Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Bahaya Tagging Sembarangan di Media Sosial

Indri Penulis

Dalam era modern saat ini, mengakses media sosial bukan lagi hal baru. Bahkan media sosial kini seolah tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia.

Selain digunakan sebagai media bersosial secara digital, kepopuleran media sosial dirasa semakin naik karena dapat memberikan manfaat lain bagi pengguna. Misal untuk mempermudah urusan bisnis, pendidikan hingga mengakses informasi terkini.

popculture.id

Bisa dibilang, media sosial kini mempunyai peran yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Sebab dengan adanya media sosial, dunia seolah menjadi lebih luas dan berwarna.

Media sosial memang kaya akan fitur di dalamya. Dan salah satu fitur menarik dari media sosial adalah ‘tagging.’

Saya yakin, hampir semua pengguna media sosial pernah menggunakan fitur tersebut. Secara sederhana, tagging adalah aktivitas mencantumkan nama akun media sosial orang lain, melalui posting maupun konten yang kalian unggah.

Seperti dalam media sosial Facebook, fitur tag atau menandai nama pengguna lain awalnya diciptakan dengan tujuan mengabarkan informasi khusus, yang melibatkan pengguna lain di dalamnya.

Contoh sederhanya adalah, pengguna A baru saja liburan bersama rekannya yaitu B, C dan D. Saat si A mengunggah foto liburan mereka, dia dapat men-tag B, C dan D. Hal ini untuk menunjukkan bahwa ketiga rekannya juga turut ada dalam liburan tersebut.

Walau tagging kerap digunakan dalam media sosial, namun banyak pengguna media sosial belum paham jika ada resiko berbahaya dari fitur tersebut.

Jika kita lalai dalam melakukan tagging nama teman atau orang terdekat, hal tersebut justru bisa membawa dampak buruk yang kadang tidak disadari oleh pihak yang melakukan, maupun orang yang di-tag.

Dan berikut kami ulas mengenai beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktifitas tagging:

Sumber Gambar : The Social Media Hat

Membocorkan Informasi Pribadi

Hal pertama yang menjadi sumber bahaya dari fitur tagging adalah, bocornya informasi pribadi yang seharusnya tidak diketahui oleh orang lain.

Misal alamat, sekolah hingga kegiatan sehari-hari. Mungkin hal ini tidak berakibat fatal bagi sebagian besar pengguna media sosial.

Namun jika nasib buruk sudah menimpa, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi sasaran tindak kejahatan.

Selain itu ada pula hal yang benar-benar tidak disadari pengguna media sosial. Hal itu adalah saat kalian tag seseorang dengan mencantumkan foto yang sangat jelas.

Coba bayangkan apabila ada pihak tidak bertanggung jawab, tentu mereka bisa dengan mudah mengenali target incaran. Ditambah lagi data yang mereka punya, tidak akan sulit merencanakan tindakan buruk terhadap kalian.

[irp posts=”55010″ name=”Tips Memilih Hashtag Instagram Agar Tepat Sasaran”]

Tagging Adalah Fitur yang Sangat Rentan untuk Anak

Jika dibandingkan dengan orang dewasa, anak-anak tentu lebih rentan menjadi korban tindak kejahatan. Selama ini kita bisa lihat, tidak sedikit anak yang menjadi korban kejahatan karena media sosial.

Anak-anak akan terancam bahaya, apabila informasi pribadi mereka sudah tersebar di dunia maya. Dan inilah yang memunculkan peringatan, supaya kita tidak sering mengunggah foto anak di media sosial.

Alasannya tentu sangat jelas, anak-anak merupakan sasaran empuk bagi pelaku kejahatan. Dan yang paling berbahaya jika informasi anak bocor kepada penculik. Tidak menutup kemungkinan, anak akan menjadi incaran komplotan penculik.

Dan selama ini masih banyak orang tua maupun keluarga yang dengan mudah melakukan tag, yang dapat membocorkan informasi pribadi anak ke dunia luar.

Media sosial memang memberikan beragam manfaat bagi kita. Namun hanya pengguna bijaklah yang dapat terhindari dari berbagai resiko negatif yang mungkin terjadi. Be smart be save!

    %d blogger menyukai ini: