Tips Membuat Foto Potret Dengan Efek Bokeh (Depth of Field sempit)

foto efek bokeh
Foto: Warren Wong

Terima kasih pada kamera ganda di handphone. Sekarang foto bokeh sedang jadi tren. Karena itu, layak kiranya kami membahas beberapa tips membuat foto potret dengan efek bokeh.

Apa itu foto potret dengan efek bokeh? Pada dasarnya, foto ini adalah foto potret dengan ruang tajam atau Depth of Field (DoF) sempit. Karena keterbatasan bukaan kamera handphone (biasanya sekitar f/2.0), maka terobosan teknologi dengan kamera ganda pun hadir.

Biasanya, kamera ganda yang menampilkan efek bokeh di potret terdiri dari kamera wide-angle dan telephoto. Perbedaan keduanya membuat aplikasi bisa “memisahkan” antara latar belakang atau depan dengan obyek.

Teknologi tidak berhenti sampai di situ. Bahkan handphone dengan kamera tunggal pun sekarang bisa menghasilkan foto seperti itu. Salah satu contohnya adalah Google Pixel 2, yang hanya dengan kamera tunggal bisa menghasilkan foto bokeh.

Walau begitu, unsur manusia—bagaimana kita memotret—tetap tidak bisa diabaikan begitu saja. Kalau kita tidak melakukan dengan benar, efek tersebut tidak akan terlihat nyata. Kalau melakukannya dengan tepat, bahkan dengan kamera tunggal pun hasilnya bisa terlihat.

Jadi, apa yang harus diperhatikan ketika memotret dengan efek bokeh?

Atur jarak kamera dengan obyek

Foto dengan ruang tajam sempit akan berhasil bila obyek cukup dekat dengan kamera. Kalau obyek terlalu jauh, kamera bisa menganggapnya sebagai bagian dari latar belakang (memiliki asumsi jarak ke kamera yang sama). Jadi sesuaikan jarak sesuai framing di layar.

Atur jarak obyek dengan latar belakang atau depan

Begitupun sebaliknya. Foto potret dengan efek bokeh juga akan berhasil kalau ada jarak yang cukup jauh antara obyek dengan latar belakang atau latar depan. Perbedaan jarak itu akan menciptakan efek kabur di latar belakang dan depan, sedangkan obyek tetap tajam.

Kalau jarak obyek dengan latar terlalu dekat, efek kabur tidak akan muncul secara dramatis. Terutama kalau memotret manual. Kalau kamu memakai handphone yang ada efek bokehnya, aplikasi kamera bisa membuat efek kabur secara digital.

Tetapkan fokus di obyek utama

Letakkan fokus di obyek yang jadi pusat fotomu. Manfaatkan tap to focus. Misalnya kamu memotret seseorang, kamu bisa menekan fokus di wajah orang itu. Contoh lain adalah kalau orang itu menunjuk ke arahmu, kamu bisa fokus ke jarinya.

Dengan menetapkan fokus, kamu akan mengisolasi obyek dari lingkungan. Kamu bisa melihat sejauh apa efek kabur yang muncul di latar.

Selain itu, ketika kamu menetapkan fokus, kamera akan mengukur cahaya di obyek tersebut dan menyesuaikan gambar. Kamu bisa melihat apakah foto terlalu terang (over-exposure) atau terlalu gelap (under-exposure).

Atur arah kamera untuk perspektif lebih baik

Kadang, walau berhasil muncul, efek bokeh bisa terlihat seperti hasil Photoshop amatiran. Dengan kata lain tidak natural. Salah satu penyebabnya adalah tidak ada perspektif ruang di dalam foto. Sehingga orang hanya melihat obyek dengan latar yang kabur.

Aturlah arah kamera sehingga ada sedikit perspektif. Dengan begitu, hasil akan menunjukkan perbedaan jarak atau pencahayaan pada obyek dalam foto. Ada efek dramatis di sana.

Perhatikan latar belakang

Walaupun nanti latar belakang jadi blur, tetap usahakan memiliki bentuk yang menarik. Selain itu usahakan latar belakang juga mendapat cahaya yang pas (sehingga tetap terlihat). Apa guna efek bokeh kalau latar belakang tampak polos atau hanya terlihat gelap?

Perhatikan pencahayaan

Inti dari fotografi adalah pencahayaan yang baik. Agar foto potret dengan latar belakang kabur terlihat bagus, pastikan masing-masing bidang (obyek dan latar belakang) mendapat pencahayaan cukup. Sehingga—sama seperti alasan poin di atas—ada perbedaan batas antar obyek. Ini bisa memberi dimensi atau kedalaman tersendiri di foto.

Kamu juga bisa bereksperimen dengan pencahayaan ini. Sehingga latar belakang bisa menimbulkan pendar cahaya dan warna yang bagus—alias bokeh sebenarnya.

Aktifkan Mode Portrait atau Atur Diafragma

Kalau kamu menggunakan handphone yang mendukung portrait mode, silakan aktifkan mode tersebut. Kalau handphone milikmu tidak mendukung mode potret, kamu harus lebih memperhatikan poin sebelumnya dengan lebih baik. Cari aplikasi kamera handphone yang mendukung mode manual dan atur fokusnya.

Kalau kamu menggunakan kamera biasa, untuk membuat foto bokeh, pastikan bukaan lensa (diafragma) cukup besar (angka kecil). Tentunya sambil memperhatikan tips lain di atas.

Ada komentar?