Twitter Membatasi Fitur Aplikasi Pihak Ketiga

bird water color illustration

Akhirnya, Twitter benar-benar membatasi aplikasi pihak ketiga. Kalau kamu menggunakan aplikasi Twitter selain versi resmi, bersiaplah mendapat kekurangan fitur.

Sebelum mengetuk palu, sebenarnya Twitter sudah cukup lama berkutat dengan keputusan ini. Mereka juga sudah memberi himbauan agar para pengembang tidak membuat aplikasi yang terlalu mirip dengan aplikasi resmi. Kita bisa melihat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, fitur aplikasi Twitter yang lebih baru β€” seperti Polling, Explore (Moments), dan Bookmark β€” tidak tersedia di aplikasi pihak ketiga.

Melalui pengumuman ini, Twitter menyebutkan kalau mereka berniat lebih fokus pada pengembangan aplikasi resmi. Harapannya adalah pengguna bisa memanfaatkan Twitter dengan lebih baik; menemukan tweet lebih cepat, menemukan konsistensi dalam penggunaan, kontrol notifikasi dan DM yang lebih baik, dll.

[irp posts=”47573″ name=”Cara Kultwit” Atau Tweet Bersambung di Twitter Yang Benar”]

Keputusan ini akan berpengaruh pada aplikasi Twitter seperti Tweetbot (iOS, macOS), Twitterific (iOS, macOS), Fenix (Android), Talon (Android), dll. Twitter tidak lagi memberikan akses push notification dan auto-refresh timeline di aplikasi pihak ketiga tersebut. Sebagai contoh, untuk melihat tweet baru di Timeline, kamu harus melakukan ‘pull to refresh‘ (geser layar ke bawah untuk memperbarui).

Hal ini mungkin cukup mengecewakan. Baik bagi pengembang aplikasi Twitter dan penggunanya. Bukan apa-apa, seringkali aplikasi pihak ketiga memberikan fitur lebih dan lebih keren daripada aplikasi resmi. Terutama di masa-masa awal kepopuleran Twitter.

Mengurangi fitur untuk berbagai aplikasi yang sudah ikut membesarkan nama mereka memang langkah berani. Twitter pun sadar akan hal ini dan sudah menunda keputusan ini cukup lama. Toh mereka juga melakukan “perampingan” pada diri mereka sendiri.

Twitter sudah menghentikan dukungan untuk aplikasi resmi Twitter for Apple Watch dan Twitter for Mac. Selain itu, Twitter juga mengganti aplikasi Twitter for Windows dengan versi Progressive Web App (aplikasi web tapi di desktop).

[irp posts=”50129″ name=”Tampilan Twitter Lebih Simpel Dengan Ekstensi Chrome Ini”]

Twitter sempat mengalami puncak kepopuleran beberapa tahun lalu. Saat itu mereka sempat mengalahkan Facebook sebagai media sosial pilihan. Namun roda berputar. Saat ini tidak bisa dielakkan kalau Instagram merupakan media sosial paling populer. Twitter pun merasa harus merapatkan barisan.

Sekali lagi, keputusan ini mungkin mengecewakan beberapa pihak. Namun, secara umum, apakah berpengaruh pada masyarakat? Apakah kamu masih menggunakan Twitter? Apakah kamu menggunakan aplikasi Twitter pihak ketiga? Seberapa sering kamu memakainya? Kalau tidak sering, tentunya hal ini tidak berpengaruh banyak. Kecuali kamu pernah membeli salah satu aplikasi karena fiturnya yang dulu keren.