 3 Alasan Utama Orang Berbohong di Aplikasi Kencan!

Indri Penulis

Simon Leviev si pembohong kelas kakap Tinder kini tengah viral. Yuk simak dulu alasan utama kenapa orang memilih berbohong di aplikasi kencan online.

Mendapatkan pasangan ideal adalah idaman banyak orang. Sayangnya nggak semua orang punya nasib percintaan yang mujur. Ada yang sudah mencari ke mana-mana, tapi hasilnya nihil. Akhirnya, aplikasi kencan sekelas Tinder pun dipilih untuk membantu orang-orang jomblo dalam mendapatkan pasangan.

Di dalam aplikasi Tinder, kita dapat mencari calon pasangan sesuai kriteria. Mau pasangan yang rupawan atau mapan? Semua ada di sana.

Tapi sebelum tergiur dengan kemapanan seseorang di Tinder, lebih baik kamu baca sepenggal cerita soal Simon Leviev deh. Terutama buat cewek-cewek pengguna Tinder atau aplikasi kencan online lainnya nih. Kisah Simon Leviev bisa kita jadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati saat menggunakan aplikasi kencan online.

Jadi Simon Leviev adalah seorang penipu kelas kakap di Tinder, yang kiprahnya diangkat menjadi film Netflix edisi Februari “The Tinder Swindler.” Dia adalah pria yang berpura-pura menjadi crazy rich tampan untuk menipu dan menggerogoti harta para wanita.

Nah, jadi kejahatan yang dilakukan Simon ini namanya love scamming guys. Kasus seperti ini sebenarnya sudah banyak terjadi, termasuk di Indonesia lho. Kok bisa sih orang rela bikin identitas palsu di aplikasi kencan? Tujuannya buat apa?

Tenang. Semua rasa penasaranmu akan terjawab tuntas. Kali ini saya akan beberkan 3 alasan utama kenapa orang memilih berbohong di aplikasi kencan online. Ulasan ini saya tulis berdasarkan pendapat dari pakar kencan, Samantha Burns (dikutip dari Refinery29).

Rasa Malu

Buat sebagian orang, mungkin kencan online adalah aktivitas seru yang bisa bikin jantung berdebar-debar. Apalagi kalau mereka bisa mendapatkan kenalan yang terlihat ‘wow’ alias melebihi ekspektasi yang diharapkan (paling nggak soal fisik atau pekerjaannya lah).

Tapi nggak sedikit juga orang yang menganggap kalau kencan online justru bikin malu. Pasalnya mereka kenalan atau PDKT dengan orang asing. Apalagi kalau nanti bisa ketemu langsung, rasa malu yang dirasakan bisa menjadi berlipat-lipat ganda. Entah karena grogi, atau merasa nggak percaya diri.

Nah ternyata menurut pakar kencan Samantha Burns, sebagian orang akan memanifestasikan rasa malu menjadi perubahan identitas. Mereka nggak tanggung-tanggung memalsukan identitas agar terlihat lebih berkualitas di mata teman kencan.

Pada akhirnya, identitas baru (dan palsu) tersebut akhirnya digunakan untuk memikat lawan jenis. Tujuannya agar ia terlihat lebih baik dan mapan di mata lawan jenis.

Mencari Pasangan Ideal

Biasanya berbohong di media sosial dilakukan untuk mendapatkan pasangan ideal, yang setara dengan identikan baru bikinan mereka.

Contohnya Simon Leviev menginginkan cewek cantik dan tajir. Tapi Simon sadar kalau dirinya nggak punya apa-apa dan cewek tajir jelas nggak bakal mau sama dia. Akhirnya dia pura-pura jadi cowok tajir supaya cewek high-class mau dengannya.

Parah banget sih kalau yang ini. Mending kalau pelaku cuma ingin mendapatkan pasangan ideal yang sesuai kriteria mereka. Nah kalau kejadiannya kaya Simon Leviev, si cewek ending-nya malah diporotin habis-habisan. Hm.. Harus ekstra hati-hati nih pas pakai kenalan sama orang di aplikasi kencan.

Masalah Privasi

Poin yang ketiga ini sebenarnya juga sering menjadi alasan seseorang bohong di aplikasi kencan online. Demi menutupi ‘masalah privasi,’ mereka rela bikin identitas baru untuk mengelabuhi lawan jenis.

Contoh yang paling gampang adalah soal fantasi seksual. Biasanya orang-orang yang punya fantasi seksual ‘aneh’ atau ‘ekstrem’ cenderung merahasiakannya dari lawan jenis. Ini dirahasiakan untuk melindungi si penipu karena dapat mengubah cara orang lain melihat mereka. Ending-nya mereka akan mengganti identitas dengan sosok yang lebih baik atau idaman bagi lawan jenis.

Tapi pertanyaannya, bukan kah kebohongan yang disimpan rapat-rapat tetap akan terbongkar suatu saat nanti? Apalagi kalau hubungan sudah terjalin lama. Perlahan sifat asli atau ‘masalah’ yang coba disembunyikan perlahan akan ketahuan juga.

Nah itu tadi beberapa alasan kenapa seseorang memilih memalsukan identitas di aplikasi kencan online. Makanya mulai dari sekarang, mari kita lebih hati-hati dalam memilih teman kencan online. Jangan sampai kasus Simon Leviev ini terjadi pada kita. Niat mau mencari pasangan, eh ending-nya malah diporotin. Nggak mau kaya gitu kan?