Facebook Resmi Rilis Aplikasi Collab, Untuk Saingi TikTok Kah?

Setelah mengumumkan soal aplikasi Collab, kini Facebook akhirnya resmi rilis aplikasi Collab di App Store. Lalu seperti apa penampakan aplikasinya?

Mei lalu, Tim NPE dari Facebook merilis dua aplikasi baru yang bernama CatchUp dan Collab. Namun kedua aplikasi tersebut belum tersedia secara global. Beberapa pengguna di negara tertentu hanya bisa menikmati aplikasi via undangan.

Sekarang Facebook resmi rilis salah satu dari aplikasi tersebut yakni Collab. Kalau begitu, mari kita lihat cara kerja dan penampakan dari aplikasi anyar ini.

Facebook Resmi Rilis Aplikasi Collab

Collab merupakan aplikasi eksperimental dari Facebook. Aplikasi ini dapat digunakan untuk membuat video musik kolaboratif. Sekarang, Collab telah diluncurkan secara publik di App Store.

Aplikasi ini pertama kali muncul pada akhir Mei. Saat itu, pandemi COVID-19 memaksa banyak orang untuk tetap berdiam diri di rumah. Mau tidak mau, orang-orang harus menghibur dirinya secara online.

Sumber Gambar : Techcrunch

Lewat permasalahan itulah, Facebook akhirnya bereksperimen membuat aplikasi Collab. Sesuai namanya, aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat, menggabungkan, dan menonton video berbasis musik.

Collab menawarkan tiga video berdurasi 15 detik. Pengguna bisa memilih video dengan ritme yang sesuai dengan selera, kemudian menggabungkan mereka semua.

Misalnya video Collab bisa terdiri dari gitaris, drummer dan penyanyi. Mereka semua bisa bermain bersama dalam video masing-masing.

Saat pertama kali membuka Collab, kalian akan melihat feed scrolling (mirip feed di Instagram dan TikTok). Feed ini bisa kalian geser untuk menemukan video dari orang yang kalian ikuti.

Ketika kalian menemukan musisi favorit, kalian bisa memfavoritkan mereka. Jadi saat musisi itu memposting video baru, kalian akan mendapat notifikasi. Kalian juga bisa mengajak mereka berkolaborasi lho.

Sumber Gambar : Lovebylife

Pertanyaannya, bisakah video Collab bisa sinkron? Jadi selama pengembangan versi beta, Facebook telah melakukan peningkatan kemampuan sinkronisasi audio aplikasi dan aspek teknis lainnya.

Bahkan Facebook telah mempersenjatai Collab dengan tool dalam aplikasi. Tool ini bisa mendorong klip video agar kembali sejajar saat kalian tidak aktif. Sehingga kolaborasi yang dihasilkan tetap tersinkronisasi dengan sempurna.

Collab juga memungkinkan pengguna memakai antarmuka audio eksternal, untuk membawa musik dari instrument elektronik. Seperti keyboard, gitar, dan perangkat drum ke dalam rekaman mereka.

Aplikasi ini tidak menawarkan integrasi langsung ke Facebook. Tapi video buatan kalian bisa dibagikan lewat share iOS dan Instagram Story. Sama seperti TikTok, video yang dibagikan juga akan diberi watermark.

Yah kalau dilihat-lihat, cara kerja Collab terlihat mirip dengan video-video yang viral. Di sisi lain, sepertinya ini adalah salah satu cara Facebook untuk menyaingin popularitas TikTok.

%d blogger menyukai ini: