5 Fakta Tentang Batasan Forward Pesan WhatsApp 2019

Beberapa bulan yang lalu, Whatsapp menginfokan jika mereka akan meng-update untuk membatasi jumlah pesan yang bisa diteruskan atau di-forward.

Kabarnya forward pesan tersebut hanya bisa diteruskan kepada 20 orang saja, itu artinya tak bisa diteruskan lebih dari jumlah maksimal tersebut.

Pasti kalian telah berpikir, jika pembatasan 20 orang tersebut terlalu ketat, namun ternyata untuk saat ini akan lebih diperketat lagi.

Pada saat diumumkan, WhatsApp menyatakan bahwa update tersebut hanya berlaku untuk beberapa negara saja. Salah satunya yang sudah pasti adalah India.

Namun tak disangka, Indonesia juga mendapatkan batasan forward pesan tersebut. Bahkan pembatasannnya jauh lebih ketat, yaitu hanya 5 kali saja.

Dan berikut adalah fakta yang terkait dengan pembatasan forward pesan pada WhatsApp 2019.

Menyebabkan adanya kasus serius di beberapa negara

Sumber Gambar : bbc.com

Sampai sekarang, berita hoax memang cukup banyak beredar. Berita-berita hoax tersebut disebarkan melalui fitur forward di WhatsApp.

Akibatnya berita hoax ini cukup membuat resah warga, dan akhirnya pada bulan Agustus 2018 kemarin memakan beberapa korban.

Di Puebla, Meksiko Tengah, dua pria dengan teganya dibakar hidup-hidup lantaran mereka dituduh sebagai kelompok penculik anak. Hal ini disebabkan karena adanya berita hoax yang disebarkan lewat forward pesan di Whatsapp.

Banyaknya larangan dan upaya pemblokiran membuat WhatsApp mengambil fitur tersebut

Sumber Gambar : IDN Times

Karena kekhawatiran akan tragedi tersebut terulang di negara lainnya, akhirnya beberapa pemerintah negara lain menerapkan kebijakan untuk pemblokiran WhatsApp.

Salah satunya adalah India yang terkena kasus serupa, namun dengan skala yang lebih besar.

Agar tak kehilangan konsumen karena India adalah salah satu negara terbesar yang menggunakan WhatsApp, pihak Whatsapp pun  langsung membuat keputusan tegas.

WhatsApp melakukan pembatasan forward pesan dengan tujuan agar berita hoax tidak menyebar lebih luas lagi.

Dan fitur update tersebut mulai diberlakukan pada bulan Agustus 2018 kemarin.

Diaplikasikan secara global demi meningkatkan penekanan berita hoax

Sumber Gambar : Mojok

Adanya fitur pembatasan forward pesan tersebut, menurt WhatsApp cukup memangkas banyak berita hoax yang beredar.

Untuk menindaklanjuti peningkatan fitur tersebut, akhirnya perusahaan pun membuat fitur ini diglobalkan.

Dilansir dari salah satu sumber berita, sekarang semua pengguna WhatsApp hanya bisa meneruskan pesan kepada 20 orang saja.

Namun untuk masyarakat India, penggun WhatsApp di negara tersebut hanya dapat meneruskan kepada 5 orang saja, seperti di Indonesia..

Di Indonesia, fitur pembatasan pesan berlaku mulai Selasa kemarin

Sumber Gambar : kominfo.go.id

Dikutip dari situs resmi Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), fitur batasan pesan ini mulai diberlakukan di Indonesia pada hari Selasa tanggal 22 Januari 2019 kemarin.

Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika sendiri menjelaskan, bahwa adanya fitur ini adalah salah satu bentuk upaya untuk penekanan berita hoax di Indonesia, agar tidak menjadi viral.

Meskipun Kominfo menyatakan bahwa fitur pembatasan forward pesan WhatsApp telah diberlakukan, namun sebagin dari kamu pasti masih bisa meneruskan pesan dengan leluasa. Hal ini karena pihak pengembang masih satu per satu melakukan peng-update-an.

Fitur baru WhatsApp ini tidak sepenuhnya menutup penyebaran berita hoax

Sumber Gambar : Eratekno.com

Meskipun WhatsApp sudah membatasi forward pesan, namun kenyataanya WhatsApp bukanlah satu-satunya platform yang digunakan untuk menyebarkan berita hoax.

Facebook dan aplikasi messenger lainnya pun masih berpotensi untuk digunakan menyebarkan berita hoax. Lagipula fitur WhatsApp terebut masih belum sempurna.

Karena beberapa bulan kedepan kita mulai memasuki bulan pemilu, berita-berita hoax tentu semakin banyak beredar.

Kalian harus menjadi pembaca berita yang cerdas, karena WhatsApp dan aplikasi lainnya hanyalan media penyebaran, yang bisa benar-benar menekan penyebaran berita hoax adalah diri kita sendiri. Jadi, berhati-hatilah!

%d blogger menyukai ini: