Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Arm Presentasikan Arsitektur Chipset Baru Armv9 di Computex 2021

Anom Penulis

Arm memperkenalkan arsitektur chipset terbaru mereka Armv9 di acara Computex 2021. Arsitektur ini nantinya akan menjadi dasar chipset berbasis Arm di masa mendatang, baik di smartphone, laptop, pusat data, dan juga cloud.

Armv9 merupakan pembaruan terbaru pada arsitektur chipset dari Arm. Arsitektur ini dirancang untuk lebih fokus pada sisi keamanan, efisiensi komputasi, dan sistem AI. Kemampuan baru chipset berbasis Arm dengan arsitektur baru ini memungkinkan berbagai perangkat berkembang dari fungsi umum menuju yang lebih khusus.

Mengingat chipset berbasis Arm sudah menjadi otak di berbagai smartphone dan mulai populer di laptop (misalnya komputer Mac dengan Apple Silicon M1), perkembangan ini akan menentukan masa depan.

Terobosan Armv9

Dunia teknologi dan digital sudah berubah total seiring perkembangan teknologi AI, Internet of Things (IoT), dan jaringan 5G secara global. Simon Segars, CEO Arm, menyatakan hal serupa.

“Seiring kita melihat ke masa depan yang penuh teknologi AI, kita harus meletakkan dasar komputasi tingkat lanjut yang mampu menangani tantangan di masa mendatang. Armv9 adalah jawabannya.”

Simon Segars, CEO Arm

Salah satu tantangan utama di era digital adalah keamanan. Berbagai perangkat dan sistem yang makin terintegrasi saat ini pun tidak luput dari masalah ini. Armv9 dengan Confidential Compute Architecture (CCA) mampu memisah memori untuk data umum dan yang sensitif sehingga hanya modul keamanan tertentu yang bisa mengakses dan memproses data yang sensitif itu.

Arm juga menyematkan teknologi SVE2 (yang dibangun berdasar SVE dari Fugaku, super-computer tercepat di dunia) pada Armv9. Teknologi ini akan memingkatkan efisiensi kerja untuk machine learning (ML), virtual dan augmented reality, dan sistem 5G. Hal ini menjawab tantangan perangkat lunak dan keras terintegrasi, termasuk pengolahan gambar dan aplikasi smart home.

Kemudian, Arm juga berusaha melakukan decarbonizing. Usaha ini dilakukan dengan mengurangi pemakaian daya dan emisi CO2 dalam produksi chipset melalui Neoverse V2. Dengan begitu, produsen chipset seperti MediaTek bisa memberikan produk mereka dengan energi yang lebih efisien.

Baca Juga:  Terungkap! Chipset Terbaru Google Bernama “Tensor G2”

Arm Total Compute Solution

Bersama arsitektur baru Armv9, Arm juga memperkenalkan solusi Total Compute untuk menjawab ekosistem perangkat. Rene Haas, Presiden Grup Produk IP Arm, mempresentasikan solusi ini berdasar apa yang dimiliki arsitekrut Armv9.

Rene Haas, Presiden Grup Produk IP Arm

Solusi ini meliputi tiga poin penting, yaitu: Dimensi performa, sehingga perangkat bisa melakukan proses khusus seperti untuk game AAA; Keamanan, yang meminimalisasi fragmentasi penerapan di perangkat; dan Akses bagi para pengembang aplikasi yang lebih mudah.

Solusi ini menjawab kebutuhan konsumen akan perangkat yang semakin luas namun di sisi lain semakin spesifik. Misalnya konsumen ingin bisa main game kelas AAA di smartphone mereka atau melihat konten 4K dan 8K di smart TV. Belum lagi semakin populernya smartwatch dan perangkat XR (cross reality: virtual dan augmented reality), atau integrasi fitur dan data antar perangkat.

Jadi ,Total Compute menjadi sebuah solusi yang menyediakan berbagai peralatan dan aplikasi untuk rekan dan para pengembang. Dengan begitu mereka bisa mengembangkan produk yang memiliki performa tinggi namun hemat daya di berbagai perangkat. Entah itu smartphone, laptop, atau smart devices, sampai ke HPC (High Performance Computing) dan teknologi cloud.