Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Tuntut Ada IAP di Aplikasi Email Hey, Apple Disebut Seperti “Gangster”

Anom Penulis

Sebuah kericuhan terjadi antara Apple dan layanan email Hey. Bahkan pimpinan Basecamp, perusahaan di balik aplikasi layanan email Hey tersebut, menyebut Apple bertindak seperti “gangster”.

Sekilas Tentang Layanan Email Hey

Hey merupakan sebuah layanan email premium yang menjanjikan provasi dan kontrol di tangan pengguna. Aplikasi email ini dikembangkan oleh Basecamp, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang layanan manajemen proyek dan komunikasi tim.

popculture.id

Layanan email Hey dirilis untuk umum pada tanggal 15 Juni 2020. Pengguna bisa menggunakan layanan email Hey dengan berlangganan sebesar $99/tahun.

Sengketa Hey di App Store

Permasalahaan antara Hey dan Apple bermula ketika update aplikasi email tersebut ditolak masuk App Store. Apple kemudian menghubungi Hey melalui telepon sehubungan dengan permasalahan itu.

aplikasi email Hey di Apple App Store
aplikasi Hey di App Store

Mereka menyatakan kalau aplikasi tersebut seharusnya memiliki pembelian dalam aplikasi (IAP) untuk berlangganan. Bahkan, lebih jauh lagi, Apple disebut mengancam akan mencabut aplikasi Hey dari App Store kalau mereka tidak meletakkan IAP di dalam aplikasi.

Tuntutan Apple tersebut memancing reaksi keras dari pihak Hey. David Heinemeier, CTO Basecamp. Ia mengangkat masalah ini di Twitter. Ia menyatakan kalau mereka tidak akan membayar “tebusan” pada Apple. Ia juga menyebut lebih baik “membakar rumah” sendiri, sebelum gangster seperti itu mengeksploitasinya.

Menjelaskan permasalahan ini pada The Verge. Apple menyebutkan kalau mensyaratkan pada para pengembang aplikasi untuk mengikuti aturan di App Store untuk model bisnis. App Store meminta adanya pembelian dalam aplikasi, kalau aplikasi tersebut menawarkan akses pada pembelian konten di platform lain.

Apple melalui App Store akan memotong sampai 30% dari pendapatan aplikasi. Dengan begitu, tidak sedikit aplikasi yang menghindari pungutan App Store tersebut.

Memang, proses transaksi berlangganan layanan email Hey dilakukan melalui situs resmi dan tidak melalui App Store.Aplikasi Hey juga tidak menawarkan pendaftaran maupun mengarahkan pengguna ke situs mereka.

Masalah ini juga sebelumnya ditemui oleh Netflix dan Spotify. Keduanya juga tidak menawarkan pengguna untuk mendaftar belangganan lewat aplikasi dan tidak mengarahkan mereka ke situs resmi.

David Heinemeier mengatakan pada Protocol kalau Hey berpikir hal itu tidak bermasalah karena mengikuti langkah yang dilakukan oleh Netflix. Sementara Apple yang juga memberi pernyataan pada Protocol, kalau mereka seharusnya sudah menolak sejak awal aplikasi Hey di App Store karena tidak mengikuti peraturan yang ada.

Hanya saja, tidak jelas kenapa Apple menuntut Hey sedemikian rupa, namun tidak melakukan hal yang sama pada Netflix atau Spotify.

    %d blogger menyukai ini: