Jony Ive memutuskan meninggalkan Apple, perusahaan tempat ia berkarya selama hampir 30 tahun. Menyusul berita itu, tersiar kabar yang menyebutkan alasan Jony Ive keluar dari Apple adalah karena kurangnya dukungan untuk desain produk.
Paling tidak ada dua kisah yang mengemukakan hal ini. Yang pertama dari Wall Street Journal (WSJ), dan yang kedua dari Bloomberg. Keduanya mengisahkan bagaimana keterlibatan Jony Ive semakin berkurang dari tahun ke tahun. Sampai akhirnya ia benar-benar memutuskan pergi meninggalkan perusahaan yang membesarkan namanya.
Seperti kita ketahui bersama, Jony Ive adalah orang kedua paling berpengaruh di sejarah Apple di samping Steve Jobs. Ia adalah mastermind di balik desain iMac, iPod, iPhone, iPad, Apple Watch, dan bahkan Apple Park.
Steve Jobs dan Jony Ive disebut selalu meletakkan desain produk di garda depan. Produk dengan rancangan inovatif dan fungsional, yang kemudian menjadi trendsetter. Mereka berdua disebut sebagai gabungan “CEO dan perancang jenius”.

Bloomberg menyebutkan setelah peluncuran Apple Watch di tahun 2015, Jony Ive beserta tim desain disebut semakin jarang hadir di markas besar Apple. Di waktu itu, Jony menyatakan pada the New Yorker bahwa ia “sangat, sangat lelah”. Proyek Apple Watch adalah proyek “paling sulit” sejak ia bergabung dengan Apple.
Artikel WSJ juga menyebut hal itu. Jony Ive disebut berbeda pendapat dengan “pimpinan Apple” dalam memposisikan Apple Watch. Jony ingin Apple Watch dirilis sebagai aksesori fashion, bukan pelengkap iPhone. Akhirnya, produk itu hanya terjual 1/4 dari apa yang diperkirakan Apple, dengan “ribuan” Apple Watch Edition tidak terjual.
Lebih jauh lagi, WSJ menyebut kalau Jony Ive kecewa dengan Tim Cook, CEO Apple saat ini, yang hanya menunjukkan sedikit minat pada proses perkembangan produk. Itu sebabnya kenapa Tim Cook sering nampak seperti baru pertama kali melihat produk baru di hands-on area di acara Apple.
Selama ini, Jony Ive memimpin tim desain eksklusif yang bekerja secara tertutup selama lebih dari 20 tahun. Namun, dalam tiga tahun terakhir ini, paling tidak enam orang anggota tim itu sudah keluar dari Apple.
Yang menarik, Bloomberg juga menyebutkan kalau keluarnya Jony Ive tidak akan berpengaruh banyak dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan karena dalam beberapa waktu terakhir, Apple beroperasi hanya dengan beberapa masukan dari Jony.
Namun tetap saja tantangan untuk masa mendatang cukup berat. Pimpinan divisi desain yang menggantikan adalah pemimpin yang bagus, namun kurang memiliki visi dalam desain produk.
Jony Ive, bersama firma desain barunya LoveFrom, akan terus bekerja bersama Apple. Tentunya akan menarik melihat perkembangan produk Apple di masa mendatang. Apakah akan ada perubahan besar? Atau justru akan begitu-begitu saja?




