Notion: Aplikasi Asik untuk Mengatur Proyek atau Tugas

notion
Anom Penulis

Mungkin kamu pernah mendengar soal aplikasi Notion. Nah, kali ini saya mau membahas sedikit soal asiknya pakai Notion untuk mengatur tugas atau proyek. Karena dalam satu aplikasi ini, kamu bisa mendapat banyak fungsi, baik ketikan, tabel, daftar cek, dan masih lebih banyak lagi.

Apa itu Notion?

Notion adalah sebuah aplikasi pengolah dokumen yang mendukung banyak format—seperti paragraf, daftar cek, tabel, jadwal (kalender atau timeline), dll—dalam satu tempat secara fleksibel.

Misalnya, Notion bisa menampilkan berbagai data dalam satu halaman (inline) atau dalam sub-halaman (sub-page). Lalu aplikasi ini juga bisa membuat tampilan data (view) dalam berbagai format, seperti tabel, kartu, dll sesuai kepentingan pengguna.

Aplikasi Yang Fleksibel

Kamu bisa menggunakan aplikasi ini untuk banyak hal. Mulai dari kepentingan pribadi seperti membuat daftar tugas sehari-hari, mencatat koleksi buku; sampai kepentingan organisasi, seperti mengatur proyek dan berkolaborasi.

Fitur aplikasi ini begitu banyak dan fleksibel, sehingga agak susah membahasnya dalam satu artikel. Namun saya coba memberi gambaran fitur Notion dengan contoh mengatur proyek blog soal film.

Mendukung Berbagai Format Ketikan

Di Notion, kamu bisa membuat ketikan seperti di aplikasi pengolah kata. Kamu bisa mengatur tulisan sebagai judul, sub-judul, paragraf, poin-poin, daftar cek, dll. Kamu juga bisa mengatur huruf tebal, huruf miring, dicoret, memasukan kode, memasukkan formula, memilih warna huruf, dll.

Misalnya, di sini saya membuat perencanaan soal membuat blog film ini dengan mengetiknya. Lalu melengkapinya dengan daftar cek apa saja yang harus disiapkan.

mendukung berbagai format ketikan

Lalu saya juga bisa membuat halaman catatan khusus untuk film yang mau saya bahas. Saya bisa memasukkan poin-poin bagus tidaknya film itu, dan melengkapinya dengan bahan foto dan trailer (bisa embed alamat URL atau upload).

Berbasis Blok, Tata Letak Mudah

Hal menarik lain dari Notion adalah tata letaknya berbasis blok. Jadi kamu bisa dengan mudah memindah konten dari satu sisi ke sisi yang lain.

Misalnya, dalam kasus proyek membuat blog film ini, saya membuat daftar film secara berdampingan, yaitu ‘Mau Nonton’ dan ‘Sudah Nonton’. Saya memasukkan link situs (streaming jika ada), jadi saya tinggal klik jika mau melihatnya. Jika sudah nonton, film tinggal saya geser ke kolom ‘Sudah Nonton’

Kolom dan link di Notion

Jadi bentuk ini seperti Kanban Board. Tentu, kalau mau, kamu bisa bikin daftar yang lebih kompleks. Lengkap dengan tanggal tayang dan fungsi pengingat (reminder). Yang membawa kita pada contoh fitur berikutnya.

Tabel Berbasis Database

Kekuatan utama Notion sebenarnya ada di tabel yang berbasis data. Notion menyediakan berbagai setelan untuk data yang kamu masukkan. Bisa teks, pilihan ganda, cek, tanggal, orang (anggota di Notion-mu), dll. Lalu kamu bisa mengatur tampilan (View) berdasar subyek dari data yang kamu masukkan.

Misalnya, di sini saya membuat tabel daftar artikel yang ingin saya tulis. Saya melengkapinya dengan tema, tags (jenis artikel), status (sudah ditulis belum), tempat nonton, catatan (menghubungkan dengan catatan saya soal film bersangkutan), dan jadwal menulis (lengkap dengan reminder).

Kemudian, dari tabel utama ini, saya bisa membuat tampilan untuk status dalam bentuk Kanban Board (kartu/card). Jadi saya bisa memindah sebuah artikel sesuai statusnya. Lalu saya juga membuat tampilan berbentuk timeline. Dengan begitu saya bisa melihat jangka waktu yang ada dengan lebih mudah.

Yang menarik, karena berbasis data yang sama, ketika kamu mengubah sesuatu di satu tampilan, maka tampilan lain pun akan secara otomatis menyesuaikan. Misalnya saya mengeser satu artikel dari ‘Sedang Dikerjakan’ ke ‘Sudah Dikerjakan’. Maka di tabel utama, statusnya pun berubah.

Penampilan Nggak Membosankan

Seperti kamu lihat pada gambar-gambar di atas, tampilan aplikasi Notion keren. Kamu bisa memilih tampilan terang atau gelap. Lalu, pada tiap halaman, kamu bisa menambah gambar cover dan emoji yang mewakilinya.

Begitu pun jika kamu menambah foto, video, atau media lain. Kamu bisa mengatur tata letak dengan cantik dan mudah. Seperti kamu lihat, link yang saya embed—baik situs film, foto, atau video trailer—tampil dengan bagus.

Pengolah Dokumen Era Baru

Seperti kamu lihat dari beberapa contoh di atas, apa yang biasanya kita garap dengan beberapa program (mungkin Word, Excel, Kalender, To-Do, dll) bisa hadir dalam satu tempat.

Sebagai aplikasi pengolah dokumen, Notion memang memberikan sesuatu yang lebih fleksibel, sekaligus lebih menyenangkan dipakai. Di era digital ini, aplikasi seperti ini bisa lebih menarik daripada program seperti Office dan sejenisnya.

Selain Notion, ada beberapa aplikasi sejenis. Pesaing terdekat Notion adalah Coda. Lalu, sebagai bukti kepopuleran jenis aplikasi ini, bahkan Microsoft pun (saat artikel ini ditulis) sedang mengembangkan aplikasi sejenis bernama Loop.

Nah, kalau kamu belum pernah mencoba aplikasi Notion, silakan kunjungi situs resminya. Aplikasi ini bisa kamu gunakan secara gratis dengan batasan tertentu, dan tersedia di berbagai platform, baik desktop (macOS & Windows), juga mobile (Android & iOS).

    %d blogger menyukai ini: