Belajar Fotografi? Gunakan Simulasi Supaya Lebih Mudah

belajar fotografi
Anom Penulis

Dulu fotografi terhitung hobi dan profesi yang mahal. Namun kini tidak lagi. Siapa pun yang punya smartphone bisa memotret sesuka hati. Nah, kalau kamu mau belajar fotografi supaya hasil lebih bagus, ada simulasi yang bisa membantumu.

Fotografi sering disebut melukis dengan cahaya. Karena gambar yang dihasilkan merupakan hasil dari tangkapan cahaya pada sensor kamera. Teknologi kamera saat ini memang sudah demikian canggih, sampai dengan mode otomatis pun kamu pasti mendapat hasil lumayan bagus.

Namun, ketika ingin mendapat foto dengan hasil tertentu, memahami prinsip dasar fotografi sangat diperlukan. Dengan begitu kamu bisa mengatur setelan kamera sesuai kondisi dan tujuan yang ingin kamu capai.

Hal paling mendasar adalah memahami kondisi cahaya saat kamu mau memotret. Apakah siang hari atau malam? Apakah di bawah sinar matahari atau di bawah cahaya lampu? Memahami perbedaan ini bisa membantumu menentukan teknik fotografi yang diperlukan.

[irp posts=”39480″ name=”Tips Memotret Foto Hitam Putih Keren”]

Nah, dari sisi setelan di kamera, ada tiga hal mendasar yang menentukan hasil foto. Bukaan (aperture), kecepatan (shutter speed), dan kepekaan (ISO). Pengaturan yang berbeda dari ketiga hal tersebut bisa menghasilkan efek foto yang berbeda.

Misalnya untuk menghasilkan depth of field (DoF) sempit — yang sekarang populer dengan istilah portrait mode — kamu diharapkan mengatur bukaan besar (yang justru angkanya kecil), seperti f/1.4. Contoh lain, untuk menghentikan gerakan, kamu diharapkan menggunakan kecepatan tinggi, seperti 1/500 detik.

Untuk bisa memahami konsep dasar fotografi itu, kamu perlu latihan yang banyak. Tanpa mencoba langsung, mungkin kamu sulit untuk bisa membayangkannya.

Untungnya, ada sebuah situs web yang bisa membantu untuk melihat efek kamera itu. Nama situsnya Photography Mapped. Seperti namanya, situs ini memetakan fungsi setelan kamera dan memberi simulasi hasilnya.

belajar fotografi dengan simulasi
Simulasi teknik fotografi

Di sana kamu bisa melihat simulasi obyek foto (helikopter di sebelah kiri), simulai kerja kamera di tengah (beserta simulasi bukaan, kecepatan dan ISO), dan hasil foto di sebelah kanan (kotak dengan informasi data fotografi).

Di bawahnya, terdapat beberapa tuas setelan. Mulai dari kondisi cahaya (Light), bukaan (Aperture), kecepatan (Shutter), dan kepekaan (Sensor). Tiap kamu menggeser salah satu tuas, gambar simulasi di atas akan berubah untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Di bawah tuas setelan itu, kamu bisa melihat efek seperti apa yang akan muncul sebagai hasil. Misalnya dengan DoF sempit, gambar latar (gedung) akan menjadi kabur. Contoh lain, dengan kecepatan rendah, putaran baling-baling helikopter akan menjadi kabur.

Di bagian Exposure (di sebelah tuas setelan), kamu bisa melihat penilaian fotografis. Apakah foto nanti akan gelap (underexposed) atau terlalu terang (overexposed). Di sana juga ada nilai berapa stop kelebihan atau kekurangannya.

[irp posts=”44898″ name=”7 Kesalahan Saat Memotret Menggunakan Handphone”]

Selain simulasi itu, Photography Mapped juga menyediakan gambar infografis yang berisi keterangan teknis kamera. Yah, sebenarnya situs ini menjual gambar infografis itu sebagai poster.

Namun kalau kamu sekedar ingin tahu, kamu bisa menggeser kursor di atas gambar untuk melihat detil informasinya. Situs ini juga memberi sedikit tutorial bagaimana cara membaca infografis tersebut.

Bisa kamu lihat. Situs ini sangat fungsional untuk mereka yang belajar fotografi. Dengan simulasi seperti ini, orang yang baru belajar bisa memahami teknik fotografi dengan lebih mudah. Pada akhirnya, saat berlatih pun sudah punya dasar yang kuat dan bisa tahu seperti apa yang ia inginkan.

Silakan kunjungi situs Photography Mapped kalau kamu ingin belajar fotografi lebih praktis.

Kunjungi Situs Web

    %d blogger menyukai ini: